Seputar Kaltim

    Pemkot Bontang Kejar Penyelesaian Pipa Induk untuk Tambahan 10.443 Sambungan Jargas

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 21:52 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam acara peringatan lHUT ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mengejar penyelesaian pembangunan pipa induk jaringan gas (Jargas) di Bontang Lestari untuk mengakomodasi tambahan 10.443 sambungan Jargas gratis bagi masyarakat.

    ‎Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur (Kaltim) di Auditorium 3D Bontang, Jumat (11/9/2026).

    ‎Neni mengatakan, penyelesaian pipa induk tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat. Tambahan sambungan Jargas itu ditargetkan dapat memperkuat status Bontang sebagai City Gas.

    ‎“Penyelesaian pipa induk di Bontang Lestari ini kami kejar untuk mengakomodasi tambahan 10.443 sambungan Jargas gratis,” kata Neni.

    ‎Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Bontang dalam memberikan manfaat pembangunan secara merata di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipicu kebijakan transfer pemerintah pusat.

    ‎Neni menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh mengorbankan kesejahteraan masyarakat Bontang yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis.

    ‎Selain pemerataan akses energi, Pemkot Bontang juga tetap menjalankan program perlindungan bagi pekerja sektor informal. Perlindungan keselamatan kerja tersebut memberikan jaminan mulai dari Rp42 juta hingga Rp220 juta untuk kasus kecelakaan kerja.

    ‎Dalam kesempatan tersebut, Neni juga mengajak lembaga adat dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

    ‎“Pemerintah, masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen daerah harus terus berjalan bersama agar adat dan budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber nilai bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

    ‎(Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Bontang Kejar Penyelesaian Pipa Induk untuk Tambahan 10.443 Sambungan Jargas

    Penulis:Nuraini|Redaktur:Lodya A
    12 September 2026 pukul 21:52 WITA

    Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dalam acara peringatan lHUT ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur. (Foto: Prokompim Bontang)

    Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mengejar penyelesaian pembangunan pipa induk jaringan gas (Jargas) di Bontang Lestari untuk mengakomodasi tambahan 10.443 sambungan Jargas gratis bagi masyarakat.

    ‎Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-8 Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur (Kaltim) di Auditorium 3D Bontang, Jumat (11/9/2026).

    ‎Neni mengatakan, penyelesaian pipa induk tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperluas pemerataan akses energi bagi masyarakat. Tambahan sambungan Jargas itu ditargetkan dapat memperkuat status Bontang sebagai City Gas.

    ‎“Penyelesaian pipa induk di Bontang Lestari ini kami kejar untuk mengakomodasi tambahan 10.443 sambungan Jargas gratis,” kata Neni.

    ‎Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari langkah Pemkot Bontang dalam memberikan manfaat pembangunan secara merata di tengah kondisi fiskal daerah yang mengalami tekanan akibat penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dipicu kebijakan transfer pemerintah pusat.

    ‎Neni menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh mengorbankan kesejahteraan masyarakat Bontang yang terdiri dari berbagai latar belakang etnis.

    ‎Selain pemerataan akses energi, Pemkot Bontang juga tetap menjalankan program perlindungan bagi pekerja sektor informal. Perlindungan keselamatan kerja tersebut memberikan jaminan mulai dari Rp42 juta hingga Rp220 juta untuk kasus kecelakaan kerja.

    ‎Dalam kesempatan tersebut, Neni juga mengajak lembaga adat dan seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

    ‎“Pemerintah, masyarakat, tokoh adat dan seluruh elemen daerah harus terus berjalan bersama agar adat dan budaya tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga menjadi sumber nilai bagi generasi masa kini dan masa yang akan datang,” ujarnya.

    ‎(Sf/Lo)