Cari disini...
Seputar Kaltim
Peluncuran program Sekolah Merdeka Sampah Kota Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendeklarasikan program Sekolah Merdeka Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari, Senin (25/08/2025).
Program ini bertujuan mendorong setiap sekolah agar menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan, dimulai dari internal sekolah. Program ini akan mencakup pengurangan timbulan sampah, pemisahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah secara optimal, baik melalui daur ulang atau metode lainnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan program ini melibatkan kepala sekolah, siswa, guru, hingga pihak yang terlibat untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
“Program ini bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana kita dapat mengelola dan memanfaatkannya dengan baik dan bijak,” ujar Neni.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 15 Tahun 2010 tentang Sekolah Berbudaya Lingkungan (Eco School). Program ini juga merupakan upaya untuk menciptakan Bontang Merdeka Sampah.
“Jadi tidak hanya sekolah, kita mengajak seluruh elemen masyarakat, hingga instansi untuk menyukseskan program ini,” lanjutnya.
Neni menyebut program ini juga melibatkan sekolah adiwiyata di Bontang. Untuk diketahui, hingga 2024 ada 45 sekolah di Bontang yang meraih penghargaan adiwiyata. Rinciannya enam sekolah Adiwiyata Mandiri, 13 tingkat nasional, 20 tingkat provinsi dan enam tingkat kota.
“Ini juga merupakan bagian dari komitmen sekolah yang perlu kita apresiasi, sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan,” tandasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peluncuran program Sekolah Merdeka Sampah Kota Bontang. (Foto: Kominfo Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendeklarasikan program Sekolah Merdeka Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bontang Lestari, Senin (25/08/2025).
Program ini bertujuan mendorong setiap sekolah agar menjadi agen perubahan dalam pengelolaan lingkungan, dimulai dari internal sekolah. Program ini akan mencakup pengurangan timbulan sampah, pemisahan sampah organik dan anorganik, serta pemanfaatan sampah secara optimal, baik melalui daur ulang atau metode lainnya.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni mengatakan program ini melibatkan kepala sekolah, siswa, guru, hingga pihak yang terlibat untuk membentuk kebiasaan peduli lingkungan sejak dini.
“Program ini bukan hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi bagaimana kita dapat mengelola dan memanfaatkannya dengan baik dan bijak,” ujar Neni.
Langkah ini juga sejalan dengan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 15 Tahun 2010 tentang Sekolah Berbudaya Lingkungan (Eco School). Program ini juga merupakan upaya untuk menciptakan Bontang Merdeka Sampah.
“Jadi tidak hanya sekolah, kita mengajak seluruh elemen masyarakat, hingga instansi untuk menyukseskan program ini,” lanjutnya.
Neni menyebut program ini juga melibatkan sekolah adiwiyata di Bontang. Untuk diketahui, hingga 2024 ada 45 sekolah di Bontang yang meraih penghargaan adiwiyata. Rinciannya enam sekolah Adiwiyata Mandiri, 13 tingkat nasional, 20 tingkat provinsi dan enam tingkat kota.
“Ini juga merupakan bagian dari komitmen sekolah yang perlu kita apresiasi, sehingga dapat meraih prestasi yang membanggakan,” tandasnya.
(Sf/Lo)