Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Bontang Agus Haris saat memantau Pasar Murah di Lok Tuan, Bontang Utara. (Prokompim Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Agus Haris tengah fokus menjalankan 17 program di 100 hari kerja. Salah satunya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang.
Neni mengatakan salah satu skema yang digunakan adalah menggandeng perusahaan untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Kita akan bekerjasana dengan berbagai perusahaan, salah satunya PT Kaltim Nitrate Industri (KNI) untuk menjadi orang tua asuh masyarakat miskin ekstrem di Lok Tuan,” katanya saat mengunjungi program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Lok Tuan, Senin (3/3/2025).
Berdasarkan data, ada sekitar 4,11 persen masyarakat atau sebanyak 8.000 orang miskin ekstrem di Bontang. Di Lok Tuan sendiri ada 6 KK dengan 17 orang yang masuk kategori dan akan ditangani PT KNI.
“Perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial di masyarakat, tidak hanya di lingkungan perusahaan,” kata dia.
Dengan kolaborasi Pemkot Bontang dan perusahaan, maka komitmen menuntaskan kemiskinan ekstrem dapat segera dientaskan. “Ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Walikota Bontang Agus Haris saat memantau Pasar Murah di Lok Tuan, Bontang Utara. (Prokompim Bontang)
Bontang - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni dan Agus Haris tengah fokus menjalankan 17 program di 100 hari kerja. Salah satunya pengentasan kemiskinan ekstrem di Kota Bontang.
Neni mengatakan salah satu skema yang digunakan adalah menggandeng perusahaan untuk berperan sebagai orang tua asuh bagi masyarakat yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Kita akan bekerjasana dengan berbagai perusahaan, salah satunya PT Kaltim Nitrate Industri (KNI) untuk menjadi orang tua asuh masyarakat miskin ekstrem di Lok Tuan,” katanya saat mengunjungi program Gerakan Pangan Murah (GPM) di Kelurahan Lok Tuan, Senin (3/3/2025).
Berdasarkan data, ada sekitar 4,11 persen masyarakat atau sebanyak 8.000 orang miskin ekstrem di Bontang. Di Lok Tuan sendiri ada 6 KK dengan 17 orang yang masuk kategori dan akan ditangani PT KNI.
“Perusahaan mempunyai tanggung jawab sosial di masyarakat, tidak hanya di lingkungan perusahaan,” kata dia.
Dengan kolaborasi Pemkot Bontang dan perusahaan, maka komitmen menuntaskan kemiskinan ekstrem dapat segera dientaskan. “Ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya.
(Sf/By)