Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Kgeiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Bontang terus memperkuat strategi penurunan angka pengangguran melalui pelatihan kerja dan digitalisasi layanan ketenagakerjaan.
Salah satu langkah yang kini didorong adalah melibatkan 42 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta serta pemanfaatan aplikasi “Hadap Balau” untuk membuka akses kerja bagi masyarakat.
Program tersebut dibahas dalam kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Selasa (12/5/2026).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan pelatihan kerja tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir dan kemandirian masyarakat, terutama generasi muda.
“Pelatihan kerja menjadi langkah penting meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya teknis, tapi juga membangun pola pikir dan kemandirian,” ujar Neni.
Sebanyak 42 LPK swasta di Kota Bontang dilibatkan untuk memastikan kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.
Pemkot Bontang mengklaim program tersebut mulai menunjukkan dampak terhadap ekonomi masyarakat. Saat ini tercatat sekitar 63 kelompok belajar dan warga binaan berhasil mengembangkan usaha mandiri setelah mengikuti pelatihan.
Tak hanya mengandalkan pembinaan tatap muka, Pemkot juga memperkuat layanan ketenagakerjaan melalui aplikasi digital “Hadap Balau”. Platform tersebut digunakan untuk menyediakan informasi lowongan kerja secara terbuka, mempermudah akses layanan ketenagakerjaan, hingga membantu penanganan pengangguran secara lebih cepat.
Aplikasi itu disebut menjadi salah satu faktor yang membantu Bontang menekan angka pengangguran di tingkat regional Kalimantan.
Sementara itu, Kepala Bidang Lattas dan Penta Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang mengatakan pembinaan LPK dilakukan agar pelatihan kerja di Bontang benar-benar berbasis kompetensi dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Menurutnya, kualitas pelatihan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya mendapat sertifikat, tetapi juga memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri.
“Kami pastikan pelatihan yang diberikan sesuai kebutuhan industri saat ini,” ucap Takdir.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Kgeiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja Swasta yang digelar Dinas Ketenagakerjaan Bontang. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Bontang terus memperkuat strategi penurunan angka pengangguran melalui pelatihan kerja dan digitalisasi layanan ketenagakerjaan.
Salah satu langkah yang kini didorong adalah melibatkan 42 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) swasta serta pemanfaatan aplikasi “Hadap Balau” untuk membuka akses kerja bagi masyarakat.
Program tersebut dibahas dalam kegiatan Pembinaan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta yang digelar Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Bontang, Selasa (12/5/2026).
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menegaskan pelatihan kerja tidak hanya difokuskan pada kemampuan teknis, tetapi juga membangun pola pikir dan kemandirian masyarakat, terutama generasi muda.
“Pelatihan kerja menjadi langkah penting meningkatkan kompetensi masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya teknis, tapi juga membangun pola pikir dan kemandirian,” ujar Neni.
Sebanyak 42 LPK swasta di Kota Bontang dilibatkan untuk memastikan kurikulum pelatihan sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja.
Pemkot Bontang mengklaim program tersebut mulai menunjukkan dampak terhadap ekonomi masyarakat. Saat ini tercatat sekitar 63 kelompok belajar dan warga binaan berhasil mengembangkan usaha mandiri setelah mengikuti pelatihan.
Tak hanya mengandalkan pembinaan tatap muka, Pemkot juga memperkuat layanan ketenagakerjaan melalui aplikasi digital “Hadap Balau”. Platform tersebut digunakan untuk menyediakan informasi lowongan kerja secara terbuka, mempermudah akses layanan ketenagakerjaan, hingga membantu penanganan pengangguran secara lebih cepat.
Aplikasi itu disebut menjadi salah satu faktor yang membantu Bontang menekan angka pengangguran di tingkat regional Kalimantan.
Sementara itu, Kepala Bidang Lattas dan Penta Kerja Disnaker Bontang, Takdir Mannang mengatakan pembinaan LPK dilakukan agar pelatihan kerja di Bontang benar-benar berbasis kompetensi dan sesuai kebutuhan pasar kerja.
Menurutnya, kualitas pelatihan menjadi faktor penting agar masyarakat tidak hanya mendapat sertifikat, tetapi juga memiliki keterampilan yang benar-benar dibutuhkan industri.
“Kami pastikan pelatihan yang diberikan sesuai kebutuhan industri saat ini,” ucap Takdir.
(Sf/Lo)