Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM (PKSDM) Kota Bontang, Lukman. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah memfinalisasi implementasi program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditujukan untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi peserta didik.
Program yang menyasar peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Bontang.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Setda Bontang, Lukman mengatakan pemerintah masih mematangkan sejumlah aspek pelaksanaan program tersebut.
Ini disampaikannya saat menghadiri agenda buka puasa bersama di Sekolah Kreatif Muhammadiyah Bontang, Selasa (3/3/2026), mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
“Pemerintah Kota Bontang saat ini sedang memfinalisasi implementasi Kartu Bontang Pintar yang akan menyasar peserta didik mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP,” ujar Lukman.
Program KBP dirancang untuk memberikan bantuan pendidikan langsung kepada masyarakat, terutama untuk membantu kebutuhan penunjang belajar siswa, sekaligus meringankan beban orang tua.
Namun rencana tersebut turut terdampak penyesuaian anggaran daerah pada 2026. Wali Kota Bontang sebelumnya menyampaikan nilai bantuan yang semula direncanakan Rp1 juta per orang per tahun, terpaksa diturunkan menjadi Rp300 ribu.
Penyesuaian tersebut dilakukan setelah usulan anggaran program yang awalnya mencapai Rp29,6 miliar mengalami pengurangan hingga tersisa Rp8,8 miliar.
Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu peserta didik SD dan SMP tercatat sebagai calon penerima manfaat program tersebut.
Selain program bantuan pendidikan, Pemkot Bontang juga terus mendorong adaptasi teknologi di dunia pendidikan melalui distribusi ribuan unit tablet pintar bagi siswa SMP.
Pemerintah turut menginisiasi berbagai program literasi seperti Perpustakaan Keliling, Night Library, Wisata Literasi, serta Program Kejar 2025 yang berfokus pada literasi keuangan bagi pelajar.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM (PKSDM) Kota Bontang, Lukman. (Foto: Prokompim Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah memfinalisasi implementasi program Kartu Bontang Pintar (KBP) yang ditujukan untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi peserta didik.
Program yang menyasar peserta didik jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di Bontang.
Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (PKSDM) Setda Bontang, Lukman mengatakan pemerintah masih mematangkan sejumlah aspek pelaksanaan program tersebut.
Ini disampaikannya saat menghadiri agenda buka puasa bersama di Sekolah Kreatif Muhammadiyah Bontang, Selasa (3/3/2026), mewakili Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni.
“Pemerintah Kota Bontang saat ini sedang memfinalisasi implementasi Kartu Bontang Pintar yang akan menyasar peserta didik mulai dari PAUD, TK, SD hingga SMP,” ujar Lukman.
Program KBP dirancang untuk memberikan bantuan pendidikan langsung kepada masyarakat, terutama untuk membantu kebutuhan penunjang belajar siswa, sekaligus meringankan beban orang tua.
Namun rencana tersebut turut terdampak penyesuaian anggaran daerah pada 2026. Wali Kota Bontang sebelumnya menyampaikan nilai bantuan yang semula direncanakan Rp1 juta per orang per tahun, terpaksa diturunkan menjadi Rp300 ribu.
Penyesuaian tersebut dilakukan setelah usulan anggaran program yang awalnya mencapai Rp29,6 miliar mengalami pengurangan hingga tersisa Rp8,8 miliar.
Berdasarkan data sementara, sekitar 29 ribu peserta didik SD dan SMP tercatat sebagai calon penerima manfaat program tersebut.
Selain program bantuan pendidikan, Pemkot Bontang juga terus mendorong adaptasi teknologi di dunia pendidikan melalui distribusi ribuan unit tablet pintar bagi siswa SMP.
Pemerintah turut menginisiasi berbagai program literasi seperti Perpustakaan Keliling, Night Library, Wisata Literasi, serta Program Kejar 2025 yang berfokus pada literasi keuangan bagi pelajar.
(Sf/Lo)