Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat peletakan batu pertama pembangunan hunian subsidi berkualitas premium, Perumahan Elara Lestari. (Foto: Setda Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan arah pengembangan wilayah ke kawasan Bontang Lestari seiring dimulainya pembangunan Perumahan Elara Lestari.
Proyek yang digarap PT Semua Bisa Jago itu akan menghadirkan 262 unit rumah subsidi di atas lahan seluas 4,4 hektare di Jalan Prestasi RT 07, Kelurahan Bontang Lestari.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut pembangunan perumahan tersebut sejalan dengan rencana induk pengembangan kota yang memprioritaskan Bontang Lestari sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Pengembangan Kota Bontang dalam master plan memang kami arahkan ke Bontang Lestari, karena kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan kota baru,” ujar Neni, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, kehadiran perumahan subsidi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ia juga memastikan proyek tersebut telah memenuhi ketentuan legalitas pertanahan.
“Perumahan subsidi ini aman secara hukum karena sudah memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk memiliki rumah di sini,” tegasnya.
Pemkot Bontang mendukung investasi sektor perumahan yang dinilai sehat dan berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga. Kawasan Bontang Lestari juga direncanakan akan dilengkapi fasilitas pendukung secara bertahap untuk menopang pertumbuhan permukiman baru.
Pada kesempatan tersebut, Neni juga menyoroti berbagai kemudahan dalam program rumah subsidi, mulai dari skema cicilan yang ringan hingga uang muka yang terjangkau. Menurutnya, hal itu membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, termasuk kalangan ASN dan PPPK untuk memiliki rumah sendiri.
Proyek ini dikembangkan oleh PT Semua Bisa Jago dengan Muhammad Aswar sebagai direktur utama. Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama, di antaranya unsur pimpinan DPRD Kota Bontang serta perwakilan Kantor Pertanahan.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat peletakan batu pertama pembangunan hunian subsidi berkualitas premium, Perumahan Elara Lestari. (Foto: Setda Bontang)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan arah pengembangan wilayah ke kawasan Bontang Lestari seiring dimulainya pembangunan Perumahan Elara Lestari.
Proyek yang digarap PT Semua Bisa Jago itu akan menghadirkan 262 unit rumah subsidi di atas lahan seluas 4,4 hektare di Jalan Prestasi RT 07, Kelurahan Bontang Lestari.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyebut pembangunan perumahan tersebut sejalan dengan rencana induk pengembangan kota yang memprioritaskan Bontang Lestari sebagai pusat pertumbuhan baru.
“Pengembangan Kota Bontang dalam master plan memang kami arahkan ke Bontang Lestari, karena kawasan ini akan menjadi pusat pertumbuhan kota baru,” ujar Neni, Sabtu (7/2/2026).
Menurutnya, kehadiran perumahan subsidi menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah. Ia juga memastikan proyek tersebut telah memenuhi ketentuan legalitas pertanahan.
“Perumahan subsidi ini aman secara hukum karena sudah memiliki Sertifikat Hak Guna Bangunan, sehingga masyarakat tidak perlu ragu untuk memiliki rumah di sini,” tegasnya.
Pemkot Bontang mendukung investasi sektor perumahan yang dinilai sehat dan berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga. Kawasan Bontang Lestari juga direncanakan akan dilengkapi fasilitas pendukung secara bertahap untuk menopang pertumbuhan permukiman baru.
Pada kesempatan tersebut, Neni juga menyoroti berbagai kemudahan dalam program rumah subsidi, mulai dari skema cicilan yang ringan hingga uang muka yang terjangkau. Menurutnya, hal itu membuka peluang lebih luas bagi masyarakat, termasuk kalangan ASN dan PPPK untuk memiliki rumah sendiri.
Proyek ini dikembangkan oleh PT Semua Bisa Jago dengan Muhammad Aswar sebagai direktur utama. Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam kegiatan peletakan batu pertama, di antaranya unsur pimpinan DPRD Kota Bontang serta perwakilan Kantor Pertanahan.
(Sf/Lo)