Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (tengah) saat menghadiri pembukaan HUT Damkar ke-106 di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana membangunkan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk setiap sekolah yang menerapkan pembelajaran dua shift di Kota Bontang.
Kini, beberapa sekolah di Bontang masih menerapkan sistem tersebut dikarenakan keterbatasan ruang kelas. Di mana, murid belajar di shift pagi dan siang guna bergantian menggunakan RKB yang ada.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan ini satu-satunya solusi yang harus dilakukan agar para pelajar mendaptkan hak belajar yang maksimal setiap harinya.
“Kalau sekolah dua shift, waktu belajar anak akan berkurang dan artinya ilmu yang mereka terima setiap harinya tidak maksimal,” ujarnya saat ditemui Selasa (25/2/2025).
Pembangunan ruang kelas di setiap sekolah dengan dua shift akan dilakukan secara bertahap. Pemkot Bontang akan menginventalisir sekolah mana saja yang memberlakukan hal tersebut.
“Ini tanggung jawab kita sebagai pemerintah, jangan sampai jam belajar anak-anak terpotong karena sarana prasarana yang tidak memadai,” pungkasnya.
(Sf/By)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Nuraini -
Seputar Kaltim

Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris (tengah) saat menghadiri pembukaan HUT Damkar ke-106 di Stadion Bessai Berinta (Lang-Lang). (Foto: Nuraini/Seputarfakta.com)
Bontang - Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berencana membangunkan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk setiap sekolah yang menerapkan pembelajaran dua shift di Kota Bontang.
Kini, beberapa sekolah di Bontang masih menerapkan sistem tersebut dikarenakan keterbatasan ruang kelas. Di mana, murid belajar di shift pagi dan siang guna bergantian menggunakan RKB yang ada.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris mengatakan ini satu-satunya solusi yang harus dilakukan agar para pelajar mendaptkan hak belajar yang maksimal setiap harinya.
“Kalau sekolah dua shift, waktu belajar anak akan berkurang dan artinya ilmu yang mereka terima setiap harinya tidak maksimal,” ujarnya saat ditemui Selasa (25/2/2025).
Pembangunan ruang kelas di setiap sekolah dengan dua shift akan dilakukan secara bertahap. Pemkot Bontang akan menginventalisir sekolah mana saja yang memberlakukan hal tersebut.
“Ini tanggung jawab kita sebagai pemerintah, jangan sampai jam belajar anak-anak terpotong karena sarana prasarana yang tidak memadai,” pungkasnya.
(Sf/By)