Seputar Kaltim

    Pemkot Berikan Penghargaan 10 Pengelola Sampah Terbaik se-Kota Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2025 pukul 19:38 WITA

    Pemberian penghargaan 10 pengelola sampah terbaik se-Kota Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyematkan penghargaan pengelolaan bank sampah unit terbaik tahun 2025 Kota Samarinda. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (30/10/2025).

    Dalam acara tersebut, sebanyak 10 bank sampah terbaik mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain itu, diberikan pula apresiasi kepada kecamatan dan kelurahan pembina terbaik, serta pengumpul sampah terbanyak di Kota Samarinda.

    PLT Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para penggiat lingkungan yang peduli dengan pengelolaan sampah di Kota Tepian.

    "Kegiatan ini bentuk apesiasi kepada pegiat pedulu sampah se-Kota Samarinda. Terutam kepada bank-bank sampah unit yang telah berperan dalam pengurangan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi," ujar Suwarso.

    Menurutnya, penghargaan ini bersifat stimulan agar para pengelola dan pembina bank sampah terus mengembangkan kegiatan mereka.

    "Penghargaan ini memang sebagai pemicu semangat agar mereka terus berkembang dan memberi pengaruh positif di lingkungannya," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, hingga tahun 2025 terdapat 90 unit bank sampah aktif di Kota Samarinda. Meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan, kata dia, jumlah nasabah bank sampah meningkat pesat hingga mencapai sekitar 490 orang.

    Ia juga mengungkapkan, ada bank sampah yang sudah mulai memberikan pinjaman dana bagi anggotanya tanpa bunga dan hanya dikenakan biaya administrasi ringan.

    Selain itu, DLH juga terus melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat dan mahasiswa yang terlibat dalam pembangunan serta pengelolaan bank sampah.

    "Kami siap melakukan pendampingan. Kolaborasi antara mahasiswa dan DLH harus berjalan dua arah, supaya bank sampah yang dibentuk bukan hanya seremonial, tapi benar-benar berkembang," ujarnya.

    Suwarso berharap penghargaan ini dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    "Jangan lupa bahwa ini bukan semata soal nilai ekonomi. Siapa pun yang mencintai lingkungan, kebaikan dan keamanan akan kembali padanya," tegasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Berikan Penghargaan 10 Pengelola Sampah Terbaik se-Kota Samarinda

    Penulis:Umar Daud|Redaktur:Rusdianto
    30 Oktober 2025 pukul 19:38 WITA

    Pemberian penghargaan 10 pengelola sampah terbaik se-Kota Samarinda (Foto : Umar Daud/Seputarfakta.com)

    Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyematkan penghargaan pengelolaan bank sampah unit terbaik tahun 2025 Kota Samarinda. Kegiatan ini berlangsung di Ballroom Swiss-Belhotel Borneo Samarinda, Kamis (30/10/2025).

    Dalam acara tersebut, sebanyak 10 bank sampah terbaik mendapat penghargaan atas kontribusinya dalam pengelolaan sampah di tingkat masyarakat. Selain itu, diberikan pula apresiasi kepada kecamatan dan kelurahan pembina terbaik, serta pengumpul sampah terbanyak di Kota Samarinda.

    PLT Kepala DLH Kota Samarinda, Suwarso, mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap para penggiat lingkungan yang peduli dengan pengelolaan sampah di Kota Tepian.

    "Kegiatan ini bentuk apesiasi kepada pegiat pedulu sampah se-Kota Samarinda. Terutam kepada bank-bank sampah unit yang telah berperan dalam pengurangan sampah sekaligus memberikan nilai ekonomi," ujar Suwarso.

    Menurutnya, penghargaan ini bersifat stimulan agar para pengelola dan pembina bank sampah terus mengembangkan kegiatan mereka.

    "Penghargaan ini memang sebagai pemicu semangat agar mereka terus berkembang dan memberi pengaruh positif di lingkungannya," jelasnya.

    Suwarso menambahkan, hingga tahun 2025 terdapat 90 unit bank sampah aktif di Kota Samarinda. Meskipun peningkatannya tidak terlalu signifikan, kata dia, jumlah nasabah bank sampah meningkat pesat hingga mencapai sekitar 490 orang.

    Ia juga mengungkapkan, ada bank sampah yang sudah mulai memberikan pinjaman dana bagi anggotanya tanpa bunga dan hanya dikenakan biaya administrasi ringan.

    Selain itu, DLH juga terus melakukan pembinaan terhadap kelompok masyarakat dan mahasiswa yang terlibat dalam pembangunan serta pengelolaan bank sampah.

    "Kami siap melakukan pendampingan. Kolaborasi antara mahasiswa dan DLH harus berjalan dua arah, supaya bank sampah yang dibentuk bukan hanya seremonial, tapi benar-benar berkembang," ujarnya.

    Suwarso berharap penghargaan ini dapat memotivasi lebih banyak pihak untuk ikut serta dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    "Jangan lupa bahwa ini bukan semata soal nilai ekonomi. Siapa pun yang mencintai lingkungan, kebaikan dan keamanan akan kembali padanya," tegasnya.

    (Sf/Rs)