Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pemerintah Kota Balikpapan menerima tim verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak(KLA) di ruang VIP Room Balai Kota, Selasa (10/6/2025). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak. Dalam evaluasi terbaru program Kota Ramah Anak, Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa hal ini bukan semata-mata untuk mengikuti lomba atau meraih penghargaan, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak di kota ini.

    Dalam keterangannya, Bagus mengungkapkan bahwa ada lima klaster utama yang menjadi fokus perhatian dalam penilaian Kota Ramah Anak. Kelima klaster tersebut mencakup sektor pendidikan (khususnya SD dan SMP), tempat ibadah, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota.

    “Setiap klaster sudah memiliki kriteria dan indikator tertentu yang harus dipenuhi. Ini menjadi standar bagi lingkungan yang benar-benar layak dan ramah bagi anak-anak,” ujar Wawali Bagus kepada awak media, Selasa (10/6/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya menjadikan prinsip ramah anak sebagai bagian dari sistem kerja dan program rutin seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan sekadar persiapan menjelang lomba atau penilaian.

    “Jadi ada lomba atau tidak, kita harus tetap menjadi kota yang ramah anak. Ini soal komitmen, bukan sekadar prestasi,” tegasnya.

    Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Balikpapan telah membentuk Gugus Tugas Khusus Kota Ramah Anak. Gugus tugas ini bertugas memastikan seluruh klaster memahami dan menerapkan indikator ramah anak dalam setiap kegiatan dan layanan publik.

    Salah satu bentuk nyata yang sedang dikembangkan adalah program Satu Taman, Satu Kecamatan. Program ini bertujuan menghadirkan RTH di setiap wilayah kecamatan, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain anak, tapi juga ruang aman untuk berkumpul, berinteraksi, bahkan sebagai tujuan wisata lokal yang murah meriah.

    “Ke depan, sosialisasi akan terus digencarkan. Semua pihak harus memahami peran dan tanggung jawabnya. Baik itu sekolah, puskesmas, masjid, maupun taman kota semuanya harus memenuhi unsur-unsur ramah anak,” tambahnya.

    Dengan adanya program-program ini, Pemkot berharap dapat membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, aman, dan menyenangkan.

    “Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam aspek pendidikan, kesehatan, spiritualitas, dan sosial anak-anak Balikpapan,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Tegaskan Komitmen Wujudkan Kota Ramah Anak

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Pemerintah Kota Balikpapan menerima tim verifikasi lapangan evaluasi Kota Layak Anak(KLA) di ruang VIP Room Balai Kota, Selasa (10/6/2025). (Foto: Humas/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang ramah anak. Dalam evaluasi terbaru program Kota Ramah Anak, Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menegaskan bahwa hal ini bukan semata-mata untuk mengikuti lomba atau meraih penghargaan, melainkan merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak di kota ini.

    Dalam keterangannya, Bagus mengungkapkan bahwa ada lima klaster utama yang menjadi fokus perhatian dalam penilaian Kota Ramah Anak. Kelima klaster tersebut mencakup sektor pendidikan (khususnya SD dan SMP), tempat ibadah, fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota.

    “Setiap klaster sudah memiliki kriteria dan indikator tertentu yang harus dipenuhi. Ini menjadi standar bagi lingkungan yang benar-benar layak dan ramah bagi anak-anak,” ujar Wawali Bagus kepada awak media, Selasa (10/6/2025).

    Ia juga menekankan pentingnya menjadikan prinsip ramah anak sebagai bagian dari sistem kerja dan program rutin seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), bukan sekadar persiapan menjelang lomba atau penilaian.

    “Jadi ada lomba atau tidak, kita harus tetap menjadi kota yang ramah anak. Ini soal komitmen, bukan sekadar prestasi,” tegasnya.

    Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Balikpapan telah membentuk Gugus Tugas Khusus Kota Ramah Anak. Gugus tugas ini bertugas memastikan seluruh klaster memahami dan menerapkan indikator ramah anak dalam setiap kegiatan dan layanan publik.

    Salah satu bentuk nyata yang sedang dikembangkan adalah program Satu Taman, Satu Kecamatan. Program ini bertujuan menghadirkan RTH di setiap wilayah kecamatan, yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat bermain anak, tapi juga ruang aman untuk berkumpul, berinteraksi, bahkan sebagai tujuan wisata lokal yang murah meriah.

    “Ke depan, sosialisasi akan terus digencarkan. Semua pihak harus memahami peran dan tanggung jawabnya. Baik itu sekolah, puskesmas, masjid, maupun taman kota semuanya harus memenuhi unsur-unsur ramah anak,” tambahnya.

    Dengan adanya program-program ini, Pemkot berharap dapat membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, aman, dan menyenangkan.

    “Tidak hanya secara fisik, tetapi juga dalam aspek pendidikan, kesehatan, spiritualitas, dan sosial anak-anak Balikpapan,” paparnya.

    (Sf/Rs)