Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Siapkan Pengembangan 56 Ha Sawah Baru di Gunung Binjai

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya a
    19 Mei 2026 pukul 16:27 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ajak petani sawah di Gunung Binjai berbicara perihal kedala yang masih dihadapi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama dinas terkait meninjau kawasan persawahan di Gunung Binjai, Balikpapan Timur, Selasa (19/5/2026) untuk memastikan kondisi ketahanan pangan serta kebutuhan para petani tetap terpenuhi.

    Dalam peninjauan tersebut, Bagus menyampaikan bahwa area persawahan yang dikelola kelompok tani saat ini memiliki luas sekitar 42 hektare.

    “Pemerintah telah memberikan dukungan berupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang dua kilometer dan saluran irigasi teknis yang menjadi sumber pengairan sawah,” ucap Bagus kepada awak media.

    Selain lahan yang sudah aktif, masih terdapat potensi pengembangan sekitar 56 hektare lagi. Pemerintah berencana mengalokasikan program lanjutan pada tahun berikutnya, meliputi pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi cetak sawah, serta pengembangan saluran irigasi.

    “Serta menyoroti tantangan terkait sumber air di kawasan tersebut. Pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan pembangunan sumur air dalam, guna membantu kebutuhan irigasi sawah di lokasi itu,” jelasnya.

    Bagus mengungkapkan rasa syukur karena tanaman padi diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar 15 hari lagi. Ia berharap tidak ada gangguan hama maupun serangan burung karena kondisi padi sudah mulai menguning.

    Menurutnya, kawasan persawahan di Gunung Binjai diharapkan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kota Balikpapan.

    “Untuk pemasaran hasil panen, gabah kering dari sawah tersebut disebut telah bekerja sama dengan Perum Bulog sehingga penyerapan hasil panen petani dapat lebih terjamin,” akunya.

    Pemerintah juga berupaya menambah dukungan alat dan mesin pertanian, baik melalui bantuan pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Siapkan Pengembangan 56 Ha Sawah Baru di Gunung Binjai

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya a
    19 Mei 2026 pukul 16:27 WITA

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo ajak petani sawah di Gunung Binjai berbicara perihal kedala yang masih dihadapi. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo bersama dinas terkait meninjau kawasan persawahan di Gunung Binjai, Balikpapan Timur, Selasa (19/5/2026) untuk memastikan kondisi ketahanan pangan serta kebutuhan para petani tetap terpenuhi.

    Dalam peninjauan tersebut, Bagus menyampaikan bahwa area persawahan yang dikelola kelompok tani saat ini memiliki luas sekitar 42 hektare.

    “Pemerintah telah memberikan dukungan berupa pembangunan jalan usaha tani sepanjang dua kilometer dan saluran irigasi teknis yang menjadi sumber pengairan sawah,” ucap Bagus kepada awak media.

    Selain lahan yang sudah aktif, masih terdapat potensi pengembangan sekitar 56 hektare lagi. Pemerintah berencana mengalokasikan program lanjutan pada tahun berikutnya, meliputi pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi cetak sawah, serta pengembangan saluran irigasi.

    “Serta menyoroti tantangan terkait sumber air di kawasan tersebut. Pemerintah tengah mempertimbangkan kemungkinan pembangunan sumur air dalam, guna membantu kebutuhan irigasi sawah di lokasi itu,” jelasnya.

    Bagus mengungkapkan rasa syukur karena tanaman padi diperkirakan akan memasuki masa panen sekitar 15 hari lagi. Ia berharap tidak ada gangguan hama maupun serangan burung karena kondisi padi sudah mulai menguning.

    Menurutnya, kawasan persawahan di Gunung Binjai diharapkan menjadi salah satu penopang ketahanan pangan di Kota Balikpapan.

    “Untuk pemasaran hasil panen, gabah kering dari sawah tersebut disebut telah bekerja sama dengan Perum Bulog sehingga penyerapan hasil panen petani dapat lebih terjamin,” akunya.

    Pemerintah juga berupaya menambah dukungan alat dan mesin pertanian, baik melalui bantuan pemerintah kota, pemerintah provinsi, maupun dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

    (Sf/Lo)