Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Siapkan Jalan Alternatif untuk Urai Kemacetan di Balikpapan Baru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:40 WITA

    Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan buka jalan alternatif untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Balikpapan Baru. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyiapkan pembangunan jalan alternatif di kawasan Balikpapan Baru. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus mengurangi pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan perumahan tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman menyampaikan, pembangunan jalan alternatif menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menata arus kendaraan di kawasan Balikpapan Baru.

    Menurutnya, jalan alternatif tersebut nantinya dapat memberikan pilihan akses bagi masyarakat, baik menuju kawasan Pasar Segar maupun ke arah Jalan Ring Road dan Jalan MT Haryono.

    “Ini merupakan upaya Pemkot bersama DPU membangun alternatif jalan baru untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi dan meminimalisir pelanggaran lalu lintas di wilayah Balikpapan Baru,” jelas Fadli kepada media, Kamis (17/9/2026).

    Di sisi lain, Dishub juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah akses jalan di kawasan tersebut. Salah satunya terkait jalur yang selama ini digunakan menuju kawasan kantor pos.

    Fadli menjelaskan, jalur tersebut pada dasarnya diperuntukkan sebagai jalan satu arah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendaraan yang melintas dari dua arah, sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

    “Yang sementara kami pertimbangkan untuk ditutup justru jalur yang biasa dilewati untuk menuju kantor pos. Itu satu jalur, tetapi sering terjadi pelanggaran karena digunakan dari dua sisi,” terangnya.

    Sementara itu, akses di kawasan minimarket Falda tetap dipertahankan. Menurutnya, jalur tersebut masih dibutuhkan sebagai akses alternatif bagi kendaraan yang keluar dari kawasan perumahan maupun kendaraan dari rumah sakit yang hendak masuk ke Balikpapan Baru.

    “Di Falda tetap aktif karena menjadi jalan alternatif bagi pengguna jalan yang keluar dari perumahan Pemkot maupun dari rumah sakit yang ingin masuk ke Balikpapan Baru,” imbuhnya.

    Selain penataan akses di Balikpapan Baru, Dishub juga menindaklanjuti hasil Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Wika.

    Salah satu opsi yang disiapkan adalah menerapkan sistem satu arah pada jalur dari Jalan Syarifuddin Yoes menuju kawasan tersebut. Rekayasa ini akan menjadi langkah lanjutan setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di lapangan.

    “Yang kedua, tindak lanjut dari Forum LLAJ, nanti di Simpang Wika yang menuju dari Syarifuddin Yoes juga rencananya akan kita satu arahkan. Itu menjadi langkah berikutnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Siapkan Jalan Alternatif untuk Urai Kemacetan di Balikpapan Baru

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    17 September 2026 pukul 12:40 WITA

    Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan buka jalan alternatif untuk mengurai kemacetan yang terjadi di wilayah Balikpapan Baru. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama Dinas Pekerjaan Umum (DPU) menyiapkan pembangunan jalan alternatif di kawasan Balikpapan Baru. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurai kepadatan lalu lintas, sekaligus mengurangi pelanggaran lalu lintas yang kerap terjadi di kawasan perumahan tersebut.

    Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman menyampaikan, pembangunan jalan alternatif menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menata arus kendaraan di kawasan Balikpapan Baru.

    Menurutnya, jalan alternatif tersebut nantinya dapat memberikan pilihan akses bagi masyarakat, baik menuju kawasan Pasar Segar maupun ke arah Jalan Ring Road dan Jalan MT Haryono.

    “Ini merupakan upaya Pemkot bersama DPU membangun alternatif jalan baru untuk mengurai kemacetan yang sering terjadi dan meminimalisir pelanggaran lalu lintas di wilayah Balikpapan Baru,” jelas Fadli kepada media, Kamis (17/9/2026).

    Di sisi lain, Dishub juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah akses jalan di kawasan tersebut. Salah satunya terkait jalur yang selama ini digunakan menuju kawasan kantor pos.

    Fadli menjelaskan, jalur tersebut pada dasarnya diperuntukkan sebagai jalan satu arah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan kendaraan yang melintas dari dua arah, sehingga berpotensi menimbulkan pelanggaran dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

    “Yang sementara kami pertimbangkan untuk ditutup justru jalur yang biasa dilewati untuk menuju kantor pos. Itu satu jalur, tetapi sering terjadi pelanggaran karena digunakan dari dua sisi,” terangnya.

    Sementara itu, akses di kawasan minimarket Falda tetap dipertahankan. Menurutnya, jalur tersebut masih dibutuhkan sebagai akses alternatif bagi kendaraan yang keluar dari kawasan perumahan maupun kendaraan dari rumah sakit yang hendak masuk ke Balikpapan Baru.

    “Di Falda tetap aktif karena menjadi jalan alternatif bagi pengguna jalan yang keluar dari perumahan Pemkot maupun dari rumah sakit yang ingin masuk ke Balikpapan Baru,” imbuhnya.

    Selain penataan akses di Balikpapan Baru, Dishub juga menindaklanjuti hasil Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) untuk melakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Simpang Wika.

    Salah satu opsi yang disiapkan adalah menerapkan sistem satu arah pada jalur dari Jalan Syarifuddin Yoes menuju kawasan tersebut. Rekayasa ini akan menjadi langkah lanjutan setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi lalu lintas di lapangan.

    “Yang kedua, tindak lanjut dari Forum LLAJ, nanti di Simpang Wika yang menuju dari Syarifuddin Yoes juga rencananya akan kita satu arahkan. Itu menjadi langkah berikutnya,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)