Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Selidiki Penyebab Beras Premium Masih Lampaui HET

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 17:01 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menelusuri penyebab harga beras premium yang masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyebutkan pihaknya ingin memastikan di mana titik kenaikan harga terjadi, apakah daerah pemasok atau jalur distribusi menuju Balikpapan.

    “Kami perlu tahu penyebab pastinya. Kalau harga dari daerah asal masih sesuai HET, berarti ada masalah di rantai distribusi,” ucap Bagus kepada awak media, Sabtu (1/11/2025).

    Menurut laporan Satgas Pangan, harga beras premium di pasar tradisional memang belum turun ke batas HET, meski stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah pusat dinilai cukup aman.

    Sejumlah distributor juga mengaku harga modal beras dari daerah pemasok seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sudah lebih tinggi dari HET nasional. Kondisi ini mendorong harga jual di tingkat pengecer ikut naik.

    “Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Pemkot Balikpapan akan meminta bantuan Polda Kaltim menelusuri rantai pasok antardaerah,” jelasnya

    Bagus menegaskan selain pengawasan distribusi, para pelaku usaha juga diminta menerapkan etika bisnis yang sehat. Ia mengingatkan agar tidak ada yang menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar.

    “Mencari untung boleh, tapi jangan sampai merugikan masyarakat. Jika ada praktik curang, tentu akan kami tindak,” tegasnya.

    Sebagai langkah konkret, Pemkot Balikpapan akan memperbarui informasi harga bahan pokok secara rutin melalui kanal resmi Dinas Perdagangan, baik secara daring maupun langsung di pasar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kepanikan dan pembelian berlebihan menjelang akhir tahun.

    Bagus juga menilai, pengendalian harga hanya bisa efektif jika melibatkan banyak pihak. Karena itu, Pemkot mendorong kerja sama lintas instansi, mulai dari Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, pengelola pasar, hingga aparat keamanan.

    “Kalau perlu Satpol PP juga ikut dalam operasi pasar dan pemantauan harga di lapangan,” imbuhnya.

    Ia memastikan stok beras SPHP dari pemerintah pusat masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. “Yang penting sekarang adalah memastikan harga beras premium kembali ke batas HET,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Selidiki Penyebab Beras Premium Masih Lampaui HET

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Lodya A
    01 November 2025 pukul 17:01 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan tengah menelusuri penyebab harga beras premium yang masih melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di sejumlah pasar.

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menyebutkan pihaknya ingin memastikan di mana titik kenaikan harga terjadi, apakah daerah pemasok atau jalur distribusi menuju Balikpapan.

    “Kami perlu tahu penyebab pastinya. Kalau harga dari daerah asal masih sesuai HET, berarti ada masalah di rantai distribusi,” ucap Bagus kepada awak media, Sabtu (1/11/2025).

    Menurut laporan Satgas Pangan, harga beras premium di pasar tradisional memang belum turun ke batas HET, meski stok beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari pemerintah pusat dinilai cukup aman.

    Sejumlah distributor juga mengaku harga modal beras dari daerah pemasok seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan sudah lebih tinggi dari HET nasional. Kondisi ini mendorong harga jual di tingkat pengecer ikut naik.

    “Untuk memastikan kebenaran informasi itu, Pemkot Balikpapan akan meminta bantuan Polda Kaltim menelusuri rantai pasok antardaerah,” jelasnya

    Bagus menegaskan selain pengawasan distribusi, para pelaku usaha juga diminta menerapkan etika bisnis yang sehat. Ia mengingatkan agar tidak ada yang menimbun atau menaikkan harga secara tidak wajar.

    “Mencari untung boleh, tapi jangan sampai merugikan masyarakat. Jika ada praktik curang, tentu akan kami tindak,” tegasnya.

    Sebagai langkah konkret, Pemkot Balikpapan akan memperbarui informasi harga bahan pokok secara rutin melalui kanal resmi Dinas Perdagangan, baik secara daring maupun langsung di pasar. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kepanikan dan pembelian berlebihan menjelang akhir tahun.

    Bagus juga menilai, pengendalian harga hanya bisa efektif jika melibatkan banyak pihak. Karena itu, Pemkot mendorong kerja sama lintas instansi, mulai dari Dinas Perdagangan, Satgas Pangan, pengelola pasar, hingga aparat keamanan.

    “Kalau perlu Satpol PP juga ikut dalam operasi pasar dan pemantauan harga di lapangan,” imbuhnya.

    Ia memastikan stok beras SPHP dari pemerintah pusat masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. “Yang penting sekarang adalah memastikan harga beras premium kembali ke batas HET,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)