Cari disini...
Seputar Kaltim
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma berharap acara IIMS Garage diharapkan memberikan dampak ekonomi. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage kembali menyasar potensi pasar kendaraan di Kota Balikpapan. Berkaca dari capaian transaksi tahun lalu yang mencapai Rp33 miliar, penyelenggaraan tahun kedua pada 21–25 Oktober 2026 di Pentacity Mall Balikpapan, diharapkan mampu mendongkrak penjualan kendaraan sekaligus memberikan efek ekonomi bagi sektor lainnya.
IIMS Garage juga diarahkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas pasar, memperkenalkan inovasi otomotif, serta mendekatkan perkembangan teknologi kendaraan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, Balikpapan kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki ekosistem otomotif yang terus berkembang.
Potensi tersebut tercermin dari hasil penyelenggaraan tahun lalu. Ketika itu, target transaksi yang dipatok sekitar Rp10 miliar berhasil terlampaui dengan capaian kurang lebih Rp33 miliar.
“Pertumbuhan ekosistem otomotif di Balikpapan bergerak sangat baik. Terbukti tahun lalu dari target Rp10 miliar, tercapai sekitar Rp33 miliar,” kata Ratih kepada media, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, perkembangan pasar otomotif di Balikpapan turut ditopang keberadaan komunitas otomotif, serta potensi talenta muda di bidang tersebut. Faktor ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan industri otomotif, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat.
“Selain mendorong penjualan kendaraan, penyelenggaraan IIMS Garage diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi sektor perhotelan,” harapan Kadisparpora.
Aktivitas pameran berpotensi mendatangkan pengunjung dari luar daerah yang membutuhkan akomodasi selama berada di Balikpapan. Sejumlah hotel di kawasan Balikpapan Superblock (BSB), seperti Jatra Hotel, Pentacity, Astara Hotel dan Grand Jatra, dilaporkan telah menerima pemesanan kamar menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap hotel-hotel lainnya juga merasakan dampaknya karena pengunjung yang datang tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari luar daerah,” sebutnya.
Dampak tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku industri otomotif dan perhotelan, tetapi juga sektor pendukung lain yang berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung.
Ratih juga menilai IIMS Garage dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi kendaraan. Berbagai inovasi, termasuk mobil listrik dan sistem transmisi otomatis, menjadi bagian dari perubahan industri otomotif yang perlu dipahami konsumen.
“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan memiliki wawasan lebih luas mengenai pilihan kendaraan dan perkembangan teknologi yang terus mengalami perubahan,” terangnya.
General Manager Dyandra Promosindo, Tofan Majuwardi menambahkan, penyelenggaraan IIMS Garage di Balikpapan merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pameran otomotif ke sejumlah kota di Indonesia.
Balikpapan dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perekonomian di Kaltim. Kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi pertimbangan penyelenggara dalam menentukan lokasi kegiatan.
“Bagi kami, Balikpapan bukan sekadar kota penyelenggara. Kami melakukan survei dan melihat pusat ekonomi Kaltim ada di sini, ditambah lokasinya yang dekat dengan IKN,” tambah Tofan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, komunitas otomotif, serta berbagai pihak yang terlibat dalam menyukseskan pameran tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun ini, IIMS Garage Balikpapan menghadirkan 15 merek otomotif. Penyelenggara juga menyiapkan sejumlah program promosi untuk menarik minat pengunjung, sekaligus mendorong transaksi selama pameran berlangsung.
Salah satu penawaran yang disiapkan adalah program cashback dengan total nilai hingga Rp150 juta. Selain itu, terdapat dukungan program dari mitra perbankan dan perusahaan pembiayaan untuk membantu masyarakat dalam pembelian kendaraan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman otomotif yang lebih dekat dengan masyarakat. Jadi bukan hanya pameran kendaraan, tetapi juga ada berbagai kegiatan pendukung yang bisa dinikmati pengunjung,” ungkapnya.
Dengan mengandalkan potensi pasar lokal, kehadiran pengunjung dari luar daerah, serta partisipasi 15 merek otomotif, IIMS Garage Balikpapan diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang jual beli kendaraan.
Pameran ini juga diharapkan memperkuat aktivitas bisnis, memperluas edukasi teknologi otomotif, dan memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma berharap acara IIMS Garage diharapkan memberikan dampak ekonomi. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) Garage kembali menyasar potensi pasar kendaraan di Kota Balikpapan. Berkaca dari capaian transaksi tahun lalu yang mencapai Rp33 miliar, penyelenggaraan tahun kedua pada 21–25 Oktober 2026 di Pentacity Mall Balikpapan, diharapkan mampu mendongkrak penjualan kendaraan sekaligus memberikan efek ekonomi bagi sektor lainnya.
IIMS Garage juga diarahkan menjadi ruang bagi pelaku industri untuk memperluas pasar, memperkenalkan inovasi otomotif, serta mendekatkan perkembangan teknologi kendaraan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Balikpapan, Cokorda Ratih Kusuma mengatakan, Balikpapan kembali dipercaya menjadi tuan rumah karena memiliki ekosistem otomotif yang terus berkembang.
Potensi tersebut tercermin dari hasil penyelenggaraan tahun lalu. Ketika itu, target transaksi yang dipatok sekitar Rp10 miliar berhasil terlampaui dengan capaian kurang lebih Rp33 miliar.
“Pertumbuhan ekosistem otomotif di Balikpapan bergerak sangat baik. Terbukti tahun lalu dari target Rp10 miliar, tercapai sekitar Rp33 miliar,” kata Ratih kepada media, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, perkembangan pasar otomotif di Balikpapan turut ditopang keberadaan komunitas otomotif, serta potensi talenta muda di bidang tersebut. Faktor ini menjadi modal penting untuk menjaga keberlanjutan industri otomotif, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara pelaku usaha dan masyarakat.
“Selain mendorong penjualan kendaraan, penyelenggaraan IIMS Garage diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, termasuk bagi sektor perhotelan,” harapan Kadisparpora.
Aktivitas pameran berpotensi mendatangkan pengunjung dari luar daerah yang membutuhkan akomodasi selama berada di Balikpapan. Sejumlah hotel di kawasan Balikpapan Superblock (BSB), seperti Jatra Hotel, Pentacity, Astara Hotel dan Grand Jatra, dilaporkan telah menerima pemesanan kamar menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Kami berharap hotel-hotel lainnya juga merasakan dampaknya karena pengunjung yang datang tidak hanya dari Balikpapan, tetapi juga dari luar daerah,” sebutnya.
Dampak tersebut diharapkan tidak hanya dirasakan pelaku industri otomotif dan perhotelan, tetapi juga sektor pendukung lain yang berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya aktivitas pengunjung.
Ratih juga menilai IIMS Garage dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal perkembangan teknologi kendaraan. Berbagai inovasi, termasuk mobil listrik dan sistem transmisi otomatis, menjadi bagian dari perubahan industri otomotif yang perlu dipahami konsumen.
“Melalui pameran ini, masyarakat diharapkan memiliki wawasan lebih luas mengenai pilihan kendaraan dan perkembangan teknologi yang terus mengalami perubahan,” terangnya.
General Manager Dyandra Promosindo, Tofan Majuwardi menambahkan, penyelenggaraan IIMS Garage di Balikpapan merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pameran otomotif ke sejumlah kota di Indonesia.
Balikpapan dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat perekonomian di Kaltim. Kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga menjadi pertimbangan penyelenggara dalam menentukan lokasi kegiatan.
“Bagi kami, Balikpapan bukan sekadar kota penyelenggara. Kami melakukan survei dan melihat pusat ekonomi Kaltim ada di sini, ditambah lokasinya yang dekat dengan IKN,” tambah Tofan.
Ia mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Balikpapan, komunitas otomotif, serta berbagai pihak yang terlibat dalam menyukseskan pameran tersebut.
Pada penyelenggaraan tahun ini, IIMS Garage Balikpapan menghadirkan 15 merek otomotif. Penyelenggara juga menyiapkan sejumlah program promosi untuk menarik minat pengunjung, sekaligus mendorong transaksi selama pameran berlangsung.
Salah satu penawaran yang disiapkan adalah program cashback dengan total nilai hingga Rp150 juta. Selain itu, terdapat dukungan program dari mitra perbankan dan perusahaan pembiayaan untuk membantu masyarakat dalam pembelian kendaraan.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman otomotif yang lebih dekat dengan masyarakat. Jadi bukan hanya pameran kendaraan, tetapi juga ada berbagai kegiatan pendukung yang bisa dinikmati pengunjung,” ungkapnya.
Dengan mengandalkan potensi pasar lokal, kehadiran pengunjung dari luar daerah, serta partisipasi 15 merek otomotif, IIMS Garage Balikpapan diharapkan menjadi lebih dari sekadar ajang jual beli kendaraan.
Pameran ini juga diharapkan memperkuat aktivitas bisnis, memperluas edukasi teknologi otomotif, dan memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
(Sf/Lo)