Pemkot Balikpapan Pertimbangkan Lahan Eks Sirkuit untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Mei 2026 04:41 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memastikan lahan pembangunan sekolah rakyat di wilayah Balikpapan Timur. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempertimbangkan pemanfaatan sebagian lahan aset daerah yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sirkuit sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 76 hektare dan dinilai berpotensi mendukung program pendidikan masyarakat.

    “Dari total lahan sekitar 76 hektare itu, kami mencoba mengambil sebagian dan mudah-mudahan bisa digunakan untuk usulan Sekolah Rakyat,” ucap Bagus saat meninjau lokasi, Selasa (19/5/2026).

    Ia menjelaskan, akses menuju kawasan tersebut sudah mulai terbuka. Dari total jalur menuju lokasi sepanjang hampir tiga kilometer, sekitar satu kilometer di antaranya telah menggunakan rigid pavement atau jalan beton, sementara sisanya masih berupa jalan tanah.

    “Kami tadi sudah masuk ke lokasi. Kurang lebih hampir tiga kilometer akses jalannya, satu kilometernya sudah rigid pavement, sisanya masih jalan tanah,” akunya.

    Menurut Bagus, lokasi tersebut menjadi salah satu potensi pengembangan wilayah kota di masa mendatang. Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi final pembangunan.

    Untuk pembangunan Sekolah Rakyat sendiri, pemerintah diperkirakan hanya membutuhkan lahan sekitar tujuh hektare. Selain lahan eks sirkuit, Pemkot Balikpapan juga memiliki opsi lain di kawasan Kilometer 13, tepatnya di area bumi perkemahan.

    “Nah ini salah satu opsi, tetapi semuanya nanti akan dipertimbangkan dari sisi prioritas, kemudahan, dan manfaat untuk perkembangan kota ke depan,” jelasnya.

    Bagus menuturkan, kondisi lahan saat ini masih berupa tanah kosong sehingga dinilai memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan baru penunjang pertumbuhan ekonomi kota.

    Dia menyebut pengembangan wilayah timur dan utara Balikpapan menjadi fokus pemerintah daerah, karena kawasan perkotaan saat ini mulai terbatas.

    “Kalau di kota kan kami sudah terbatas. Nah ini daerah timur dan daerah utara yang akan coba kami kembangkan supaya ada generator ekonomi baru di lokasi tersebut,” imbuhnya.

    Menurutnya, pengembangan kawasan itu nantinya dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian, fasilitas pendidikan, hingga kegiatan yang menunjang perekonomian masyarakat.

    Terkait anggaran pembangunan, Wawali mengatakan pembahasan masih belum sampai pada tahap tersebut. Saat ini pemerintah daerah masih fokus pada tahap pengusulan program dan kesiapan lokasi.

    “Untuk anggaran belum sampai ke situ. Yang jelas kami baru mengusulkan beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan,” ujarnya.

    Ditambahkan, Pemkot Balikpapan kemungkinan akan membantu pembangunan akses jalan menuju lokasi, sedangkan pembangunan utama Sekolah Rakyat tetap menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkot Balikpapan Pertimbangkan Lahan Eks Sirkuit untuk Pembangunan Sekolah Rakyat

    Seputarfakta.com - Maya Sari -

    Seputar Kaltim

    20 Mei 2026 04:41 WIB

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo memastikan lahan pembangunan sekolah rakyat di wilayah Balikpapan Timur. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mempertimbangkan pemanfaatan sebagian lahan aset daerah yang sebelumnya direncanakan untuk pembangunan sirkuit sebagai lokasi pembangunan Sekolah Rakyat.

    Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, kawasan tersebut memiliki luas sekitar 76 hektare dan dinilai berpotensi mendukung program pendidikan masyarakat.

    “Dari total lahan sekitar 76 hektare itu, kami mencoba mengambil sebagian dan mudah-mudahan bisa digunakan untuk usulan Sekolah Rakyat,” ucap Bagus saat meninjau lokasi, Selasa (19/5/2026).

    Ia menjelaskan, akses menuju kawasan tersebut sudah mulai terbuka. Dari total jalur menuju lokasi sepanjang hampir tiga kilometer, sekitar satu kilometer di antaranya telah menggunakan rigid pavement atau jalan beton, sementara sisanya masih berupa jalan tanah.

    “Kami tadi sudah masuk ke lokasi. Kurang lebih hampir tiga kilometer akses jalannya, satu kilometernya sudah rigid pavement, sisanya masih jalan tanah,” akunya.

    Menurut Bagus, lokasi tersebut menjadi salah satu potensi pengembangan wilayah kota di masa mendatang. Pemkot Balikpapan akan mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menentukan lokasi final pembangunan.

    Untuk pembangunan Sekolah Rakyat sendiri, pemerintah diperkirakan hanya membutuhkan lahan sekitar tujuh hektare. Selain lahan eks sirkuit, Pemkot Balikpapan juga memiliki opsi lain di kawasan Kilometer 13, tepatnya di area bumi perkemahan.

    “Nah ini salah satu opsi, tetapi semuanya nanti akan dipertimbangkan dari sisi prioritas, kemudahan, dan manfaat untuk perkembangan kota ke depan,” jelasnya.

    Bagus menuturkan, kondisi lahan saat ini masih berupa tanah kosong sehingga dinilai memungkinkan untuk dikembangkan menjadi kawasan baru penunjang pertumbuhan ekonomi kota.

    Dia menyebut pengembangan wilayah timur dan utara Balikpapan menjadi fokus pemerintah daerah, karena kawasan perkotaan saat ini mulai terbatas.

    “Kalau di kota kan kami sudah terbatas. Nah ini daerah timur dan daerah utara yang akan coba kami kembangkan supaya ada generator ekonomi baru di lokasi tersebut,” imbuhnya.

    Menurutnya, pengembangan kawasan itu nantinya dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hunian, fasilitas pendidikan, hingga kegiatan yang menunjang perekonomian masyarakat.

    Terkait anggaran pembangunan, Wawali mengatakan pembahasan masih belum sampai pada tahap tersebut. Saat ini pemerintah daerah masih fokus pada tahap pengusulan program dan kesiapan lokasi.

    “Untuk anggaran belum sampai ke situ. Yang jelas kami baru mengusulkan beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan,” ujarnya.

    Ditambahkan, Pemkot Balikpapan kemungkinan akan membantu pembangunan akses jalan menuju lokasi, sedangkan pembangunan utama Sekolah Rakyat tetap menjadi tanggung jawab Kementerian Sosial.

    (Sf/Lo)