Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Percepat Proyek Drainase Inhutani

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Atasi masalah genangan air di inhutani, Pemerintah Kota Balikpapan anggaran Rp10 miliar untuk proyek drainase. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Genangan air yang sering terjadi di kawasan Inhutani hingga pertigaan Jalan Beller, Balikpapan Selatan, kini mulai ditangani serius oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), proyek drainase di area tersebut resmi dilanjutkan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan bahwa proyek drainase sepanjang 250 meter ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya di kawasan MT Haryono yang dinilai berhasil mengatasi genangan.

    “Setelah kawasan MT Haryono ditangani, genangannya justru pindah ke arah Inhutani. Ini kami lanjutkan agar saluran air lebih terintegrasi dan tidak menimbulkan genangan baru,” ucap Jen Supriyanto usai meninjau lokasi, Rabu (11/6/2025).

    Dengan anggaran sekitar Rp10 miliar, proyek ini mencakup perbaikan saluran air serta penataan trotoar. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan baru bisa menjangkau hingga depan dealer Toyota.

    Menurut Jen, genangan di wilayah ini diperparah oleh penyempitan saluran di ujung jalan dekat lampu merah, serta kerusakan pada saluran induk yang dikenal dengan sebutan Saluran Inhutani.

    “Aliran air dari wilayah Sungai Ampal juga menambah beban saluran,” akunya.

    Desain saluran dibuat dengan bentuk vertikal V dan P untuk mengalirkan air lebih maksimal, menggunakan kombinasi beton precast dan pengecoran manual karena kondisi tanah jenuh air.

    “Kalau tidak segera ditangani, genangan bisa berdampak ke lalu lintas dan keselamatan. Belum lagi keluhan dari pelaku usaha dan masyarakat yang setiap hari melintas di jalur ini,” tambahnya.

    Proyek ini juga melibatkan koordinasi dengan instansi seperti PLN, Dishub, PDAM, dan penyedia jaringan utilitas lain. Hal ini penting untuk menghindari gangguan pada kabel, tiang listrik, dan rambu lalu lintas yang berada di sekitar lokasi pengerjaan.

    “Kami sudah koordinasi agar pelaksanaan berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah baru,” terangnya.

    Saat ini, kontraktor PT Arsyaka Karya Gemilang sedang memproduksi material precast di luar lokasi. Pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan segera dimulai dalam waktu dekat.

    Dengan proyek ini, Pemkot berharap masalah banjir di kawasan Inhutani-Beller bisa segera diatasi, sehingga aktivitas warga, bisnis, dan lalu lintas tidak lagi terganggu setiap musim hujan datang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Percepat Proyek Drainase Inhutani

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Atasi masalah genangan air di inhutani, Pemerintah Kota Balikpapan anggaran Rp10 miliar untuk proyek drainase. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Genangan air yang sering terjadi di kawasan Inhutani hingga pertigaan Jalan Beller, Balikpapan Selatan, kini mulai ditangani serius oleh Pemerintah Kota Balikpapan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU), proyek drainase di area tersebut resmi dilanjutkan untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap mengganggu aktivitas warga.

    Kepala Bidang Sumber Daya Air dan Drainase DPU Balikpapan, Jen Supriyanto, menjelaskan bahwa proyek drainase sepanjang 250 meter ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan sebelumnya di kawasan MT Haryono yang dinilai berhasil mengatasi genangan.

    “Setelah kawasan MT Haryono ditangani, genangannya justru pindah ke arah Inhutani. Ini kami lanjutkan agar saluran air lebih terintegrasi dan tidak menimbulkan genangan baru,” ucap Jen Supriyanto usai meninjau lokasi, Rabu (11/6/2025).

    Dengan anggaran sekitar Rp10 miliar, proyek ini mencakup perbaikan saluran air serta penataan trotoar. Namun, keterbatasan anggaran membuat pengerjaan baru bisa menjangkau hingga depan dealer Toyota.

    Menurut Jen, genangan di wilayah ini diperparah oleh penyempitan saluran di ujung jalan dekat lampu merah, serta kerusakan pada saluran induk yang dikenal dengan sebutan Saluran Inhutani.

    “Aliran air dari wilayah Sungai Ampal juga menambah beban saluran,” akunya.

    Desain saluran dibuat dengan bentuk vertikal V dan P untuk mengalirkan air lebih maksimal, menggunakan kombinasi beton precast dan pengecoran manual karena kondisi tanah jenuh air.

    “Kalau tidak segera ditangani, genangan bisa berdampak ke lalu lintas dan keselamatan. Belum lagi keluhan dari pelaku usaha dan masyarakat yang setiap hari melintas di jalur ini,” tambahnya.

    Proyek ini juga melibatkan koordinasi dengan instansi seperti PLN, Dishub, PDAM, dan penyedia jaringan utilitas lain. Hal ini penting untuk menghindari gangguan pada kabel, tiang listrik, dan rambu lalu lintas yang berada di sekitar lokasi pengerjaan.

    “Kami sudah koordinasi agar pelaksanaan berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah baru,” terangnya.

    Saat ini, kontraktor PT Arsyaka Karya Gemilang sedang memproduksi material precast di luar lokasi. Pekerjaan fisik di lapangan ditargetkan segera dimulai dalam waktu dekat.

    Dengan proyek ini, Pemkot berharap masalah banjir di kawasan Inhutani-Beller bisa segera diatasi, sehingga aktivitas warga, bisnis, dan lalu lintas tidak lagi terganggu setiap musim hujan datang.

    (Sf/Rs)