Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Percepat Pemulihan Pasar Sepinggan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 Agustus 2026 pukul 11:03 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat meninjau lokasi kebakaran di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan pasca kebakaran. 

    Langkah pertama dengan membersihkan lokasi terdampak sebelum membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS), agar para pedagang korban kebakaran dapat kembali berjualan dalam waktu dekat.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, pembangunan TPS menjadi prioritas agar roda perekonomian para pedagang tidak berhenti terlalu lama. Setelah proses pembersihan selesai, pemerintah akan langsung melakukan penataan kawasan pasar secara bertahap.

    “Kami bersihkan dulu lokasi ini, kemudian bangunkan TPS supaya pedagang bisa kembali berjualan secepatnya,” ucap Rahmad saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (2/8/2026).

    Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemkot Balikpapan berkoordinasi dengan pedagang yang masih berjualan di sekitar pasar. Selama alat berat bekerja, aktivitas perdagangan diminta dibatasi hingga pukul 10.00 Wita, agar mobilisasi kendaraan pengangkut material tidak terganggu.

    Menurut Rahmad, penataan ulang tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi pasar, tetapi juga menciptakan kawasan yang lebih rapi dan nyaman.

    Seluruh bangunan yang nantinya dibangun akan memiliki ukuran dan bentuk yang seragam, sehingga wajah Pasar Sepinggan menjadi lebih tertata.

    “Kami akan tata ulang. Semua bangunannya akan sama, termasuk ukurannya, sehingga pasar menjadi lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.

    Ia mengakui revitalisasi Pasar Sepinggan sebenarnya telah lama menjadi agenda pemerintah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu dukungan anggaran, termasuk melalui pemerintah pusat.

    Musibah kebakaran ini, kata dia, menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan pasar yang telah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

    “Pasar ini merupakan pasar legenda dan menjadi tempat mencari nafkah banyak warga. Mudah-mudahan revitalisasinya bisa segera terealisasi,” harapnya.

    Selain pembangunan fisik, Pemkot juga akan memperkuat sistem keselamatan di seluruh pasar tradisional. Salah satunya memastikan setiap pasar memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kebakaran.

    “Bukan hanya Pasar Sepinggan, seluruh pasar dan fasilitas pemerintah harus memiliki APAR. Yang belum tersedia akan segera kami siapkan melalui koordinasi dengan dinas terkait,” tegasnya.

    Rahmad memastikan TPS akan dibangun di dalam kawasan pasar, bukan di tepi jalan raya. Sebutnya, lokasi tersebut dipilih agar aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun akses kendaraan.

    “Kalau ditempatkan di depan jalan justru mengganggu lalu lintas dan pembeli akan berkurang. Karena itu TPS kami bangun di area pasar,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menemui puluhan pedagang korban kebakaran. Dia meminta mereka bersabar selama proses penataan berlangsung dan berjanji pemerintah akan mempercepat pembangunan TPS agar aktivitas ekonomi segera pulih.

    Dirinya juga mengingatkan para pedagang agar tidak mendirikan lapak secara mandiri di lokasi bekas kebakaran.

    “Langkah tersebut dinilai dapat menghambat proses penataan dan membuat kawasan kembali semrawut,” akunya.

    Pemerintah, kata Rahmad, akan memprioritaskan pembangunan lapak sementara bagi pedagang yang benar-benar terdampak kebakaran. Ia menegaskan tidak akan ada penambahan pedagang baru selama proses pemulihan berlangsung.

    “Yang kami fasilitasi adalah pedagang yang sebelumnya memang berjualan di sini dan menjadi korban kebakaran. Mereka yang akan diprioritaskan menempati TPS,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Percepat Pemulihan Pasar Sepinggan

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    02 Agustus 2026 pukul 11:03 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat meninjau lokasi kebakaran di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan pasca kebakaran. 

    Langkah pertama dengan membersihkan lokasi terdampak sebelum membangun Tempat Penampungan Sementara (TPS), agar para pedagang korban kebakaran dapat kembali berjualan dalam waktu dekat.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, pembangunan TPS menjadi prioritas agar roda perekonomian para pedagang tidak berhenti terlalu lama. Setelah proses pembersihan selesai, pemerintah akan langsung melakukan penataan kawasan pasar secara bertahap.

    “Kami bersihkan dulu lokasi ini, kemudian bangunkan TPS supaya pedagang bisa kembali berjualan secepatnya,” ucap Rahmad saat meninjau lokasi kebakaran, Minggu (2/8/2026).

    Untuk mempercepat proses pembersihan, Pemkot Balikpapan berkoordinasi dengan pedagang yang masih berjualan di sekitar pasar. Selama alat berat bekerja, aktivitas perdagangan diminta dibatasi hingga pukul 10.00 Wita, agar mobilisasi kendaraan pengangkut material tidak terganggu.

    Menurut Rahmad, penataan ulang tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi pasar, tetapi juga menciptakan kawasan yang lebih rapi dan nyaman.

    Seluruh bangunan yang nantinya dibangun akan memiliki ukuran dan bentuk yang seragam, sehingga wajah Pasar Sepinggan menjadi lebih tertata.

    “Kami akan tata ulang. Semua bangunannya akan sama, termasuk ukurannya, sehingga pasar menjadi lebih tertib dan nyaman,” ujarnya.

    Ia mengakui revitalisasi Pasar Sepinggan sebenarnya telah lama menjadi agenda pemerintah. Namun, pelaksanaannya masih menunggu dukungan anggaran, termasuk melalui pemerintah pusat.

    Musibah kebakaran ini, kata dia, menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan pasar yang telah lama menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

    “Pasar ini merupakan pasar legenda dan menjadi tempat mencari nafkah banyak warga. Mudah-mudahan revitalisasinya bisa segera terealisasi,” harapnya.

    Selain pembangunan fisik, Pemkot juga akan memperkuat sistem keselamatan di seluruh pasar tradisional. Salah satunya memastikan setiap pasar memiliki Alat Pemadam Api Ringan (APAR) sebagai upaya antisipasi apabila terjadi kebakaran.

    “Bukan hanya Pasar Sepinggan, seluruh pasar dan fasilitas pemerintah harus memiliki APAR. Yang belum tersedia akan segera kami siapkan melalui koordinasi dengan dinas terkait,” tegasnya.

    Rahmad memastikan TPS akan dibangun di dalam kawasan pasar, bukan di tepi jalan raya. Sebutnya, lokasi tersebut dipilih agar aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa mengganggu arus lalu lintas maupun akses kendaraan.

    “Kalau ditempatkan di depan jalan justru mengganggu lalu lintas dan pembeli akan berkurang. Karena itu TPS kami bangun di area pasar,” jelasnya.

    Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menemui puluhan pedagang korban kebakaran. Dia meminta mereka bersabar selama proses penataan berlangsung dan berjanji pemerintah akan mempercepat pembangunan TPS agar aktivitas ekonomi segera pulih.

    Dirinya juga mengingatkan para pedagang agar tidak mendirikan lapak secara mandiri di lokasi bekas kebakaran.

    “Langkah tersebut dinilai dapat menghambat proses penataan dan membuat kawasan kembali semrawut,” akunya.

    Pemerintah, kata Rahmad, akan memprioritaskan pembangunan lapak sementara bagi pedagang yang benar-benar terdampak kebakaran. Ia menegaskan tidak akan ada penambahan pedagang baru selama proses pemulihan berlangsung.

    “Yang kami fasilitasi adalah pedagang yang sebelumnya memang berjualan di sini dan menjadi korban kebakaran. Mereka yang akan diprioritaskan menempati TPS,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)