Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai melakukan upaya perbaikan dan pembangunan kembali kios pedagang di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, yang terdampak kebakaran beberapa bulan lalu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan, sekaligus membantu para pedagang kembali menjalankan usahanya setelah kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, bantuan perbaikan kios pedagang diberikan melalui Dana Tak Terduga (DTT). Pemkot juga menyiapkan kios sementara agar aktivitas perekonomian di kawasan tersebut tetap berjalan.
“Bantuan perbaikan kios yang terbakar ini melalui DTT. Kami akan buatkan kios-kios sementara, sehingga aktivitas perekonomian tetap berjalan. Ini penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat,” jelas Rahmad kepada media, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, keberadaan kios sementara diharapkan dapat menjadi solusi bagi pedagang, sembari menunggu penataan dan perbaikan kawasan pasar. Pemerintah, lanjut Rahmad, berupaya memfasilitasi pedagang agar dapat kembali berjualan dan memperoleh penghasilan.
“Kami juga mengimbau para pedagang untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya,” imbaunya.
Ia menegaskan, pedagang yang sebelumnya telah berjualan di kawasan tersebut harus mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalankan usahanya.
“Artinya, kami fasilitasi melalui pemerintah. Saya minta kepada para pedagang, gunakan tempat itu sebaik-baiknya. Yang sudah berjualan di sana berhak mendapat kios untuk berjualan kembali,” ujarnya.
Namun, dalam proses penataan tersebut terdapat pedagang yang disebut keberatan karena jumlah kios yang mereka miliki berkurang. Salah satu persoalan yang muncul adalah pedagang yang sebelumnya memiliki tiga kios, nantinya hanya mendapatkan satu kios pada lokasi sementara.
Menanggapi hal tersebut, wali kota menjelaskan, fasilitas yang disiapkan pemerintah bersifat sementara. Karena itu, dia meminta para pedagang memahami kondisi tersebut dan tidak memanfaatkan kesempatan dengan menguasai lebih banyak tempat dibanding pedagang lainnya.
“Ini sifatnya sementara. Jadi jangan memonopoli. Kami semua berhak mencari hidup dan mendapatkan keuntungan, tetapi jangan sampai yang lain juga terabaikan,” tegasnya.
Dirinya menekankan pentingnya kebersamaan di antara para pedagang dalam menjalankan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan. Sebutnya, seluruh pedagang harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk mencari nafkah setelah terdampak kebakaran.
“kami harus sama-sama, saling menutupi dan sama-sama mencari makan,” ungkapnya.
Perbaikan dan penyediaan kios sementara tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan.
Dengan demikian, para pedagang yang terdampak kebakaran dapat kembali berjualan dan roda perekonomian masyarakat di kawasan tersebut kembali berjalan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai melakukan upaya perbaikan dan pembangunan kembali kios pedagang di kawasan Pasar Sepinggan, Balikpapan Selatan, yang terdampak kebakaran beberapa bulan lalu.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan, sekaligus membantu para pedagang kembali menjalankan usahanya setelah kehilangan tempat berjualan akibat kebakaran.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, bantuan perbaikan kios pedagang diberikan melalui Dana Tak Terduga (DTT). Pemkot juga menyiapkan kios sementara agar aktivitas perekonomian di kawasan tersebut tetap berjalan.
“Bantuan perbaikan kios yang terbakar ini melalui DTT. Kami akan buatkan kios-kios sementara, sehingga aktivitas perekonomian tetap berjalan. Ini penting karena menyangkut kebutuhan masyarakat,” jelas Rahmad kepada media, Rabu (26/8/2026).
Menurutnya, keberadaan kios sementara diharapkan dapat menjadi solusi bagi pedagang, sembari menunggu penataan dan perbaikan kawasan pasar. Pemerintah, lanjut Rahmad, berupaya memfasilitasi pedagang agar dapat kembali berjualan dan memperoleh penghasilan.
“Kami juga mengimbau para pedagang untuk memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan dengan sebaik-baiknya,” imbaunya.
Ia menegaskan, pedagang yang sebelumnya telah berjualan di kawasan tersebut harus mendapatkan kesempatan untuk kembali menjalankan usahanya.
“Artinya, kami fasilitasi melalui pemerintah. Saya minta kepada para pedagang, gunakan tempat itu sebaik-baiknya. Yang sudah berjualan di sana berhak mendapat kios untuk berjualan kembali,” ujarnya.
Namun, dalam proses penataan tersebut terdapat pedagang yang disebut keberatan karena jumlah kios yang mereka miliki berkurang. Salah satu persoalan yang muncul adalah pedagang yang sebelumnya memiliki tiga kios, nantinya hanya mendapatkan satu kios pada lokasi sementara.
Menanggapi hal tersebut, wali kota menjelaskan, fasilitas yang disiapkan pemerintah bersifat sementara. Karena itu, dia meminta para pedagang memahami kondisi tersebut dan tidak memanfaatkan kesempatan dengan menguasai lebih banyak tempat dibanding pedagang lainnya.
“Ini sifatnya sementara. Jadi jangan memonopoli. Kami semua berhak mencari hidup dan mendapatkan keuntungan, tetapi jangan sampai yang lain juga terabaikan,” tegasnya.
Dirinya menekankan pentingnya kebersamaan di antara para pedagang dalam menjalankan kembali aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan. Sebutnya, seluruh pedagang harus mendapatkan kesempatan yang adil untuk mencari nafkah setelah terdampak kebakaran.
“kami harus sama-sama, saling menutupi dan sama-sama mencari makan,” ungkapnya.
Perbaikan dan penyediaan kios sementara tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan.
Dengan demikian, para pedagang yang terdampak kebakaran dapat kembali berjualan dan roda perekonomian masyarakat di kawasan tersebut kembali berjalan.
(Sf/Lo)