Cari disini...
Seputar Kaltim
Proyek perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan sudah mencapai 34 persen, target selesai Agustus 2026. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan proyek perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, terus berjalan sesuai rencana.
Hal itu dipastikan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, untuk memantau langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan penyedia jasa melaksanakan pekerjaan sesuai tanggung jawabnya.
Ia mengatakan, titik longsor tersebut sebelumnya sempat diperbaiki dengan pengaspalan. Namun, kondisi tanah yang masih labil menyebabkan badan jalan kembali mengalami penurunan hingga longsor.
“Ini adalah salah satu titik longsor di Jalan Syarifuddin Yoes. Sebelumnya memang sudah diaspal, tetapi karena masih terdapat tanah lunak di bagian bawah, jalan kembali mengalami penurunan,” ujar Bagus kepada awak media, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga berupaya menyelesaikan akar permasalahan agar kerusakan tidak kembali terjadi. Dari hasil evaluasi, diketahui masih terdapat lapisan tanah lunak di bawah konstruksi jalan yang menjadi penyebab utama longsor.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Pemkot Balikpapan juga bersinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), konsultan dan pihak kontraktor untuk memastikan metode penanganan dilakukan secara tepat.
Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan floor plate setelah proses pemasangan tiang bore pile selesai dilaksanakan.
“Selain itu, konstruksi perbaikan menggunakan sistem turap untuk memperkuat struktur tanah, sehingga dapat menahan beban dan mencegah terjadinya penurunan akibat kondisi tanah lunak,” imbuhnya.
Bagus menjelaskan, hingga awal Juli 2026 progres pekerjaan telah mencapai sekitar 34 persen sejak dimulai pada 13 Mei 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 24 Agustus 2026.
Untuk memastikan target penyelesaian tercapai, pemerintah meminta penyedia jasa mengantisipasi kondisi cuaca dengan menyiapkan terpal agar timbunan tanah baru tidak terlalu basah saat hujan.
“Kami juga mengingatkan agar penggunaan alat pemadat atau compactor dilakukan secara hati-hati supaya tidak menimbulkan pergerakan pada konstruksi yang sudah dibangun,” katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Bagus menyebut tidak terdapat kendala berarti di lapangan sehingga optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Meski demikian, dia meminta pihak kontraktor menambah jumlah tenaga kerja agar proses pengerjaan dapat dipercepat mengingat panjang ruas jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 90 meter.
Selain itu, ia mengingatkan agar komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi tetap dilakukan dengan baik guna menghindari potensi gejolak sosial selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kemudian timbunannya juga harus segera dibersihkan supaya tidak membebani tanah di sebelah konstruksi. Ini juga harus dipercepat,” tegasnya.
Perbaikan jalan longsor tersebut menelan anggaran sebesar Rp9,6 miliar yang bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT) Pemerintah Kota Balikpapan. Penggunaan DTT dilakukan agar proses penanganan dapat segera dilaksanakan mengingat kondisi jalan tersebut dinilai mendesak dan menjadi prioritas pemerintah.
“Kalau menunggu anggaran tahun 2027 tentu akan lebih lama. Karena ini prioritas, pemerintah kota membantu melalui anggaran DTT. Ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dalam mempercepat penanganan infrastruktur yang mendesak,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Proyek perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan sudah mencapai 34 persen, target selesai Agustus 2026. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memastikan proyek perbaikan jalan longsor di Jalan Syarifuddin Yoes, Balikpapan Selatan, terus berjalan sesuai rencana.
Hal itu dipastikan melalui kunjungan lapangan yang dilakukan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, untuk memantau langsung progres pekerjaan sekaligus memastikan penyedia jasa melaksanakan pekerjaan sesuai tanggung jawabnya.
Ia mengatakan, titik longsor tersebut sebelumnya sempat diperbaiki dengan pengaspalan. Namun, kondisi tanah yang masih labil menyebabkan badan jalan kembali mengalami penurunan hingga longsor.
“Ini adalah salah satu titik longsor di Jalan Syarifuddin Yoes. Sebelumnya memang sudah diaspal, tetapi karena masih terdapat tanah lunak di bagian bawah, jalan kembali mengalami penurunan,” ujar Bagus kepada awak media, Selasa (7/7/2026).
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memperbaiki permukaan jalan, tetapi juga berupaya menyelesaikan akar permasalahan agar kerusakan tidak kembali terjadi. Dari hasil evaluasi, diketahui masih terdapat lapisan tanah lunak di bawah konstruksi jalan yang menjadi penyebab utama longsor.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Pemkot Balikpapan juga bersinergi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN), konsultan dan pihak kontraktor untuk memastikan metode penanganan dilakukan secara tepat.
Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap pemasangan floor plate setelah proses pemasangan tiang bore pile selesai dilaksanakan.
“Selain itu, konstruksi perbaikan menggunakan sistem turap untuk memperkuat struktur tanah, sehingga dapat menahan beban dan mencegah terjadinya penurunan akibat kondisi tanah lunak,” imbuhnya.
Bagus menjelaskan, hingga awal Juli 2026 progres pekerjaan telah mencapai sekitar 34 persen sejak dimulai pada 13 Mei 2026. Proyek tersebut ditargetkan rampung pada 24 Agustus 2026.
Untuk memastikan target penyelesaian tercapai, pemerintah meminta penyedia jasa mengantisipasi kondisi cuaca dengan menyiapkan terpal agar timbunan tanah baru tidak terlalu basah saat hujan.
“Kami juga mengingatkan agar penggunaan alat pemadat atau compactor dilakukan secara hati-hati supaya tidak menimbulkan pergerakan pada konstruksi yang sudah dibangun,” katanya.
Berdasarkan hasil peninjauan, Bagus menyebut tidak terdapat kendala berarti di lapangan sehingga optimistis pekerjaan dapat diselesaikan sesuai jadwal.
Meski demikian, dia meminta pihak kontraktor menambah jumlah tenaga kerja agar proses pengerjaan dapat dipercepat mengingat panjang ruas jalan yang diperbaiki mencapai sekitar 90 meter.
Selain itu, ia mengingatkan agar komunikasi dengan pemilik lahan di sekitar lokasi tetap dilakukan dengan baik guna menghindari potensi gejolak sosial selama proses pekerjaan berlangsung.
“Kemudian timbunannya juga harus segera dibersihkan supaya tidak membebani tanah di sebelah konstruksi. Ini juga harus dipercepat,” tegasnya.
Perbaikan jalan longsor tersebut menelan anggaran sebesar Rp9,6 miliar yang bersumber dari Dana Tak Terduga (DTT) Pemerintah Kota Balikpapan. Penggunaan DTT dilakukan agar proses penanganan dapat segera dilaksanakan mengingat kondisi jalan tersebut dinilai mendesak dan menjadi prioritas pemerintah.
“Kalau menunggu anggaran tahun 2027 tentu akan lebih lama. Karena ini prioritas, pemerintah kota membantu melalui anggaran DTT. Ini merupakan bentuk sinergi pemerintah dalam mempercepat penanganan infrastruktur yang mendesak,” pungkasnya.
(Sf/Lo)