Cari disini...
Seputar Kaltim
Pastikan pekerjaan saluran drainase sesuai dengan mekanisme dan spesifikasi. Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan turun langsng meninjau dan memonitoring. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus mempercepat pengerjaan saluran drainase di sejumlah titik kota sebagai upaya mengatasi persoalan banjir.
Kepala DPU Balikpapan, Rita mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke beberapa lokasi proyek. Salah satunya di kawasan Stadion Persiba Balikpapan, yang kerap tergenang air saat hujan deras.
“Di stadion kami lakukan beberapa perbaikan karena ada banjir yang masuk ke area dalam,” ucap Rita kepada media, Minggu (31/8/2025).
Setelah itu, peninjauan dilanjutkan ke Jalan Mukmin Faisal menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kilometer 12, Kelurahan Karang Joang. Proyek tersebut nantinya akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Selain itu, DPU juga mengecek pengerjaan drainase di Kilometer 5,5. Menurut Rita, proyek ini sempat menunggu rekomendasi dari Pertamina, namun saat ini sudah berjalan kembali.
Lokasi lain yang dikunjungi yakni pembuatan drainase di Jalan Hasanuddin, kawasan Aturik, hingga Balikpapan Baru di Jalan Tjujup Suparna. Di titik terakhir, pengerjaan sempat terkendala karena banyak truk parkir di sekitar proyek.
“Kami harap truk sementara tidak parkir di sana karena kami masih melakukan pengecoran dan pengerjaan,” jelasnya.
Rita menambahkan, peninjauan juga dilakukan di Jalan Ahmad Yani. Pihaknya menekankan agar kontraktor mengikuti metode pelaksanaan sesuai rencana, sehingga pekerjaan tidak mengganggu aktivitas pedagang maupun UMKM di sekitar lokasi.
“Metode yang benar, setelah digali langsung dicor dinding dan lantai, lalu segera ditutup. Ini supaya tidak mengganggu masyarakat,” katanya.
Rita menegaskan hampir semua proyek drainase ditargetkan selesai pada Desember 2025. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan evaluasi dan monitoring mingguan agar tidak ada keterlambatan.
“Secara umum, progres berjalan sesuai kontrak. Namun ada beberapa pekerjaan yang harus terus kami awasi agar selesai tepat waktu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Pastikan pekerjaan saluran drainase sesuai dengan mekanisme dan spesifikasi. Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan turun langsng meninjau dan memonitoring. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) terus mempercepat pengerjaan saluran drainase di sejumlah titik kota sebagai upaya mengatasi persoalan banjir.
Kepala DPU Balikpapan, Rita mengatakan, pihaknya sudah melakukan peninjauan ke beberapa lokasi proyek. Salah satunya di kawasan Stadion Persiba Balikpapan, yang kerap tergenang air saat hujan deras.
“Di stadion kami lakukan beberapa perbaikan karena ada banjir yang masuk ke area dalam,” ucap Rita kepada media, Minggu (31/8/2025).
Setelah itu, peninjauan dilanjutkan ke Jalan Mukmin Faisal menuju Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Kilometer 12, Kelurahan Karang Joang. Proyek tersebut nantinya akan diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH).
Selain itu, DPU juga mengecek pengerjaan drainase di Kilometer 5,5. Menurut Rita, proyek ini sempat menunggu rekomendasi dari Pertamina, namun saat ini sudah berjalan kembali.
Lokasi lain yang dikunjungi yakni pembuatan drainase di Jalan Hasanuddin, kawasan Aturik, hingga Balikpapan Baru di Jalan Tjujup Suparna. Di titik terakhir, pengerjaan sempat terkendala karena banyak truk parkir di sekitar proyek.
“Kami harap truk sementara tidak parkir di sana karena kami masih melakukan pengecoran dan pengerjaan,” jelasnya.
Rita menambahkan, peninjauan juga dilakukan di Jalan Ahmad Yani. Pihaknya menekankan agar kontraktor mengikuti metode pelaksanaan sesuai rencana, sehingga pekerjaan tidak mengganggu aktivitas pedagang maupun UMKM di sekitar lokasi.
“Metode yang benar, setelah digali langsung dicor dinding dan lantai, lalu segera ditutup. Ini supaya tidak mengganggu masyarakat,” katanya.
Rita menegaskan hampir semua proyek drainase ditargetkan selesai pada Desember 2025. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan evaluasi dan monitoring mingguan agar tidak ada keterlambatan.
“Secara umum, progres berjalan sesuai kontrak. Namun ada beberapa pekerjaan yang harus terus kami awasi agar selesai tepat waktu,” pungkasnya.
(Sf/Rs)