Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Harapkan Dukungan Provinsi dan Pusat untuk Pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Maret 2026 pukul 12:29 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan fasilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kota.

    Menurut Bagus, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan proyek tersebut. Ia menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan masih terbebani oleh belanja wajib (mandatory spending), terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan yang harus tetap dipenuhi.

    “Karena keterbatasan fiskal Pemkot, kami berharap ada dukungan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi maupun pusat. APBD kami memiliki keterbatasan, karena belanja wajib untuk pendidikan dan kesehatan harus tetap dilaksanakan,” ucap Bagus kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

    Untuk itu, Pemkot Balikpapan membuka peluang pendanaan melalui APBD Provinsi maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah kota telah menyiapkan dokumen perencanaan secara lengkap sebagai langkah awal percepatan realisasi proyek.

    Bagus mengungkapkan, Detail Engineering Design (DED) Pasar Inpres Kebun Sayur telah selesai disusun. Wali Kota bersama dirinya telah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menyiapkan sejumlah dokumen perencanaan teknis yang lengkap, sehingga proyek dapat segera diajukan ke pemerintah provinsi maupun pusat.

    “DED sudah ada dan lengkap. Jadi nanti tinggal ditentukan sumber pendanaannya, apakah dari APBD kota, provinsi, atau APBN,” jelasnya.

    Secara konsep, Pasar Inpres Kebun Sayur dirancang tidak hanya sebagai pasar tradisional, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi terpadu. Di dalamnya akan tersedia arena bermain, ruang ekonomi kreatif, serta pusat kuliner yang dikemas dengan konsep modern menyerupai pusat perbelanjaan (mall).

    Pemkot berharap dapat mempresentasikan proyek tersebut di hadapan pemerintah pusat, dengan tim teknis yang melibatkan Bappedalitbang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Sekretariat Daerah (Setda).

    Targetnya, proyek ini dapat masuk dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) APBN tahun 2027.

    “Mudah-mudahan bisa masuk Banggar APBN dan terealisasi pada 2027. Ayo doakan bersama,” tambahnya.

    Sebelum penyusunan DED dilakukan, Pemkot Balikpapan telah melaksanakan survei serta meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk pedagang.

    Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada rencana pembangunan bangunan sementara, agar para pedagang tetap dapat beroperasi selama proses pembangunan berlangsung.

    “Jangan sampai pasar dibangun, tetapi pedagang tidak memiliki tempat untuk beroperasi. Itu yang perlu kami bahas secara matang,” tegas Bagus.

    Dengan perencanaan yang telah disiapkan, Pemkot Balikpapan berharap pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur dapat segera terealisasi dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan Barat.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Harapkan Dukungan Provinsi dan Pusat untuk Pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Maret 2026 pukul 12:29 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong rencana pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur, Balikpapan Barat. Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan fasilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi kota.

    Menurut Bagus, keterbatasan kemampuan fiskal daerah menjadi tantangan utama dalam merealisasikan proyek tersebut. Ia menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Balikpapan masih terbebani oleh belanja wajib (mandatory spending), terutama untuk sektor pendidikan dan kesehatan yang harus tetap dipenuhi.

    “Karena keterbatasan fiskal Pemkot, kami berharap ada dukungan bantuan keuangan dari pemerintah provinsi maupun pusat. APBD kami memiliki keterbatasan, karena belanja wajib untuk pendidikan dan kesehatan harus tetap dilaksanakan,” ucap Bagus kepada awak media, Rabu (4/3/2026).

    Untuk itu, Pemkot Balikpapan membuka peluang pendanaan melalui APBD Provinsi maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah kota telah menyiapkan dokumen perencanaan secara lengkap sebagai langkah awal percepatan realisasi proyek.

    Bagus mengungkapkan, Detail Engineering Design (DED) Pasar Inpres Kebun Sayur telah selesai disusun. Wali Kota bersama dirinya telah meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) menyiapkan sejumlah dokumen perencanaan teknis yang lengkap, sehingga proyek dapat segera diajukan ke pemerintah provinsi maupun pusat.

    “DED sudah ada dan lengkap. Jadi nanti tinggal ditentukan sumber pendanaannya, apakah dari APBD kota, provinsi, atau APBN,” jelasnya.

    Secara konsep, Pasar Inpres Kebun Sayur dirancang tidak hanya sebagai pasar tradisional, tetapi juga sebagai pusat aktivitas ekonomi terpadu. Di dalamnya akan tersedia arena bermain, ruang ekonomi kreatif, serta pusat kuliner yang dikemas dengan konsep modern menyerupai pusat perbelanjaan (mall).

    Pemkot berharap dapat mempresentasikan proyek tersebut di hadapan pemerintah pusat, dengan tim teknis yang melibatkan Bappedalitbang, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Sekretariat Daerah (Setda).

    Targetnya, proyek ini dapat masuk dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) APBN tahun 2027.

    “Mudah-mudahan bisa masuk Banggar APBN dan terealisasi pada 2027. Ayo doakan bersama,” tambahnya.

    Sebelum penyusunan DED dilakukan, Pemkot Balikpapan telah melaksanakan survei serta meminta masukan dari berbagai pihak, termasuk pedagang.

    Pemerintah juga memberi perhatian khusus pada rencana pembangunan bangunan sementara, agar para pedagang tetap dapat beroperasi selama proses pembangunan berlangsung.

    “Jangan sampai pasar dibangun, tetapi pedagang tidak memiliki tempat untuk beroperasi. Itu yang perlu kami bahas secara matang,” tegas Bagus.

    Dengan perencanaan yang telah disiapkan, Pemkot Balikpapan berharap pembangunan Pasar Inpres Kebun Sayur dapat segera terealisasi dan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Balikpapan Barat.

    (Sf/Rs)