Cari disini...
Seputar Kaltim
Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih menyampaikan, ketersediaan pangan di Kota Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Jawa dan Sulawesi.
Ketergantungan tersebut membuat pasokan dan harga pangan di Balikpapan rentan terhadap gejolak cuaca ekstrem dan dampak kekeringan yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan GPM menjadi langkah strategis Pemkot Balikpapan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, yakni di bawah harga pasar,” ucap Yuyun sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah menerbitkan surat dari Pj Sekretaris Daerah kepada distributor pangan dan petani cabai yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Melalui kebijakan itu, para peserta diharapkan menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar.
“Distributor diminta menjual bahan pangan dengan harga distributor, sedangkan cabai dijual sesuai harga di tingkat petani,” imbuhnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Serentak Nasional di Balikpapan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman parkir Balai Kota Balikpapan, mulai pukul 08.00-14.00 WITA setiap harinya.
Pelaksanaan GPM ini didukung oleh 19 kontributor yang menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan dalam memperkuat akses masyarakat terhadap pangan terjangkau.
“Salah satunya Perum Bulog wilayah Kaltim dan Kaltara yang menyediakan komoditas beras dan minyak goreng,” terangnya.
Selain itu, kelompok tani lokal turut berpartisipasi dengan menjual berbagai komoditas segar, seperti sayur-mayur dan buah-buahan hasil pertanian lokal dengan harga di tingkat petani.
Yuyun menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Balikpapan, seluruh unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, distributor pangan dan petani untuk menyediakan beragam komoditas pangan dengan harga terjangkau.
“Selain pelaksanaan GPM, TPID Kota Balikpapan telah memetakan sejumlah langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” lanjutnya.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung secara bergerak atau mobile di lapangan mulai Oktober hingga Desember 2026. Salah satu programnya adalah GPM rutin yang dilaksanakan empat kali dalam sepekan di sejumlah lokasi, yakni Taman Tiga Generasi, Taman Bekapai, dan halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
“Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap Selasa, Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Selain itu, Perum Bulog akan melaksanakan GPM secara berkeliling ke kelurahan-kelurahan di seluruh Kota Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Sukses juga turut berkontribusi melalui program Aksi Gesit.
Dinas Perdagangan Kota Balikpapan turut mengambil peran dengan menyelenggarakan pasar murah secara mobile atau berkeliling ke berbagai kelurahan.
“Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Balikpapan berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga, serta masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” harapannya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang berbelanja di GPM agar berbelanja secara bijak sesuai dengan prioritas kebutuhan keluarga. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan bahan pokok karena tindakan tersebut dapat berdampak pada kenaikan harga pangan di Kota Balikpapan.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan. (Foto: Mayasari/seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus memudahkan masyarakat mendapatkan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Balikpapan, Sri Wahjuningsih menyampaikan, ketersediaan pangan di Kota Balikpapan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, terutama Jawa dan Sulawesi.
Ketergantungan tersebut membuat pasokan dan harga pangan di Balikpapan rentan terhadap gejolak cuaca ekstrem dan dampak kekeringan yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini turut memicu kenaikan harga bahan pokok di pasaran.
“Oleh karena itu, penyelenggaraan GPM menjadi langkah strategis Pemkot Balikpapan untuk mendekatkan akses masyarakat terhadap bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau, yakni di bawah harga pasar,” ucap Yuyun sapaan akrabnya kepada awak media, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, Pemkot Balikpapan telah menerbitkan surat dari Pj Sekretaris Daerah kepada distributor pangan dan petani cabai yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Melalui kebijakan itu, para peserta diharapkan menjual komoditas dengan harga di bawah harga pasar.
“Distributor diminta menjual bahan pangan dengan harga distributor, sedangkan cabai dijual sesuai harga di tingkat petani,” imbuhnya.
Kegiatan Gerakan Pangan Serentak Nasional di Balikpapan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai Rabu hingga Jumat. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di halaman parkir Balai Kota Balikpapan, mulai pukul 08.00-14.00 WITA setiap harinya.
Pelaksanaan GPM ini didukung oleh 19 kontributor yang menjadi bagian dari upaya Pemkot Balikpapan dalam memperkuat akses masyarakat terhadap pangan terjangkau.
“Salah satunya Perum Bulog wilayah Kaltim dan Kaltara yang menyediakan komoditas beras dan minyak goreng,” terangnya.
Selain itu, kelompok tani lokal turut berpartisipasi dengan menjual berbagai komoditas segar, seperti sayur-mayur dan buah-buahan hasil pertanian lokal dengan harga di tingkat petani.
Yuyun menambahkan, kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pemkot Balikpapan, seluruh unsur Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, distributor pangan dan petani untuk menyediakan beragam komoditas pangan dengan harga terjangkau.
“Selain pelaksanaan GPM, TPID Kota Balikpapan telah memetakan sejumlah langkah konkret untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” lanjutnya.
Program tersebut dijadwalkan berlangsung secara bergerak atau mobile di lapangan mulai Oktober hingga Desember 2026. Salah satu programnya adalah GPM rutin yang dilaksanakan empat kali dalam sepekan di sejumlah lokasi, yakni Taman Tiga Generasi, Taman Bekapai, dan halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.
“Kegiatan tersebut dijadwalkan setiap Selasa, Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.
Selain itu, Perum Bulog akan melaksanakan GPM secara berkeliling ke kelurahan-kelurahan di seluruh Kota Balikpapan. Perumda Tirta Manuntung Sukses juga turut berkontribusi melalui program Aksi Gesit.
Dinas Perdagangan Kota Balikpapan turut mengambil peran dengan menyelenggarakan pasar murah secara mobile atau berkeliling ke berbagai kelurahan.
“Melalui berbagai upaya tersebut, Pemkot Balikpapan berharap stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terus terjaga, serta masyarakat semakin mudah memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau,” harapannya.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang berbelanja di GPM agar berbelanja secara bijak sesuai dengan prioritas kebutuhan keluarga. Masyarakat juga diminta tidak melakukan penimbunan bahan pokok karena tindakan tersebut dapat berdampak pada kenaikan harga pangan di Kota Balikpapan.
(Sf/Lo)