Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Fokus Perkuat UMKM agar Tembus Pasar Ekspor

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:RUSDIANTO
    01 Desember 2025 pukul 15:32 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berkomitmen untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar dapat bersaing di pasar internasional. 

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin UMKM berkembang secara lokal, tetapi juga siap memasuki pasar global.

    "Pemkot Balikpapan memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM untuk naik kelas dan siap memasuki pasar ekspor. Kami terus hadir melalui pendampingan, pelatihan, fasilitasi perizinan, dan penguatan kapasitas usaha," ucap Haemusri kepada awak media, Senin (1/12/2025).

    Tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM saat ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana memastikan produk mereka memenuhi standar internasional, mulai dari kualitas hingga legalitas.

    Oleh karena itu, Dinas Perdagangan secara rutin mengadakan program kurasi produk, pelatihan tentang standarisasi, dan penguatan manajemen usaha.

    “Beberapa sektor UMKM di Balikpapan, seperti makanan olahan, kerajinan, dan produk hasil hutan non-kayu seperti damar batu, telah menunjukkan perkembangan yang positif,” lanjutnya Kadisdag.

    Haemusri menekankan bahwa pemerintah ingin agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing secara global.

    “Kami sedang membangun ekosistem yang kuat untuk UMKM agar siap ekspor," tambahnya.

    Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah keberadaan Export Center Balikpapan yang resmi dibuka pada Agustus 2025 oleh Menteri Perdagangan.

    Fasilitas ini menyediakan layanan lengkap bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi prosedur ekspor, legalitas, hingga pembiayaan dan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.

    “Export Center adalah tempat bagi UMKM untuk belajar, berkonsultasi, dan mempersiapkan produk mereka untuk diekspor. Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap hambatan yang selama ini menghalangi UMKM untuk ekspor dapat teratasi,” jelasnya.

    Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga membuka peluang besar bagi UMKM di Balikpapan. Sebagai kota yang berperan sebagai gerbang logistik Kaltim, Balikpapan memiliki potensi untuk menjadi hub ekonomi dan ekspor regional.

    “Kami ingin UMKM Balikpapan menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan internasional, dan kami siap mempersiapkan mereka untuk itu,” terang Haemusri.

    Pemkot Balikpapan menargetkan dalam dua tahun ke depan, semakin banyak UMKM yang siap ekspor. Upaya pendampingan intensif bersama Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta menjadi bagian dari strategi ini.

    Ia berharap, semakin banyak produk lokal Balikpapan yang dapat menembus pasar internasional.

    “Semoga lebih banyak pelaku UMKM yang berani melangkah ke pasar ekspor. Pemerintah siap mendukung sepenuhnya," tutupnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Fokus Perkuat UMKM agar Tembus Pasar Ekspor

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:RUSDIANTO
    01 Desember 2025 pukul 15:32 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berkomitmen untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), agar dapat bersaing di pasar internasional. 

    Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan, Haemusri Umar, yang menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya ingin UMKM berkembang secara lokal, tetapi juga siap memasuki pasar global.

    "Pemkot Balikpapan memberikan dukungan penuh kepada pelaku UMKM untuk naik kelas dan siap memasuki pasar ekspor. Kami terus hadir melalui pendampingan, pelatihan, fasilitasi perizinan, dan penguatan kapasitas usaha," ucap Haemusri kepada awak media, Senin (1/12/2025).

    Tantangan utama yang dihadapi oleh UMKM saat ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga bagaimana memastikan produk mereka memenuhi standar internasional, mulai dari kualitas hingga legalitas.

    Oleh karena itu, Dinas Perdagangan secara rutin mengadakan program kurasi produk, pelatihan tentang standarisasi, dan penguatan manajemen usaha.

    “Beberapa sektor UMKM di Balikpapan, seperti makanan olahan, kerajinan, dan produk hasil hutan non-kayu seperti damar batu, telah menunjukkan perkembangan yang positif,” lanjutnya Kadisdag.

    Haemusri menekankan bahwa pemerintah ingin agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing secara global.

    “Kami sedang membangun ekosistem yang kuat untuk UMKM agar siap ekspor," tambahnya.

    Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah keberadaan Export Center Balikpapan yang resmi dibuka pada Agustus 2025 oleh Menteri Perdagangan.

    Fasilitas ini menyediakan layanan lengkap bagi pelaku usaha, mulai dari konsultasi prosedur ekspor, legalitas, hingga pembiayaan dan pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional.

    “Export Center adalah tempat bagi UMKM untuk belajar, berkonsultasi, dan mempersiapkan produk mereka untuk diekspor. Dengan adanya fasilitas ini, kami berharap hambatan yang selama ini menghalangi UMKM untuk ekspor dapat teratasi,” jelasnya.

    Keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN) juga membuka peluang besar bagi UMKM di Balikpapan. Sebagai kota yang berperan sebagai gerbang logistik Kaltim, Balikpapan memiliki potensi untuk menjadi hub ekonomi dan ekspor regional.

    “Kami ingin UMKM Balikpapan menjadi bagian dari rantai pasok nasional dan internasional, dan kami siap mempersiapkan mereka untuk itu,” terang Haemusri.

    Pemkot Balikpapan menargetkan dalam dua tahun ke depan, semakin banyak UMKM yang siap ekspor. Upaya pendampingan intensif bersama Kementerian Perdagangan, Bea Cukai, lembaga pembiayaan, dan sektor swasta menjadi bagian dari strategi ini.

    Ia berharap, semakin banyak produk lokal Balikpapan yang dapat menembus pasar internasional.

    “Semoga lebih banyak pelaku UMKM yang berani melangkah ke pasar ekspor. Pemerintah siap mendukung sepenuhnya," tutupnya.

    (Sf/Rs)