Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Griya Permata Asri (GPA) dan Perumahan Daun Village sepakat atasi permasalahan banjir di lingkungannya. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memfasilitasi penyelesaian persoalan banjir yang melanda Perumahan Griya Permata Asri (GPA) dan Perumahan Daun Village melalui kesepakatan bersama antara pengembang dan warga terdampak.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, bahwa pemerintah hadir sebagai mediator untuk memastikan keluhan warga ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
Menurutnya, permasalahan banjir harus segera ditangani karena berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Warga sudah membeli rumah dengan harapan tinggal nyaman, namun justru terdampak banjir. Ini yang menjadi perhatian utama pemerintah,” ucap Bagus Susetyo saat ditemui awak media, Rabu (17/12/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif, kedua pihak sepakat menjalankan solusi teknis pengendalian banjir tanpa konflik lanjutan. Salah satu kesepakatan utama adalah pembangunan kolam retensi sebagai upaya mengurangi genangan air.
Pihak GPA menyetujui relokasi dua kapling rumah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan kolam retensi di area eks tower seluas sekitar 208 meter persegi.
“Pembangunan tersebut menjadi tanggung jawab penuh GPA dan ditargetkan selesai akhir Desember 2025,” jelasnya.
Sementara itu, pengembang Daun Village akan membuka saluran penghubung setelah dilakukan pengerukan, sehingga aliran air dari kawasan GPA dapat tersambung ke saluran drainase kota.
Selain solusi teknis, camat dan lurah setempat ditugaskan untuk memverifikasi 13 bidang tanah yang dilaporkan warga bermasalah.
“Pemkot juga mengimbau warga terdampak untuk menahan diri dari langkah hukum, serta menjaga komunikasi dengan pihak pengembang selama proses penyelesaian berlangsung,” terangnya.
Seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan tersebut demi kepentingan bersama.
Pemkot Balikpapan berharap langkah ini dapat mengakhiri persoalan banjir di kawasan GPA dan Daun Village, sehingga warga kembali menikmati lingkungan hunian yang aman dan layak.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Griya Permata Asri (GPA) dan Perumahan Daun Village sepakat atasi permasalahan banjir di lingkungannya. (Foto: Humas/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memfasilitasi penyelesaian persoalan banjir yang melanda Perumahan Griya Permata Asri (GPA) dan Perumahan Daun Village melalui kesepakatan bersama antara pengembang dan warga terdampak.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menegaskan, bahwa pemerintah hadir sebagai mediator untuk memastikan keluhan warga ditindaklanjuti dengan langkah nyata.
Menurutnya, permasalahan banjir harus segera ditangani karena berdampak langsung pada kenyamanan dan keselamatan masyarakat.
“Warga sudah membeli rumah dengan harapan tinggal nyaman, namun justru terdampak banjir. Ini yang menjadi perhatian utama pemerintah,” ucap Bagus Susetyo saat ditemui awak media, Rabu (17/12/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung kondusif, kedua pihak sepakat menjalankan solusi teknis pengendalian banjir tanpa konflik lanjutan. Salah satu kesepakatan utama adalah pembangunan kolam retensi sebagai upaya mengurangi genangan air.
Pihak GPA menyetujui relokasi dua kapling rumah yang akan dimanfaatkan untuk pembangunan kolam retensi di area eks tower seluas sekitar 208 meter persegi.
“Pembangunan tersebut menjadi tanggung jawab penuh GPA dan ditargetkan selesai akhir Desember 2025,” jelasnya.
Sementara itu, pengembang Daun Village akan membuka saluran penghubung setelah dilakukan pengerukan, sehingga aliran air dari kawasan GPA dapat tersambung ke saluran drainase kota.
Selain solusi teknis, camat dan lurah setempat ditugaskan untuk memverifikasi 13 bidang tanah yang dilaporkan warga bermasalah.
“Pemkot juga mengimbau warga terdampak untuk menahan diri dari langkah hukum, serta menjaga komunikasi dengan pihak pengembang selama proses penyelesaian berlangsung,” terangnya.
Seluruh pihak yang hadir menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kesepakatan tersebut demi kepentingan bersama.
Pemkot Balikpapan berharap langkah ini dapat mengakhiri persoalan banjir di kawasan GPA dan Daun Village, sehingga warga kembali menikmati lingkungan hunian yang aman dan layak.
(Sf/Rs)