Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Standarisasi Daycare, CCTV Jadi Kebutuhan Utama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2026 pukul 17:53 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mendorong penguatan standar pengelolaan daycare, termasuk penggunaan CCTV sebagai bagian dari upaya perlindungan anak.

    Langkah ini mengemuka setelah mencuatnya kasus daycare di Yogyakarta yang menjadi perhatian nasional. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi daerah untuk memperketat pengawasan dan peningkatan kualitas layanan penitipan anak.

    “Kasus di daerah lain menjadi pengingat bagi kami semua bahwa pengelolaan daycare harus memenuhi standar, baik dari sisi keamanan, administrasi, maupun sarana prasarana,” ucap Nursyamsiarni kepada awak media, Kamis (29/4/2026).

    Menurutnya, salah satu aspek penting yang kini didorong adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan daycare. Selain untuk meningkatkan keamanan, fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari standar yang harus dipenuhi oleh pengelola.

    “CCTV itu sangat diperlukan dan sudah menjadi salah satu bagian dari standarisasi. Apalagi sekarang perangkatnya sudah cukup terjangkau,” katanya.

    Di tingkat pusat, program peningkatan kualitas pengasuhan anak juga terus digalakkan melalui program Taman Asuh Anak (Tamasya) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

    “Program ini menekankan edukasi dan sosialisasi bagi para pengelola daycare agar mampu memberikan layanan yang aman dan berkualitas,” akunya.

    Sejalan dengan itu, DP3AKB Balikpapan juga rutin menggelar workshop pemenuhan hak anak dengan melibatkan pengelola daycare sebagai peserta utama. Ke depan, pemerintah kota berencana memperluas jangkauan edukasi melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pengelola daycare yang telah terstandarisasi sebagai narasumber.

    Salah satu contoh daycare yang telah memenuhi standar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) adalah KEDECARE yang dikelola Koperasi Beriman di Balikpapan. Pengalaman dari pengelola tersebut akan dijadikan rujukan bagi daycare lain di kota ini.

    “Kami berencana mengadakan sosialisasi, kemungkinan secara hybrid, agar bisa menjangkau lebih banyak pengelola daycare di Balikpapan,” jelasnya.

    Saat ini, layanan daycare yang berada di bawah naungan Koperasi Beriman telah beroperasi di beberapa titik, termasuk kawasan belakang BRI dan Taman Tiga Generasi. Bahkan, satu unit daycare tambahan tengah dalam tahap pembangunan.

    Dalam pengelolaannya, daycare di Balikpapan tidak hanya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan perizinan, tetapi juga dengan DP3AKB, khususnya terkait program pemenuhan hak anak.

    Nursyamsiarni menambahkan, keberadaan daycare yang memenuhi standar juga menjadi bagian penting dalam mendukung penilaian Kota Layak Anak (KLA).

    “Daycare yang ramah anak merupakan salah satu indikator dalam penilaian Kota Layak Anak. Jadi ini bukan hanya soal layanan, tetapi juga komitmen kota dalam melindungi anak,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Standarisasi Daycare, CCTV Jadi Kebutuhan Utama

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    29 April 2026 pukul 17:53 WITA

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) mendorong penguatan standar pengelolaan daycare, termasuk penggunaan CCTV sebagai bagian dari upaya perlindungan anak.

    Langkah ini mengemuka setelah mencuatnya kasus daycare di Yogyakarta yang menjadi perhatian nasional. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DP3AKB Balikpapan, Nursyamsiarni Djufril Larose mengatakan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi daerah untuk memperketat pengawasan dan peningkatan kualitas layanan penitipan anak.

    “Kasus di daerah lain menjadi pengingat bagi kami semua bahwa pengelolaan daycare harus memenuhi standar, baik dari sisi keamanan, administrasi, maupun sarana prasarana,” ucap Nursyamsiarni kepada awak media, Kamis (29/4/2026).

    Menurutnya, salah satu aspek penting yang kini didorong adalah pemasangan kamera pengawas atau CCTV di lingkungan daycare. Selain untuk meningkatkan keamanan, fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari standar yang harus dipenuhi oleh pengelola.

    “CCTV itu sangat diperlukan dan sudah menjadi salah satu bagian dari standarisasi. Apalagi sekarang perangkatnya sudah cukup terjangkau,” katanya.

    Di tingkat pusat, program peningkatan kualitas pengasuhan anak juga terus digalakkan melalui program Taman Asuh Anak (Tamasya) yang diinisiasi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.

    “Program ini menekankan edukasi dan sosialisasi bagi para pengelola daycare agar mampu memberikan layanan yang aman dan berkualitas,” akunya.

    Sejalan dengan itu, DP3AKB Balikpapan juga rutin menggelar workshop pemenuhan hak anak dengan melibatkan pengelola daycare sebagai peserta utama. Ke depan, pemerintah kota berencana memperluas jangkauan edukasi melalui kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pengelola daycare yang telah terstandarisasi sebagai narasumber.

    Salah satu contoh daycare yang telah memenuhi standar dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) adalah KEDECARE yang dikelola Koperasi Beriman di Balikpapan. Pengalaman dari pengelola tersebut akan dijadikan rujukan bagi daycare lain di kota ini.

    “Kami berencana mengadakan sosialisasi, kemungkinan secara hybrid, agar bisa menjangkau lebih banyak pengelola daycare di Balikpapan,” jelasnya.

    Saat ini, layanan daycare yang berada di bawah naungan Koperasi Beriman telah beroperasi di beberapa titik, termasuk kawasan belakang BRI dan Taman Tiga Generasi. Bahkan, satu unit daycare tambahan tengah dalam tahap pembangunan.

    Dalam pengelolaannya, daycare di Balikpapan tidak hanya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan perizinan, tetapi juga dengan DP3AKB, khususnya terkait program pemenuhan hak anak.

    Nursyamsiarni menambahkan, keberadaan daycare yang memenuhi standar juga menjadi bagian penting dalam mendukung penilaian Kota Layak Anak (KLA).

    “Daycare yang ramah anak merupakan salah satu indikator dalam penilaian Kota Layak Anak. Jadi ini bukan hanya soal layanan, tetapi juga komitmen kota dalam melindungi anak,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)