Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Sinergi dengan Kadin, Optimalkan Peluang Usaha hingga IKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 21:16 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam menanggapi peran strategis dunia usaha di kota ini.

    Menurut Bagus, Kadin memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena dihuni para pelaku usaha yang dinilai memiliki insting bisnis kuat. Pemkot, kata dia, siap berperan sebagai fasilitator guna mendukung aktivitas usaha, terutama dalam hal perizinan.

    “Kadin ini salah satu pilar kegiatan usaha di setiap kota. Kami melihat kemandirian Kadin menjadi potensi besar untuk bersinergi dengan pemerintah. Kami akan mendorong dan memfasilitasi, khususnya dalam perizinan. Untuk permodalan, perbankan sudah bisa mendukung,” ucap Bagus kepada awak media, Rabu (8/4/2026).

    Ia berharap Kadin Kota Balikpapan dapat semakin aktif berperan di rumah sendiri dan terlibat dalam pengembangan berbagai sektor strategis. Pemkot, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha.

    Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama Kadin, antara lain perdagangan, restoran, industri, hingga logistik. Khusus sektor logistik, Bagus menyoroti masih terbatasnya infrastruktur pergudangan di Balikpapan.

    “Logistik ini peluang besar karena kami belum punya sistem pergudangan yang memadai. Mungkin ada pelaku usaha yang memiliki lahan luas, terutama di Balikpapan Utara, ini bisa dikembangkan bersama,” jelasnya.

    Bagus juga mengajak pelaku usaha untuk tidak berjalan sendiri, melainkan membangun kolaborasi berbasis organisasi. Dengan pembagian klaster usaha, menurutnya, kerja sama akan lebih efektif dan terarah.

    Di sisi lain, pemerintah kota tetap berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Bulog dan Dinas Perdagangan, termasuk melalui operasi pasar. Namun, ia mengakui pengendalian harga tidak bisa sepenuhnya dilakukan pemerintah.

    “Di luar intervensi pemerintah, peran Kadin sangat dibutuhkan. Kami berharap ada strategi dari pelaku usaha untuk mencegah gejolak harga, apalagi jika ada dampak kenaikan BBM yang biasanya berimbas ke banyak sektor,” katanya.

    Lebih lanjut, Bagus menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi dunia usaha di Balikpapan. Ia menyebut, kawasan IKN memiliki potensi yang lebih luas untuk ekspansi bisnis dibandingkan pasar lokal.

    Bahkan, pemerintah kota telah diminta oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam pembangunan IKN.

    “Kami diminta untuk menghadirkan pengusaha lokal. Otorita IKN juga memberi perhatian besar kepada pelaku usaha daerah agar bisa ikut terlibat,” ungkapnya.

    Dengan berbagai peluang tersebut, Pemkot Balikpapan berharap Kadin dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus mitra strategis dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era pembangunan IKN.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Sinergi dengan Kadin, Optimalkan Peluang Usaha hingga IKN

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    08 April 2026 pukul 21:16 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong penguatan sinergi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai salah satu pilar penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.

    Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam menanggapi peran strategis dunia usaha di kota ini.

    Menurut Bagus, Kadin memiliki posisi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena dihuni para pelaku usaha yang dinilai memiliki insting bisnis kuat. Pemkot, kata dia, siap berperan sebagai fasilitator guna mendukung aktivitas usaha, terutama dalam hal perizinan.

    “Kadin ini salah satu pilar kegiatan usaha di setiap kota. Kami melihat kemandirian Kadin menjadi potensi besar untuk bersinergi dengan pemerintah. Kami akan mendorong dan memfasilitasi, khususnya dalam perizinan. Untuk permodalan, perbankan sudah bisa mendukung,” ucap Bagus kepada awak media, Rabu (8/4/2026).

    Ia berharap Kadin Kota Balikpapan dapat semakin aktif berperan di rumah sendiri dan terlibat dalam pengembangan berbagai sektor strategis. Pemkot, lanjutnya, membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi pelaku usaha.

    Sejumlah sektor dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama Kadin, antara lain perdagangan, restoran, industri, hingga logistik. Khusus sektor logistik, Bagus menyoroti masih terbatasnya infrastruktur pergudangan di Balikpapan.

    “Logistik ini peluang besar karena kami belum punya sistem pergudangan yang memadai. Mungkin ada pelaku usaha yang memiliki lahan luas, terutama di Balikpapan Utara, ini bisa dikembangkan bersama,” jelasnya.

    Bagus juga mengajak pelaku usaha untuk tidak berjalan sendiri, melainkan membangun kolaborasi berbasis organisasi. Dengan pembagian klaster usaha, menurutnya, kerja sama akan lebih efektif dan terarah.

    Di sisi lain, pemerintah kota tetap berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Bulog dan Dinas Perdagangan, termasuk melalui operasi pasar. Namun, ia mengakui pengendalian harga tidak bisa sepenuhnya dilakukan pemerintah.

    “Di luar intervensi pemerintah, peran Kadin sangat dibutuhkan. Kami berharap ada strategi dari pelaku usaha untuk mencegah gejolak harga, apalagi jika ada dampak kenaikan BBM yang biasanya berimbas ke banyak sektor,” katanya.

    Lebih lanjut, Bagus menilai kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) membuka peluang besar bagi dunia usaha di Balikpapan. Ia menyebut, kawasan IKN memiliki potensi yang lebih luas untuk ekspansi bisnis dibandingkan pasar lokal.

    Bahkan, pemerintah kota telah diminta oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, untuk mendorong keterlibatan pengusaha lokal dalam pembangunan IKN.

    “Kami diminta untuk menghadirkan pengusaha lokal. Otorita IKN juga memberi perhatian besar kepada pelaku usaha daerah agar bisa ikut terlibat,” ungkapnya.

    Dengan berbagai peluang tersebut, Pemkot Balikpapan berharap Kadin dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus mitra strategis dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang di era pembangunan IKN.

    (Sf/Rs)