Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Perumda untuk Bersinergi dengan Daerah Penghasil

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ketahanan pasokan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan, terutama saat momen hari besar keagamaan seperti Lebaran menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

    Hal ini sejalan dengan peran strategis Balikpapan sebagai salah satu pusat distribusi nasional.

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, bahwa ketersediaan bahan pokok menjadi fokus utama, mengingat posisi geografis dan aktivitas ekonomi yang tinggi di kota ini.

    "Balikpapan itu yang penting barangnya ada. Berapa pun harganya pasti dibeli. Itu yang menjadi perhatian kami," ujar Haemusri kepada awak media, Jumat (11/4/2025).

    Menurutnya, status Balikpapan sebagai pusat distribusi bukan tanpa alasan. Keberadaan proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) dan meningkatnya jumlah penduduk akibat masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah, turut mendorong perlunya sistem distribusi pangan yang kokoh.

    “Untuk menjaga keberlangsungan pasokan, Pemkot menggandeng Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan mendorong sinergi dengan daerah penghasil,” jelasnya.

    Haemusri menjelaskan, Perumda tidak hanya berperan dari sisi bisnis, tetapi juga secara sosial hadir membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

    "Perumda harus bisa menjalin kerja sama antardaerah, membuka gerai sendiri atau bermitra dengan warga, agar distribusi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat," imbuhnya.

    Di sisi lain, keberadaan toko penyeimbang juga menjadi instrumen penting dalam memastikan stabilitas pasokan dan harga. Toko-toko ini menyediakan komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menahan laju kenaikan harga di tengah gejolak pasar.

    Meskipun ada lonjakan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit dan daging menjelang Lebaran, Haemusri memastikan ketersediaan bahan pangan di Balikpapan tetap mencukupi, dan harga cenderung stabil pasca Lebaran.

    "Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara distributor, Perumda, dan daerah penghasil. Itu akan memastikan stok aman dan harga tetap terkendali," paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Perumda untuk Bersinergi dengan Daerah Penghasil

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Ketahanan pasokan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan, terutama saat momen hari besar keagamaan seperti Lebaran menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan.

    Hal ini sejalan dengan peran strategis Balikpapan sebagai salah satu pusat distribusi nasional.

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan, Haemusri Umar mengatakan, bahwa ketersediaan bahan pokok menjadi fokus utama, mengingat posisi geografis dan aktivitas ekonomi yang tinggi di kota ini.

    "Balikpapan itu yang penting barangnya ada. Berapa pun harganya pasti dibeli. Itu yang menjadi perhatian kami," ujar Haemusri kepada awak media, Jumat (11/4/2025).

    Menurutnya, status Balikpapan sebagai pusat distribusi bukan tanpa alasan. Keberadaan proyek strategis nasional seperti Refinery Development Master Plan (RDMP) dan meningkatnya jumlah penduduk akibat masuknya tenaga kerja dari berbagai daerah, turut mendorong perlunya sistem distribusi pangan yang kokoh.

    “Untuk menjaga keberlangsungan pasokan, Pemkot menggandeng Perusahaan Umum Daerah (Perumda) dan mendorong sinergi dengan daerah penghasil,” jelasnya.

    Haemusri menjelaskan, Perumda tidak hanya berperan dari sisi bisnis, tetapi juga secara sosial hadir membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

    "Perumda harus bisa menjalin kerja sama antardaerah, membuka gerai sendiri atau bermitra dengan warga, agar distribusi bisa menjangkau semua lapisan masyarakat," imbuhnya.

    Di sisi lain, keberadaan toko penyeimbang juga menjadi instrumen penting dalam memastikan stabilitas pasokan dan harga. Toko-toko ini menyediakan komoditas sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), sekaligus menahan laju kenaikan harga di tengah gejolak pasar.

    Meskipun ada lonjakan harga pada beberapa komoditas seperti cabai rawit dan daging menjelang Lebaran, Haemusri memastikan ketersediaan bahan pangan di Balikpapan tetap mencukupi, dan harga cenderung stabil pasca Lebaran.

    "Kuncinya adalah komunikasi yang baik antara distributor, Perumda, dan daerah penghasil. Itu akan memastikan stok aman dan harga tetap terkendali," paparnya.

    (Sf/Rs)