Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi untuk Perkuat Pembangunan Sosial

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo (baju putih) saat menerima kunjungan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jumat (18/7/2025). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong sinergi lintas sektor dalam rangka memperkuat pembangunan daerah, salah satunya melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi.

    Komitmen ini kembali ditegaskan saat Pemkot menerima kunjungan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jumat (18/7/2025).

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif FUAD UIN yang menjajaki kerja sama berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi, mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

    “Mahasiswa asal Balikpapan yang kuliah di UIN ternyata cukup banyak. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat keterlibatan mereka dalam program pembangunan kota, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan dunia akademik,” ujar Bagus kepada awak media.

    Kerja sama ini rencananya akan difokuskan pada pelibatan mahasiswa dan dosen dalam berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan riset terapan, yang diharapkan berdampak langsung pada masyarakat.

    Pemkot melalui Bagian Kerja Sama Setda akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum menyusun nota kesepahaman.

    “Apakah nanti dalam bentuk pendampingan masyarakat, pelatihan pendidikan, atau riset sosial, semua itu akan dikaji agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.

    Sementara itu, Dekan FUAD UIN Samarinda, Muhammad Abzar menegaskan, bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

    FUAD menargetkan Balikpapan sebagai wilayah pertama sebelum memperluas kolaborasi ke Bontang, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.

    “Kami ingin civitas akademika hadir di tengah masyarakat. FUAD siap bersinergi dengan Pemkot dalam program-program pembangunan sosial berbasis pengabdian masyarakat,” terang Abzar.

    FUAD mencatat sekitar 100 dari total 300 mahasiswa asal Balikpapan yang kini menempuh pendidikan di fakultas tersebut. Jumlah ini dianggap representatif untuk menginisiasi program kolaboratif berbasis daerah asal mahasiswa.

    Kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan FUAD UIN Samarinda menjadi langkah strategis dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil pembangunan kota.

    “Dengan mengedepankan pendekatan berbasis riset dan pengabdian, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” paparnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Dorong Kolaborasi Pendidikan Tinggi untuk Perkuat Pembangunan Sosial

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo (baju putih) saat menerima kunjungan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jumat (18/7/2025). (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mendorong sinergi lintas sektor dalam rangka memperkuat pembangunan daerah, salah satunya melalui kolaborasi dengan institusi pendidikan tinggi.

    Komitmen ini kembali ditegaskan saat Pemkot menerima kunjungan dari Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda, Jumat (18/7/2025).

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, menyambut baik inisiatif FUAD UIN yang menjajaki kerja sama berbasis Tri Dharma Perguruan Tinggi, mencakup bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

    “Mahasiswa asal Balikpapan yang kuliah di UIN ternyata cukup banyak. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat keterlibatan mereka dalam program pembangunan kota, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan dunia akademik,” ujar Bagus kepada awak media.

    Kerja sama ini rencananya akan difokuskan pada pelibatan mahasiswa dan dosen dalam berbagai kegiatan sosial, edukatif, dan riset terapan, yang diharapkan berdampak langsung pada masyarakat.

    Pemkot melalui Bagian Kerja Sama Setda akan melakukan kajian lebih lanjut sebelum menyusun nota kesepahaman.

    “Apakah nanti dalam bentuk pendampingan masyarakat, pelatihan pendidikan, atau riset sosial, semua itu akan dikaji agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” tambahnya.

    Sementara itu, Dekan FUAD UIN Samarinda, Muhammad Abzar menegaskan, bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.

    FUAD menargetkan Balikpapan sebagai wilayah pertama sebelum memperluas kolaborasi ke Bontang, Kutai Kartanegara, dan Samarinda.

    “Kami ingin civitas akademika hadir di tengah masyarakat. FUAD siap bersinergi dengan Pemkot dalam program-program pembangunan sosial berbasis pengabdian masyarakat,” terang Abzar.

    FUAD mencatat sekitar 100 dari total 300 mahasiswa asal Balikpapan yang kini menempuh pendidikan di fakultas tersebut. Jumlah ini dianggap representatif untuk menginisiasi program kolaboratif berbasis daerah asal mahasiswa.

    Kolaborasi antara Pemkot Balikpapan dan FUAD UIN Samarinda menjadi langkah strategis dalam membangun jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan riil pembangunan kota.

    “Dengan mengedepankan pendekatan berbasis riset dan pengabdian, sinergi ini diharapkan mampu memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan,” paparnya.

    (Sf/Rs)