Cari disini...
Seputar Kaltim
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait sebaran debu yang diduga berasal dari area kilang.
Penanganan dilakukan dengan meninjau langsung lokasi, mengambil sampel debu, menguji kualitas udara, hingga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Langkah tersebut dilakukan setelah warga di sejumlah kawasan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara melaporkan adanya sebaran debu yang menimbulkan kekhawatiran. Hingga saat ini, penyebab pasti debu tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah mengapresiasi respons cepat PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat. Menurutnya, setiap dugaan dampak yang berkaitan dengan aktivitas industri harus segera ditangani agar tidak menimbulkan keresahan.
“Ini menunjukkan Pertamina sebagai BUMN yang selama ini beroperasi di Kota Balikpapan ikut bertanggung jawab. Mudah-mudahan setiap kejadian yang berasal dari aktivitas perusahaan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ucap Wawali Bagus saat ditemui awak media, Senin (29/6/2026).
Selain penanganan di lapangan, pemkot juga meminta manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Menurut Bagus, komunikasi yang baik menjadi bagian penting agar warga memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang terjadi.
“Saya sudah berkomunikasi dengan General Manager maupun General Affair Pertamina agar bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui media. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara Lurah Karang Jati, Dedy Prasetia menjelaskan, wilayahnya menjadi salah satu lokasi yang terdampak dugaan sebaran debu. Saat ini, sampel debu telah diambil untuk diuji di laboratorium, bersamaan dengan pemeriksaan kualitas udara.
“Hasilnya masih kami tunggu. Dari hasil itulah nantinya dapat diketahui penyebab pasti sebaran debu tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, puskesmas setempat juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang merasa terdampak. Hingga kini, pemerintah belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.
Dedy menilai respons cepat PT Kilang Pertamina Balikpapan patut diapresiasi, karena perusahaan segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat.
“Pemkot Balikpapan berharap hasil uji laboratorium dapat segera diperoleh sebagai dasar untuk menentukan penyebab sebaran debu, sekaligus menetapkan langkah penanganan lanjutan,” harapnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait sumber sebaran debu tersebut.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat ditemui di Balai Kota. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bersama PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) bergerak cepat merespons laporan masyarakat terkait sebaran debu yang diduga berasal dari area kilang.
Penanganan dilakukan dengan meninjau langsung lokasi, mengambil sampel debu, menguji kualitas udara, hingga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Langkah tersebut dilakukan setelah warga di sejumlah kawasan Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara melaporkan adanya sebaran debu yang menimbulkan kekhawatiran. Hingga saat ini, penyebab pasti debu tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengatakan, pemerintah mengapresiasi respons cepat PT Kilang Pertamina Balikpapan dalam menindaklanjuti keluhan masyarakat. Menurutnya, setiap dugaan dampak yang berkaitan dengan aktivitas industri harus segera ditangani agar tidak menimbulkan keresahan.
“Ini menunjukkan Pertamina sebagai BUMN yang selama ini beroperasi di Kota Balikpapan ikut bertanggung jawab. Mudah-mudahan setiap kejadian yang berasal dari aktivitas perusahaan tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat,” ucap Wawali Bagus saat ditemui awak media, Senin (29/6/2026).
Selain penanganan di lapangan, pemkot juga meminta manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Menurut Bagus, komunikasi yang baik menjadi bagian penting agar warga memperoleh informasi yang jelas mengenai kondisi yang terjadi.
“Saya sudah berkomunikasi dengan General Manager maupun General Affair Pertamina agar bisa memberikan penjelasan kepada masyarakat melalui media. Alhamdulillah langsung ditindaklanjuti,” katanya.
Sementara Lurah Karang Jati, Dedy Prasetia menjelaskan, wilayahnya menjadi salah satu lokasi yang terdampak dugaan sebaran debu. Saat ini, sampel debu telah diambil untuk diuji di laboratorium, bersamaan dengan pemeriksaan kualitas udara.
“Hasilnya masih kami tunggu. Dari hasil itulah nantinya dapat diketahui penyebab pasti sebaran debu tersebut,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipasi, puskesmas setempat juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang merasa terdampak. Hingga kini, pemerintah belum menerima laporan adanya warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kejadian tersebut.
Dedy menilai respons cepat PT Kilang Pertamina Balikpapan patut diapresiasi, karena perusahaan segera turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat.
“Pemkot Balikpapan berharap hasil uji laboratorium dapat segera diperoleh sebagai dasar untuk menentukan penyebab sebaran debu, sekaligus menetapkan langkah penanganan lanjutan,” harapnya.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi sebelum menarik kesimpulan terkait sumber sebaran debu tersebut.
(Sf/Rs)