Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan dan BPH Migas Bahas Antrean Pertalite, Layanan Akan Ditambah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2026 pukul 13:13 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud ditemui usai rapat koordinasi. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membahas antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya untuk mendapatkan BBM subsidi Pertalite, Jumat (14/8/2026).

    Rapat tersebut dihadiri langsung Kepala BPH Migas bersama jajaran Pemkot Balikpapan dan pihak terkait. Dalam pertemuan itu, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di Kota Balikpapan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, berdasarkan penjelasan BPH Migas, pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat di Balikpapan dipastikan terpenuhi.

    “Alhamdulillah, rapat hari ini dihadiri Kepala BPH Migas langsung. Beliau menyampaikan bahwa masyarakat diminta untuk tidak khawatir, karena kebutuhan BBM di Kota Balikpapan akan terpenuhi,” ucap Rahmad usai rapat.

    Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan BBM secara keseluruhan. Salah satu faktor yang memicu antrean adalah, adanya beberapa SPBU yang tidak menyalurkan BBM subsidi jenis Pertalite.

    Untuk mengurai antrean, Pertamina akan membuka layanan penyaluran Pertalite di sejumlah titik tambahan. Salah satunya ditujukan untuk kendaraan roda dua di wilayah Balikpapan Timur.

    “Antrian panjang ini mungkin ada disebabkan teknis saja. Karena ada beberapa titik SPBU yang tidak menyalurkan BBM subsidi Pertalite,” ujarnya.

    Rahmad menjelaskan, penambahan titik penyaluran tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Pertalite, sehingga kendaraan tidak terkonsentrasi mengantre di SPBU tertentu.

    Selain di Balikpapan Timur, sejumlah titik lain juga disiapkan, antara lain di kawasan Grand City dan Kebun Sayur.

    “Nanti akan dibuka di daerah Timur ada dua, kemudian di Grand City, termasuk di Kebun Sayur. Sehingga warga tidak antre di satu titik saja,” terangnya.

    Khusus layanan untuk kendaraan roda dua, kata Rahmad, diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan Pertalite dapat memperoleh pelayanan lebih mudah tanpa harus mengantre terlalu lama.

    Ia menambahkan, pelaksanaan penyaluran di titik-titik tambahan tersebut kini tinggal menunggu kesiapan SPBU dan eksekusi dari Pertamina setelah memperoleh izin dari BPH Migas.

    “Alhamdulillah Pertamina tinggal mengeksekusi, karena ini harus izin dari BPH Migas,” tambahnya.

    Terkait waktu mulai beroperasinya layanan tambahan tersebut, Rahmad berharap dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing SPBU.

    “Secepatnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa tersalurkan. Artinya, perlu dilihat kesiapan dari SPBU, tinggal disalurkan nanti Pertalite,” ujarnya.

    Rahmad menegaskan, Pemkot Balikpapan akan terus memantau kondisi distribusi BBM di lapangan. Apabila pasokan yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat, pemerintah akan berkoordinasi untuk melakukan penambahan.

    “Untuk kotanya, kami akan lihat. Kalau itu kurang, akan kami tambah. Karena yang kami lihat ini kan antrean, disebabkan ada beberapa titik SPBU yang melayani Pertalite itu tidak melayani yang bersubsidi,” tuturnya.

    Dengan adanya penambahan titik penyaluran Pertalite, Pemkot Balikpapan berharap antrean panjang di sejumlah SPBU dapat segera terurai dan pelayanan BBM bersubsidi kepada masyarakat kembali berjalan lebih lancar.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan dan BPH Migas Bahas Antrean Pertalite, Layanan Akan Ditambah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    14 Agustus 2026 pukul 13:13 WITA

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud ditemui usai rapat koordinasi. (Foto: maya sari/seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menggelar rapat koordinasi bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) untuk membahas antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), khususnya untuk mendapatkan BBM subsidi Pertalite, Jumat (14/8/2026).

    Rapat tersebut dihadiri langsung Kepala BPH Migas bersama jajaran Pemkot Balikpapan dan pihak terkait. Dalam pertemuan itu, pemerintah memastikan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM di Kota Balikpapan.

    Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud mengatakan, berdasarkan penjelasan BPH Migas, pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat di Balikpapan dipastikan terpenuhi.

    “Alhamdulillah, rapat hari ini dihadiri Kepala BPH Migas langsung. Beliau menyampaikan bahwa masyarakat diminta untuk tidak khawatir, karena kebutuhan BBM di Kota Balikpapan akan terpenuhi,” ucap Rahmad usai rapat.

    Menurutnya, antrean panjang yang terjadi di sejumlah SPBU bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan BBM secara keseluruhan. Salah satu faktor yang memicu antrean adalah, adanya beberapa SPBU yang tidak menyalurkan BBM subsidi jenis Pertalite.

    Untuk mengurai antrean, Pertamina akan membuka layanan penyaluran Pertalite di sejumlah titik tambahan. Salah satunya ditujukan untuk kendaraan roda dua di wilayah Balikpapan Timur.

    “Antrian panjang ini mungkin ada disebabkan teknis saja. Karena ada beberapa titik SPBU yang tidak menyalurkan BBM subsidi Pertalite,” ujarnya.

    Rahmad menjelaskan, penambahan titik penyaluran tersebut diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Pertalite, sehingga kendaraan tidak terkonsentrasi mengantre di SPBU tertentu.

    Selain di Balikpapan Timur, sejumlah titik lain juga disiapkan, antara lain di kawasan Grand City dan Kebun Sayur.

    “Nanti akan dibuka di daerah Timur ada dua, kemudian di Grand City, termasuk di Kebun Sayur. Sehingga warga tidak antre di satu titik saja,” terangnya.

    Khusus layanan untuk kendaraan roda dua, kata Rahmad, diharapkan dapat membantu mengurangi kepadatan antrean di SPBU. Dengan demikian, masyarakat yang membutuhkan Pertalite dapat memperoleh pelayanan lebih mudah tanpa harus mengantre terlalu lama.

    Ia menambahkan, pelaksanaan penyaluran di titik-titik tambahan tersebut kini tinggal menunggu kesiapan SPBU dan eksekusi dari Pertamina setelah memperoleh izin dari BPH Migas.

    “Alhamdulillah Pertamina tinggal mengeksekusi, karena ini harus izin dari BPH Migas,” tambahnya.

    Terkait waktu mulai beroperasinya layanan tambahan tersebut, Rahmad berharap dapat direalisasikan dalam waktu dekat. Namun, pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing SPBU.

    “Secepatnya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah bisa tersalurkan. Artinya, perlu dilihat kesiapan dari SPBU, tinggal disalurkan nanti Pertalite,” ujarnya.

    Rahmad menegaskan, Pemkot Balikpapan akan terus memantau kondisi distribusi BBM di lapangan. Apabila pasokan yang tersedia dinilai belum mencukupi kebutuhan masyarakat, pemerintah akan berkoordinasi untuk melakukan penambahan.

    “Untuk kotanya, kami akan lihat. Kalau itu kurang, akan kami tambah. Karena yang kami lihat ini kan antrean, disebabkan ada beberapa titik SPBU yang melayani Pertalite itu tidak melayani yang bersubsidi,” tuturnya.

    Dengan adanya penambahan titik penyaluran Pertalite, Pemkot Balikpapan berharap antrean panjang di sejumlah SPBU dapat segera terurai dan pelayanan BBM bersubsidi kepada masyarakat kembali berjalan lebih lancar.

    (Sf/Rs)