Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim
Kunjungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Hainan, China ke Pemerintah Kota Balikpapan memberikan angin segar buat warga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menerima audiensi rombongan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Hainan, China, di VIP room Balai Kota Balikpapan, Senin (5/1/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta sejumlah OPD terkait, di antaranya Bappeda, BKAD Bidang Aset, Bagian Kerja Sama, Bagian Ekonomi dan Perusda Manuntung Sukses.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Kadin Hainan menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kota Balikpapan. Mereka menilai Balikpapan memiliki keunggulan strategis, khususnya dari sisi infrastruktur, seperti akses jalan yang baik dan keberadaan pelabuhan.
Salah satu rencana investasi yang dipaparkan adalah pembangunan gudang besar (warehouse) yang akan difungsikan sebagai pusat penyimpanan material konstruksi dan furnitur.
“Lokasi yang diminati berada di kawasan Kariangau yang dinilai memiliki nilai tambah karena dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan distribusi logistik,” ucap Bagus Susetyo saat ditemui awak media.
Pemkot menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya, mengingat kawasan yang dimaksud juga berdekatan dengan aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Ini merupakan peluang positif. Pada prinsipnya Pemkot Balikpapan menerima semua investasi yang dapat membuka sektor manufaktur dan hilirisasi, karena hal itu akan memberikan manfaat besar bagi daerah,” terangnya.
Masuknya investasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan lulusan sekolah, serta berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Kota Balikpapan.
Terkait waktu realisasi investasi, prosesnya masih memerlukan tahapan lanjutan, terutama menyangkut aspek legalitas dan pemanfaatan aset daerah. Opsi kerja sama yang memungkinkan antara lain melalui perumda dengan persetujuan DPRD atau skema kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) atau Build Operate-Transfer (BOT).
“Secara internal kami akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, memastikan status dan pemanfaatan lahan, serta menyesuaikan dengan rencana pemerintah provinsi agar tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Sebelumnya pihak Kadin Hainan telah melakukan survei selama beberapa bulan di kawasan tersebut, termasuk pemetaan lokasi menggunakan drone dan perhitungan teknis bangunan.
“Pada prinsipnya, Pemkot Balikpapan menyambut baik rencana investasi ini, tapi tetap akan melakukan kajian menyeluruh untuk memastikan kesesuaian lokasi dan regulasi sebelum kerja sama direalisasikan,” paparnya.
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Maya Sari -
Seputar Kaltim

Kunjungan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Hainan, China ke Pemerintah Kota Balikpapan memberikan angin segar buat warga Balikpapan. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan menegaskan komitmennya untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi investasi yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat menerima audiensi rombongan pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Hainan, China, di VIP room Balai Kota Balikpapan, Senin (5/1/2026).
Audiensi tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, serta sejumlah OPD terkait, di antaranya Bappeda, BKAD Bidang Aset, Bagian Kerja Sama, Bagian Ekonomi dan Perusda Manuntung Sukses.
Dalam pertemuan tersebut, rombongan Kadin Hainan menyampaikan ketertarikannya untuk berinvestasi di Kota Balikpapan. Mereka menilai Balikpapan memiliki keunggulan strategis, khususnya dari sisi infrastruktur, seperti akses jalan yang baik dan keberadaan pelabuhan.
Salah satu rencana investasi yang dipaparkan adalah pembangunan gudang besar (warehouse) yang akan difungsikan sebagai pusat penyimpanan material konstruksi dan furnitur.
“Lokasi yang diminati berada di kawasan Kariangau yang dinilai memiliki nilai tambah karena dekat dengan pelabuhan sehingga memudahkan distribusi logistik,” ucap Bagus Susetyo saat ditemui awak media.
Pemkot menyambut baik rencana tersebut dan menyatakan akan menindaklanjutinya, mengingat kawasan yang dimaksud juga berdekatan dengan aset milik Pemerintah Provinsi Kaltim.
“Ini merupakan peluang positif. Pada prinsipnya Pemkot Balikpapan menerima semua investasi yang dapat membuka sektor manufaktur dan hilirisasi, karena hal itu akan memberikan manfaat besar bagi daerah,” terangnya.
Masuknya investasi diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan lulusan sekolah, serta berkontribusi menurunkan angka kemiskinan di Kota Balikpapan.
Terkait waktu realisasi investasi, prosesnya masih memerlukan tahapan lanjutan, terutama menyangkut aspek legalitas dan pemanfaatan aset daerah. Opsi kerja sama yang memungkinkan antara lain melalui perumda dengan persetujuan DPRD atau skema kerja sama Bangun Guna Serah (BGS) atau Build Operate-Transfer (BOT).
“Secara internal kami akan melakukan konsolidasi terlebih dahulu, memastikan status dan pemanfaatan lahan, serta menyesuaikan dengan rencana pemerintah provinsi agar tidak tumpang tindih,” jelasnya.
Sebelumnya pihak Kadin Hainan telah melakukan survei selama beberapa bulan di kawasan tersebut, termasuk pemetaan lokasi menggunakan drone dan perhitungan teknis bangunan.
“Pada prinsipnya, Pemkot Balikpapan menyambut baik rencana investasi ini, tapi tetap akan melakukan kajian menyeluruh untuk memastikan kesesuaian lokasi dan regulasi sebelum kerja sama direalisasikan,” paparnya.
(Sf/Lo)