Cari disini...
Seputar Kaltim
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan, pembentukan satgas tersebut akan dikoordinasikan melalui Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan. Langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai elemen dan aliansi masyarakat.
“Supaya benar-benar tepat sasaran sesuai dengan permintaan masyarakat, saya meminta Asisten I untuk menjembatani dan membentuk Satgas pendistribusian BBM subsidi,” ucap Rahmad saat ditemui awak media, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh upaya agar BBM subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerima sesuai peruntukannya.
“Kami sepakat dan mendukung bahwa BBM subsidi harus tepat sasaran, serta digunakan oleh pihak yang memang berhak sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Terkait terbatasnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjual Pertalite di Balikpapan, Rahmad menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan PT Pertamina (Persero). Saat ini hanya terdapat lima SPBU yang melayani penjualan Pertalite bersubsidi.
Ia menegaskan, tidak semua SPBU dapat menjual BBM subsidi karena harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan tata kota. Jika seluruh SPBU, terutama yang berada di pusat kota menjual BBM subsidi, dikhawatirkan akan memicu antrean panjang dan kemacetan.
“Perlu diingat lima tahun lalu bagaimana panjangnya antrean kendaraan di SPBU. Selain menimbulkan kemacetan, kondisi itu juga berdampak pada tata kota dan aktivitas ekonomi masyarakat,” mengingatkan.
Karena itu, Pertamina hanya menunjuk beberapa SPBU tertentu untuk menyalurkan BBM subsidi. Meski demikian, Pemkot Balikpapan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut apabila diperlukan.
“Kalau memang nanti diperlukan, akan kami kaji ulang. Apakah seluruh SPBU bisa kembali menyalurkan BBM subsidi atau tidak, tentu akan kami lihat perkembangannya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud saat ditemui awak media. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk mengawasi pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi agar tepat sasaran.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud menyampaikan, pembentukan satgas tersebut akan dikoordinasikan melalui Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan. Langkah ini merupakan respons atas aspirasi masyarakat yang disampaikan melalui berbagai elemen dan aliansi masyarakat.
“Supaya benar-benar tepat sasaran sesuai dengan permintaan masyarakat, saya meminta Asisten I untuk menjembatani dan membentuk Satgas pendistribusian BBM subsidi,” ucap Rahmad saat ditemui awak media, Jumat (19/6/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah mendukung penuh upaya agar BBM subsidi hanya dinikmati oleh masyarakat yang memang berhak menerima sesuai peruntukannya.
“Kami sepakat dan mendukung bahwa BBM subsidi harus tepat sasaran, serta digunakan oleh pihak yang memang berhak sesuai peruntukannya,” ujarnya.
Terkait terbatasnya jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang menjual Pertalite di Balikpapan, Rahmad menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan PT Pertamina (Persero). Saat ini hanya terdapat lima SPBU yang melayani penjualan Pertalite bersubsidi.
Ia menegaskan, tidak semua SPBU dapat menjual BBM subsidi karena harus mempertimbangkan kondisi lalu lintas dan tata kota. Jika seluruh SPBU, terutama yang berada di pusat kota menjual BBM subsidi, dikhawatirkan akan memicu antrean panjang dan kemacetan.
“Perlu diingat lima tahun lalu bagaimana panjangnya antrean kendaraan di SPBU. Selain menimbulkan kemacetan, kondisi itu juga berdampak pada tata kota dan aktivitas ekonomi masyarakat,” mengingatkan.
Karena itu, Pertamina hanya menunjuk beberapa SPBU tertentu untuk menyalurkan BBM subsidi. Meski demikian, Pemkot Balikpapan tidak menutup kemungkinan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut apabila diperlukan.
“Kalau memang nanti diperlukan, akan kami kaji ulang. Apakah seluruh SPBU bisa kembali menyalurkan BBM subsidi atau tidak, tentu akan kami lihat perkembangannya,” pungkasnya.
(Sf/Lo)