Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan akan Bangun 2 PDU untuk Kurangi Sampah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bakal membangun dua Pusat Daur Ulang (PDU) sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, pembangunan PDU tersebut merupakan bagian dari upaya mengatasi jumlah volume sampah yang terus meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk.

    Pertambahan penduduk disebabkan karena adanya proyek besar yang sedang berjalan yakni adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek Kilang Pertamina.

    Sudirman bilang, ada dua hal yang dilakukan untuk pengelolaan sampah, karena volumenya terus meningkat yakni penanganan dan pengurangan.

    “Itu dilihat dari bertambahnya jumlah sampah yang ada. Penanganan yang kami lakukan kurang lebih sampai 500 ton per hari, namun yang kita bisa kurangi dengan berbagai pihak hanya sekitar 120 ton per hari,” ucap Dirman sapaan akrabnya kepada media, Jumat (1/11/2024).

    Selain memilah sampah, Pemkot Balikpapan juga akan membangun Pusat Daur Ulang (PDU) yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), sedangkan DLH bertugas mengoprasionalkan.

    “Saat ini sudah proses pembangunan, tempat ada di dua lokasi yakni di Daksa Kota Hijau dan Kilometer 12 Balikpapan Utara. Dimana satu PDU akan bekerjasama dengan kelompok masyarakat,” imbuhnya.

    Dengan PDU, ia berharap DLH bisa menargetkan pengurangan sampah hingga 50 ton per hari. Hanya saja pembangunan infrastruktur PDU direncanakan baru terbangun di tahun 2025.

    “Harapannya nanti dengan ada dua itu juga target kita adalah pengurangan sampah 50 ton satu hari di Daksa, kemudian satu lagi masih proses membangun dengan PU di kawasan Kilometer 12 dekat pembibitan,” ujarnya.

    Lanjutnya, saat ini Pemkot Balikpapan juga sedang bekerjasama dengan Bank Sampah di beberapa star up yang peduli sampah, termasuk juga komunitas. Begitu juga melalui Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Material Recovery Facility (MRF).

    “Nah kerjasama itu yang saat ini kami lakukan, bahkan kami juga bekerjasama dengan komunitas Ciros yang membeli sampah pilahannya di tempat,” akunya.

    Sedangkan MRF-ya itu dilakukan pemilihan sampah di Gunung Bahagia, baik sampah plastik, kardus, botol dan lainnya. Hanya saja hasilnya akan masuk ke dalam retribusi.

    “Kemudian kita ada ITF yaitu mengelola sampah pasar yang di olah jadi kompos dan ini sudah berjalan cukup lama,” terangnya.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan akan Bangun 2 PDU untuk Kurangi Sampah

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    04 Januari 2026 pukul 17:09 WITA

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sudirman Djayaleksana. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com

    Balikpapan - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan bakal membangun dua Pusat Daur Ulang (PDU) sampah. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Sudirman Djayaleksana mengatakan, pembangunan PDU tersebut merupakan bagian dari upaya mengatasi jumlah volume sampah yang terus meningkat akibat bertambahnya jumlah penduduk.

    Pertambahan penduduk disebabkan karena adanya proyek besar yang sedang berjalan yakni adanya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan proyek Kilang Pertamina.

    Sudirman bilang, ada dua hal yang dilakukan untuk pengelolaan sampah, karena volumenya terus meningkat yakni penanganan dan pengurangan.

    “Itu dilihat dari bertambahnya jumlah sampah yang ada. Penanganan yang kami lakukan kurang lebih sampai 500 ton per hari, namun yang kita bisa kurangi dengan berbagai pihak hanya sekitar 120 ton per hari,” ucap Dirman sapaan akrabnya kepada media, Jumat (1/11/2024).

    Selain memilah sampah, Pemkot Balikpapan juga akan membangun Pusat Daur Ulang (PDU) yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU), sedangkan DLH bertugas mengoprasionalkan.

    “Saat ini sudah proses pembangunan, tempat ada di dua lokasi yakni di Daksa Kota Hijau dan Kilometer 12 Balikpapan Utara. Dimana satu PDU akan bekerjasama dengan kelompok masyarakat,” imbuhnya.

    Dengan PDU, ia berharap DLH bisa menargetkan pengurangan sampah hingga 50 ton per hari. Hanya saja pembangunan infrastruktur PDU direncanakan baru terbangun di tahun 2025.

    “Harapannya nanti dengan ada dua itu juga target kita adalah pengurangan sampah 50 ton satu hari di Daksa, kemudian satu lagi masih proses membangun dengan PU di kawasan Kilometer 12 dekat pembibitan,” ujarnya.

    Lanjutnya, saat ini Pemkot Balikpapan juga sedang bekerjasama dengan Bank Sampah di beberapa star up yang peduli sampah, termasuk juga komunitas. Begitu juga melalui Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Material Recovery Facility (MRF).

    “Nah kerjasama itu yang saat ini kami lakukan, bahkan kami juga bekerjasama dengan komunitas Ciros yang membeli sampah pilahannya di tempat,” akunya.

    Sedangkan MRF-ya itu dilakukan pemilihan sampah di Gunung Bahagia, baik sampah plastik, kardus, botol dan lainnya. Hanya saja hasilnya akan masuk ke dalam retribusi.

    “Kemudian kita ada ITF yaitu mengelola sampah pasar yang di olah jadi kompos dan ini sudah berjalan cukup lama,” terangnya.

    (Sf/Rs)