Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Ajak Pesantren Kembangkan UMKM Berbasis Santri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Januari 2026 pukul 19:50 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat berada di ruag kerjanya. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong pondok pesantren untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. 

    Upaya ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian santri dan penguatan ekonomi umat. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo kepada media, Jumat(9/1/2026).

    Bagus mengatakan, pesantren merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang berkontribusi besar dalam pembentukan karakter, pengetahuan, serta kehidupan sosial santri. Oleh karena itu, pesantren diharapkan dapat terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

    “Pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter. Santri juga perlu mendapatkan akses dan manfaat dari program-program pemerintah yang sudah berjalan,” jelasnya.

    Selain penguatan pendidikan keagamaan, Pemkot mendorong pesantren untuk mengembangkan unit usaha mandiri. Menurut Bagus, lingkungan pesantren menyimpan potensi ekonomi yang besar dan dapat dikembangkan melalui pengelolaan usaha yang terencana.

    “Pengembangan usaha tersebut dapat disinergikan dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih,” lanjutnya.

    Program-program ini, kata dia, membuka peluang tumbuhnya UMKM yang melibatkan santri dan pengelola pesantren.

    “Potensi UMKM di pesantren sangat besar. Jika dikelola dengan baik, bisa membantu operasional pesantren sekaligus menjadi sarana pemberdayaan santri,” tambahnya.

    Melalui kolaborasi ini, Pemkot Balikpapan berharap pesantren mampu berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Balikpapan.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkot Balikpapan Ajak Pesantren Kembangkan UMKM Berbasis Santri

    Penulis:Maya Sari|Redaktur:Rusdianto
    09 Januari 2026 pukul 19:50 WITA

    Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo saat berada di ruag kerjanya. (Foto: dok/Seputarfakta.com)

    Balikpapan – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong pondok pesantren untuk mengambil peran lebih luas, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. 

    Upaya ini dinilai penting untuk mendukung kemandirian santri dan penguatan ekonomi umat. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo kepada media, Jumat(9/1/2026).

    Bagus mengatakan, pesantren merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang berkontribusi besar dalam pembentukan karakter, pengetahuan, serta kehidupan sosial santri. Oleh karena itu, pesantren diharapkan dapat terlibat aktif dalam berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah.

    “Pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang berkarakter. Santri juga perlu mendapatkan akses dan manfaat dari program-program pemerintah yang sudah berjalan,” jelasnya.

    Selain penguatan pendidikan keagamaan, Pemkot mendorong pesantren untuk mengembangkan unit usaha mandiri. Menurut Bagus, lingkungan pesantren menyimpan potensi ekonomi yang besar dan dapat dikembangkan melalui pengelolaan usaha yang terencana.

    “Pengembangan usaha tersebut dapat disinergikan dengan program pemerintah pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih,” lanjutnya.

    Program-program ini, kata dia, membuka peluang tumbuhnya UMKM yang melibatkan santri dan pengelola pesantren.

    “Potensi UMKM di pesantren sangat besar. Jika dikelola dengan baik, bisa membantu operasional pesantren sekaligus menjadi sarana pemberdayaan santri,” tambahnya.

    Melalui kolaborasi ini, Pemkot Balikpapan berharap pesantren mampu berkembang sebagai lembaga pendidikan yang mandiri secara ekonomi, sekaligus menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Kota Balikpapan.

    (Sf/Rs)