Cari disini...
Seputar Kaltim
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkes) Kabupaten Paser, Romif Erwinadi (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkes) Paser, Romif Erwinadi mengharapkan masyarakat dan para santri tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan pelepasan pawai Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung di depan Kantor Bupati Paser.
Ia menyebut pelaksanaan hari santri itu selalu diselenggarakan setiap tahun dengan mengangkat tema yang berbeda.
"Peringatan Hari Santri 2025 tersebut merefleksikan perubahan paradigma bahwa santri kini tidak hanya diposisikan sebagai penjaga tradisi, tetapi sebagai aktor aktif dalam membangun masa depan bangsa," katanya, Senin (20/10/2025).
Selain itu, ia mengajak agar peringatan hari santri tersebut dapat dijadikan momentum strategis untuk meneguhkan peran santri sebagai agen perdamaian, penjaga moral bangsa dan motor penggerak peradaban dunia.
Kemudian, perayaan Hari Santri Nasional 2025 ini juga menjadi babak baru kehadiran para santri di kancah global. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) tingkat internasional di Sulawesi Selatan.
"Untuk pertama kalinya Musabaqoh Qiraatil Kutub akan diselenggarakan di Sengkang, Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan pada 1-7 November 2025 dan mempertemukan santri dari berbagai Negara di Asia Tenggara," tambahnya.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa kepada para pahlawan khususnya para ulama, kiai dan santri yang telah berjuang bagi kemerdekaan dan kemaslahatan umat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkes) Kabupaten Paser, Romif Erwinadi (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkes) Paser, Romif Erwinadi mengharapkan masyarakat dan para santri tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa.
Hal tersebut disampaikannya saat pelaksanaan pelepasan pawai Hari Santri Nasional 2025 yang berlangsung di depan Kantor Bupati Paser.
Ia menyebut pelaksanaan hari santri itu selalu diselenggarakan setiap tahun dengan mengangkat tema yang berbeda.
"Peringatan Hari Santri 2025 tersebut merefleksikan perubahan paradigma bahwa santri kini tidak hanya diposisikan sebagai penjaga tradisi, tetapi sebagai aktor aktif dalam membangun masa depan bangsa," katanya, Senin (20/10/2025).
Selain itu, ia mengajak agar peringatan hari santri tersebut dapat dijadikan momentum strategis untuk meneguhkan peran santri sebagai agen perdamaian, penjaga moral bangsa dan motor penggerak peradaban dunia.
Kemudian, perayaan Hari Santri Nasional 2025 ini juga menjadi babak baru kehadiran para santri di kancah global. Hal itu dibuktikan dengan pelaksanaan Musabaqoh Qiraatil Kutub (MQK) tingkat internasional di Sulawesi Selatan.
"Untuk pertama kalinya Musabaqoh Qiraatil Kutub akan diselenggarakan di Sengkang, Sulawesi Selatan yang akan dilaksanakan pada 1-7 November 2025 dan mempertemukan santri dari berbagai Negara di Asia Tenggara," tambahnya.
Acara diakhiri dengan pembacaan doa kepada para pahlawan khususnya para ulama, kiai dan santri yang telah berjuang bagi kemerdekaan dan kemaslahatan umat.
(Sf/Lo)