Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur strategis kepada Kementerian Infrastruktur. Pemkab meminta dukungan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur di daerah yang berkaitan dengan konektivitas dan pengembangan kawasan sekitar IKN dapat direalisasikan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan persoalan infrastruktur menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan bersama Kemeninfra di Jakarta pada 23 September lalu.
Pemkab juga menyampaikan persoalan lahan masyarakat yang masuk kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berkaitan dengan ATR/BPN.
"Kita ke Kementerian Infrastruktur, alhamdulillah disambut baik. Persoalan infrastruktur yang kita sampaikan, termasuk beberapa persoalan di ATR/BPN menyangkut lahan masyarakat yang dijadikan PSN, insyaallah akan mereka fasilitasi," ujar Mudyat, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan infrastruktur semakin penting karena PPU berada sebagai daerah penyangga utama IKN. Persoalan yang disampaikan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait.
"Sudah kita bicarakan, mereka akan rapatkan dengan kementerian terkait supaya bisa terealisasikan," katanya.
Salah satu usulan yang didorong Pemkab ialah perubahan fungsi Bandara VVIP IKN menjadi bandara komersial. Usulan tersebut telah disampaikan melalui surat Gubernur Kalimantan Timur, dengan pemanfaatan awal yang diarahkan untuk penerbangan haji hingga pengembangan sebagai bandara internasional.
"Bandara VVIP IKN kami dorong supaya memberikan manfaat bagi daerah. Bisa untuk haji dulu ataupun menjadi bandara internasional," ujarnya.
Usulan tersebut sebelumnya juga telah dibahas melalui audiensi dengan Kementerian Perhubungan. Pemkab PPU masih menunggu proses pembahasan di tingkat kementerian.
Sambil menunggu kebijakan pengembangan bandara, Pemkab menyiapkan sumber daya manusia lokal untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di sektor penerbangan.
Pemkab bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya agar anak-anak PPU dapat dipersiapkan mengisi kebutuhan tenaga nonteknis yang diperlukan.
Selain pengembangan bandara, Pemkab turut menyampaikan kebutuhan pembangunan Jembatan Sungai Riko, Pelabuhan Nenang, Coastal Road, serta jalan lingkar yang menghubungkan PPU dengan kabupaten/kota lain.
Mudyat mengatakan, pembangunan Pelabuhan Nenang berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Lokasinya dinilai strategis karena tidak mengganggu alur pelayaran di kawasan Teluk Balikpapan.
"Pelabuhan Nenang kalau terbangun akan membawa dampak ekonomi luar biasa, karena letaknya tidak mengganggu alur pelayaran di sekitar Teluk Balikpapan," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati PPU, Mudyat Noor. (Foto: Cindy/seputarfakta.com)
Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) menyampaikan sejumlah kebutuhan infrastruktur strategis kepada Kementerian Infrastruktur. Pemkab meminta dukungan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur di daerah yang berkaitan dengan konektivitas dan pengembangan kawasan sekitar IKN dapat direalisasikan.
Bupati PPU, Mudyat Noor, mengatakan persoalan infrastruktur menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan bersama Kemeninfra di Jakarta pada 23 September lalu.
Pemkab juga menyampaikan persoalan lahan masyarakat yang masuk kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) dan berkaitan dengan ATR/BPN.
"Kita ke Kementerian Infrastruktur, alhamdulillah disambut baik. Persoalan infrastruktur yang kita sampaikan, termasuk beberapa persoalan di ATR/BPN menyangkut lahan masyarakat yang dijadikan PSN, insyaallah akan mereka fasilitasi," ujar Mudyat, Rabu (30/9/2026).
Menurutnya, kebutuhan infrastruktur semakin penting karena PPU berada sebagai daerah penyangga utama IKN. Persoalan yang disampaikan akan dibahas lebih lanjut bersama kementerian terkait.
"Sudah kita bicarakan, mereka akan rapatkan dengan kementerian terkait supaya bisa terealisasikan," katanya.
Salah satu usulan yang didorong Pemkab ialah perubahan fungsi Bandara VVIP IKN menjadi bandara komersial. Usulan tersebut telah disampaikan melalui surat Gubernur Kalimantan Timur, dengan pemanfaatan awal yang diarahkan untuk penerbangan haji hingga pengembangan sebagai bandara internasional.
"Bandara VVIP IKN kami dorong supaya memberikan manfaat bagi daerah. Bisa untuk haji dulu ataupun menjadi bandara internasional," ujarnya.
Usulan tersebut sebelumnya juga telah dibahas melalui audiensi dengan Kementerian Perhubungan. Pemkab PPU masih menunggu proses pembahasan di tingkat kementerian.
Sambil menunggu kebijakan pengembangan bandara, Pemkab menyiapkan sumber daya manusia lokal untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di sektor penerbangan.
Pemkab bekerja sama dengan Politeknik Penerbangan Surabaya agar anak-anak PPU dapat dipersiapkan mengisi kebutuhan tenaga nonteknis yang diperlukan.
Selain pengembangan bandara, Pemkab turut menyampaikan kebutuhan pembangunan Jembatan Sungai Riko, Pelabuhan Nenang, Coastal Road, serta jalan lingkar yang menghubungkan PPU dengan kabupaten/kota lain.
Mudyat mengatakan, pembangunan Pelabuhan Nenang berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi daerah. Lokasinya dinilai strategis karena tidak mengganggu alur pelayaran di kawasan Teluk Balikpapan.
"Pelabuhan Nenang kalau terbangun akan membawa dampak ekonomi luar biasa, karena letaknya tidak mengganggu alur pelayaran di sekitar Teluk Balikpapan," pungkasnya.
(Sf/Lo)