Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Tata Lahan 23 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    04 Juli 2026 pukul 20:41 WITA

    Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu. 

    Salah satu yang dibahas ialah penataan lahan seluas sekitar 23 hektare yang sebagian masih digunakan sebagai kawasan kegiatan Gerakan Pramuka.

    Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Kamis (2/7/2026).

    Waris menegaskan pembangunan SNT merupakan program strategis pemerintah pusat yang harus dipersiapkan tanpa mengabaikan keberadaan kawasan Pramuka.

    "Kita ingin program ini berjalan tanpa hambatan. Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi harus dipersiapkan, tetapi kegiatan Pramuka juga tetap harus memiliki ruang. Karena itu kita cari solusi terbaik melalui koordinasi bersama," kata Waris.

    Dalam rapat itu, Gerakan Pramuka PPU pada prinsipnya mendukung pembangunan SNT. Namun, mereka berharap kawasan yang selama ini digunakan untuk kegiatan kepramukaan tetap dapat dipertahankan atau berada di lokasi yang tidak jauh dari area saat ini.

    Pemerintah daerah selanjutnya akan melakukan peninjauan lapangan bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan batas lahan yang akan digunakan. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan masterplan kawasan pembangunan SNT di Babulu.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Tata Lahan 23 Hektare untuk Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    04 Juli 2026 pukul 20:41 WITA

    Wakil Bupati PPU, Abdul Waris Muin. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai mematangkan persiapan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kecamatan Babulu. 

    Salah satu yang dibahas ialah penataan lahan seluas sekitar 23 hektare yang sebagian masih digunakan sebagai kawasan kegiatan Gerakan Pramuka.

    Pembahasan tersebut dilakukan dalam rapat yang dipimpin Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin, Kamis (2/7/2026).

    Waris menegaskan pembangunan SNT merupakan program strategis pemerintah pusat yang harus dipersiapkan tanpa mengabaikan keberadaan kawasan Pramuka.

    "Kita ingin program ini berjalan tanpa hambatan. Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi harus dipersiapkan, tetapi kegiatan Pramuka juga tetap harus memiliki ruang. Karena itu kita cari solusi terbaik melalui koordinasi bersama," kata Waris.

    Dalam rapat itu, Gerakan Pramuka PPU pada prinsipnya mendukung pembangunan SNT. Namun, mereka berharap kawasan yang selama ini digunakan untuk kegiatan kepramukaan tetap dapat dipertahankan atau berada di lokasi yang tidak jauh dari area saat ini.

    Pemerintah daerah selanjutnya akan melakukan peninjauan lapangan bersama perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk memastikan batas lahan yang akan digunakan. Hasilnya akan menjadi dasar penyusunan masterplan kawasan pembangunan SNT di Babulu.

    (Sf/Lo)