Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Targetkan PAD Sektor Retribusi 2024 Capai Rp10 Miliar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    14 Agustus 2024 pukul 19:11 WITA

    Kepala Dishub PPU, Alimuddin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi bisa mencapai Rp10 miliar pada 2024 ini.

    Kepala Dishub PPU, Alimuddin menyebut berbagai retribusi yang dimaksud terdiri dari pengujian kendaraan bermotor, tempat parkir khusus (Pasar Induk Penajam dan Pasar Induk Babulu), pelayanan pelabuhan (Speed Penajam dan Maridan), serta pelayanan Pelabuhan Buluminung.

    ”Meskipun target capaian meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi kami optimis bisa mencapai target itu,” ucapnya Rabu (14/8/2024).

    Alimuddin mengaku target itu meningkat dikarenakan perolehan retribusi PAD pada 2023 lalu sekitar Rp7,7 miliar tercapai, sehingga Pemkab PPU pada tahun ini menargetkan Rp10 miliar.

    “Kami optimis sekali dapat mencapai target Rp10 miliar itu,” tegasnya.

    Berdasarkan data yang dirilis pada 28 Juni 2024, target PAD yang bersumber dari berbagai retribusi itu sudah terkumpul sekitar Rp4 miliar.

    “Itu menurut data di akhir Juni, tapi untuk saat ini sudah dipastikan sekitar Rp6 miliar yang sudah terkumpul,” jelasnya.

    Target PAD sektor retribusi seperti retribusi parkir di Pasar Induk Penajam sebesar Rp33,6 juta dan sudah terkumpul sekitar Rp23,772.000.

    Sementara, target PAD dari retribusi Pasar Induk Babulu sebesar Rp126 juta, kini sudah melebihi target sekitar Rp127 juta.

    Kemudian retribusi pelayanan pelabuhan Speedboat Penajam dan Maridan sebesar Rp130 juta dan sudah terkumpul sekitar Rp87 juta.

    Sedangkan target PAD dari retribusi pelayanan Pelabuhan Buluminung sebesar Rp7,7 miliar, kini sudah terkumpul sekitar Rp4 miliar.

    “Saat ini hasil rekap penerimaan pasti bertambah, cuma belum terdata saja. Untuk mencapai target itu, berbagai upaya akan kami lakukan dalam meningkatkan PAD di berbagai sektor retribusi,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Targetkan PAD Sektor Retribusi 2024 Capai Rp10 Miliar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    14 Agustus 2024 pukul 19:11 WITA

    Kepala Dishub PPU, Alimuddin.(Foto:Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Penajam Paser Utara (PPU) melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menargetkan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi bisa mencapai Rp10 miliar pada 2024 ini.

    Kepala Dishub PPU, Alimuddin menyebut berbagai retribusi yang dimaksud terdiri dari pengujian kendaraan bermotor, tempat parkir khusus (Pasar Induk Penajam dan Pasar Induk Babulu), pelayanan pelabuhan (Speed Penajam dan Maridan), serta pelayanan Pelabuhan Buluminung.

    ”Meskipun target capaian meningkat dibandingkan dengan tahun lalu, tetapi kami optimis bisa mencapai target itu,” ucapnya Rabu (14/8/2024).

    Alimuddin mengaku target itu meningkat dikarenakan perolehan retribusi PAD pada 2023 lalu sekitar Rp7,7 miliar tercapai, sehingga Pemkab PPU pada tahun ini menargetkan Rp10 miliar.

    “Kami optimis sekali dapat mencapai target Rp10 miliar itu,” tegasnya.

    Berdasarkan data yang dirilis pada 28 Juni 2024, target PAD yang bersumber dari berbagai retribusi itu sudah terkumpul sekitar Rp4 miliar.

    “Itu menurut data di akhir Juni, tapi untuk saat ini sudah dipastikan sekitar Rp6 miliar yang sudah terkumpul,” jelasnya.

    Target PAD sektor retribusi seperti retribusi parkir di Pasar Induk Penajam sebesar Rp33,6 juta dan sudah terkumpul sekitar Rp23,772.000.

    Sementara, target PAD dari retribusi Pasar Induk Babulu sebesar Rp126 juta, kini sudah melebihi target sekitar Rp127 juta.

    Kemudian retribusi pelayanan pelabuhan Speedboat Penajam dan Maridan sebesar Rp130 juta dan sudah terkumpul sekitar Rp87 juta.

    Sedangkan target PAD dari retribusi pelayanan Pelabuhan Buluminung sebesar Rp7,7 miliar, kini sudah terkumpul sekitar Rp4 miliar.

    “Saat ini hasil rekap penerimaan pasti bertambah, cuma belum terdata saja. Untuk mencapai target itu, berbagai upaya akan kami lakukan dalam meningkatkan PAD di berbagai sektor retribusi,” pungkasnya.

    (Sf/By)