Cari disini...
Seputar Kaltim
Bawang merah dan cabai rawit menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga di Pasar Petung. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai bergerak naik. Cabai rawit, bawang merah, minyak goreng hingga ikan tercatat mengalami kenaikan harga, meski secara umum pasokan dan kondisi pasar masih terpantau stabil.
Temuan itu diperoleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU usai melakukan pemantauan di pasar tradisional, termasuk Pasar Petung, untuk memantau perkembangan harga sekaligus mengantisipasi gejolak yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan secara umum harga bahan pokok utama masih terkendali dan belum ditemukan praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun indikasi penimbunan barang.
"Secara keseluruhan kondisi harga bahan pokok utamanya di Pasar Petung masih terkendali. Beberapa komoditas tertentu memang mengalami kenaikan yang masih wajar karena faktor pasokan dan cuaca," kata Marlina, Rabu (17/6/2026).
Dari hasil pemantauan, harga gula pasir berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram, telur ayam Rp60 ribu per rak, sedangkan daging ayam dijual Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Sementara komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit merah mencapai Rp90 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp90 ribu-Rp100 ribu, cabai rawit hijau Rp80 ribu, serta bawang merah Rp60 ribu-Rp70 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas perikanan. Ikan tongkol dijual Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram, kembung Rp45 ribu, layang Rp50 ribu, bandeng Rp30 ribu dan nila Rp40 ribu per kilogram. Menurut Marlina, harga ikan terdorong naik akibat menurunnya hasil tangkapan saat musim melaut.
Ia menyebut pemantauan pasar turut dilakukan seiring kenaikan BBM non-subsidi dan periode pascalebaran untuk memastikan lonjakan harga tidak meluas.
"Kami terus melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional lainnya untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi," ujarnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bawang merah dan cabai rawit menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga di Pasar Petung. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)
Penajam - Harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai bergerak naik. Cabai rawit, bawang merah, minyak goreng hingga ikan tercatat mengalami kenaikan harga, meski secara umum pasokan dan kondisi pasar masih terpantau stabil.
Temuan itu diperoleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmperindag) PPU usai melakukan pemantauan di pasar tradisional, termasuk Pasar Petung, untuk memantau perkembangan harga sekaligus mengantisipasi gejolak yang dapat memengaruhi daya beli masyarakat.
Kabid Perdagangan Diskukmperindag PPU, Marlina, mengatakan secara umum harga bahan pokok utama masih terkendali dan belum ditemukan praktik penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun indikasi penimbunan barang.
"Secara keseluruhan kondisi harga bahan pokok utamanya di Pasar Petung masih terkendali. Beberapa komoditas tertentu memang mengalami kenaikan yang masih wajar karena faktor pasokan dan cuaca," kata Marlina, Rabu (17/6/2026).
Dari hasil pemantauan, harga gula pasir berada di kisaran Rp18 ribu per kilogram, telur ayam Rp60 ribu per rak, sedangkan daging ayam dijual Rp33 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.
Sementara komoditas yang mengalami kenaikan antara lain cabai rawit merah mencapai Rp90 ribu per kilogram, cabai merah besar Rp90 ribu-Rp100 ribu, cabai rawit hijau Rp80 ribu, serta bawang merah Rp60 ribu-Rp70 ribu per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada komoditas perikanan. Ikan tongkol dijual Rp45 ribu-Rp50 ribu per kilogram, kembung Rp45 ribu, layang Rp50 ribu, bandeng Rp30 ribu dan nila Rp40 ribu per kilogram. Menurut Marlina, harga ikan terdorong naik akibat menurunnya hasil tangkapan saat musim melaut.
Ia menyebut pemantauan pasar turut dilakukan seiring kenaikan BBM non-subsidi dan periode pascalebaran untuk memastikan lonjakan harga tidak meluas.
"Kami terus melakukan pemantauan ke pasar-pasar tradisional lainnya untuk mengantisipasi kenaikan harga yang lebih tinggi," ujarnya.
(Sf/Lo)