Cari disini...
Seputar Kaltim
Penyerahan paket bantuan pangan CPPD kepada keluarga penerima manfaat di Kantor Camat Penajam, Selasa (21/7/2026). (Foto: Humas Pemkab PPU)
Penajam - Sebanyak 200 balita kurang gizi, gizi buruk, dan berisiko stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Bantuan tersebut menyasar balita yang tersebar di wilayah kerja 11 puskesmas di empat kecamatan.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Penajam sebanyak 77 penerima, Waru 39 penerima, Babulu 39 penerima, dan Sepaku 45 penerima. Program itu melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta DP3AP2KB.
Masing-masing penerima memperoleh paket bantuan berisi 10 kilogram beras, dua rak telur, dua kotak susu, satu liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, 1,25 kilogram kacang hijau, satu kilogram tepung terigu, serta dua bungkus virgin coconut oil (VCO).
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi balita.
"Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mampu membantu menciptakan keluarga yang sehat, menekan angka stunting, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Mudyat, Selasa (21/7/2026).
Mudyat mengimbau penerima memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan dan tetap menerapkan pola konsumsi gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang anak.
Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar menambahkan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemenuhan gizi karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti sanitasi, pola asuh, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Menurut dia, intervensi perlu dilakukan sejak masa persiapan calon pengantin hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta didukung sinergi lintas perangkat daerah agar penanganannya tepat sasaran.
"Bantuan pangan yang disalurkan pemerintah bukan sekadar bantuan konsumsi, melainkan stimulus yang diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan bergizi sehingga anak-anak di Kabupaten PPU dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Penyerahan paket bantuan pangan CPPD kepada keluarga penerima manfaat di Kantor Camat Penajam, Selasa (21/7/2026). (Foto: Humas Pemkab PPU)
Penajam - Sebanyak 200 balita kurang gizi, gizi buruk, dan berisiko stunting di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menerima bantuan pangan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Bantuan tersebut menyasar balita yang tersebar di wilayah kerja 11 puskesmas di empat kecamatan.
Penyaluran bantuan dilakukan di Kecamatan Penajam sebanyak 77 penerima, Waru 39 penerima, Babulu 39 penerima, dan Sepaku 45 penerima. Program itu melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta DP3AP2KB.
Masing-masing penerima memperoleh paket bantuan berisi 10 kilogram beras, dua rak telur, dua kotak susu, satu liter minyak goreng, dua kilogram gula pasir, 1,25 kilogram kacang hijau, satu kilogram tepung terigu, serta dua bungkus virgin coconut oil (VCO).
Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi balita.
"Harapan kami, bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga mampu membantu menciptakan keluarga yang sehat, menekan angka stunting, dan pada akhirnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Penajam Paser Utara," kata Mudyat, Selasa (21/7/2026).
Mudyat mengimbau penerima memanfaatkan bantuan sesuai kebutuhan dan tetap menerapkan pola konsumsi gizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang anak.
Sekretaris Kabupaten PPU, Tohar menambahkan penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemenuhan gizi karena dipengaruhi berbagai faktor, seperti sanitasi, pola asuh, dan kondisi sosial ekonomi keluarga.
Menurut dia, intervensi perlu dilakukan sejak masa persiapan calon pengantin hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta didukung sinergi lintas perangkat daerah agar penanganannya tepat sasaran.
"Bantuan pangan yang disalurkan pemerintah bukan sekadar bantuan konsumsi, melainkan stimulus yang diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan bergizi sehingga anak-anak di Kabupaten PPU dapat tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik," ujarnya.
(Sf/Rs)