Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Cari Solusi Air Bersih, Tampungan Embung Lawe-Lawe akan Ditinggikan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 13:28 WITA

    Kolam tampungan air baku di kawasan IPA Lawe-Lawe. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Persoalan air bersih yang sering dikeluhkan warga, khususnya di Kelurahan Gunung Steleng mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan peningkatan kapasitas Embung Lawe-Lawe. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pasokan air bersih ke wilayah Penajam yang selama ini bergantung pada suplai dari kawasan tersebut.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan pemda sudah menyiapkan perencanaan peningkatan kapasitas dengan menyesuaikan kondisi lahan di sekitar embung. Kebutuhan anggarannya disebut cukup besar sehingga pemerintah juga membidik dukungan melalui skema CSR.

    "Perencanaannya kita siapkan supaya penyediaan air bersih ini bisa terpenuhi. Kalau anggarannya lumayan besar, namun kita hanya memanfaatkan struktur geologi lahan. Nanti kita upayakan lewat kerja sama CSR dengan Pertamina," kata Mudyat, belum lama ini.

    Keluhan soal distribusi air itu muncul saat agenda safari mingguan pemerintah daerah. Warga Gunung Steleng menyampaikan distribusi air di wilayah tersebut kerap tidak lancar.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi letak Gunung Steleng yang berada di titik paling ujung jaringan distribusi dari IPA Lawe-Lawe. Hal itu menyebabkan air yang diterima lebih kecil dibanding wilayah lain.

    Menurut Rasyid, pekerjaan yang sekarang lebih dibutuhkan adalah memperbesar tampungan air baku di kawasan embung.

    "Persoalannya di Lawe-Lawe adalah kapasitas tampungan terbatas. Saat debit tinggi, air justru melimpah dan terbuang ke laut karena tampungan penuh. Air sebenarnya ada, tapi tidak tertahan. Karena itu kita coba menambah ketinggian embungnya," jelas dia.

    Penambahan ketinggian tampungan direncanakan sekitar dua sampai tiga meter. Dengan kapasitas yang lebih besar, debit air saat musim hujan dapat disimpan sebagai cadangan sehingga distribusi tetap terjaga bahkan ketika kemarau datang.

    (Sf/Rs)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Cari Solusi Air Bersih, Tampungan Embung Lawe-Lawe akan Ditinggikan

    Penulis:Cindy|Redaktur:Rusdianto
    20 Juni 2026 pukul 13:28 WITA

    Kolam tampungan air baku di kawasan IPA Lawe-Lawe. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Persoalan air bersih yang sering dikeluhkan warga, khususnya di Kelurahan Gunung Steleng mendorong Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan peningkatan kapasitas Embung Lawe-Lawe. Langkah itu dilakukan untuk memperkuat pasokan air bersih ke wilayah Penajam yang selama ini bergantung pada suplai dari kawasan tersebut.

    Bupati PPU, Mudyat Noor mengatakan pemda sudah menyiapkan perencanaan peningkatan kapasitas dengan menyesuaikan kondisi lahan di sekitar embung. Kebutuhan anggarannya disebut cukup besar sehingga pemerintah juga membidik dukungan melalui skema CSR.

    "Perencanaannya kita siapkan supaya penyediaan air bersih ini bisa terpenuhi. Kalau anggarannya lumayan besar, namun kita hanya memanfaatkan struktur geologi lahan. Nanti kita upayakan lewat kerja sama CSR dengan Pertamina," kata Mudyat, belum lama ini.

    Keluhan soal distribusi air itu muncul saat agenda safari mingguan pemerintah daerah. Warga Gunung Steleng menyampaikan distribusi air di wilayah tersebut kerap tidak lancar.

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka (AMDT), Abdul Rasyid mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi letak Gunung Steleng yang berada di titik paling ujung jaringan distribusi dari IPA Lawe-Lawe. Hal itu menyebabkan air yang diterima lebih kecil dibanding wilayah lain.

    Menurut Rasyid, pekerjaan yang sekarang lebih dibutuhkan adalah memperbesar tampungan air baku di kawasan embung.

    "Persoalannya di Lawe-Lawe adalah kapasitas tampungan terbatas. Saat debit tinggi, air justru melimpah dan terbuang ke laut karena tampungan penuh. Air sebenarnya ada, tapi tidak tertahan. Karena itu kita coba menambah ketinggian embungnya," jelas dia.

    Penambahan ketinggian tampungan direncanakan sekitar dua sampai tiga meter. Dengan kapasitas yang lebih besar, debit air saat musim hujan dapat disimpan sebagai cadangan sehingga distribusi tetap terjaga bahkan ketika kemarau datang.

    (Sf/Rs)