Cari disini...
Seputar Kaltim
Potret bangunan Pemkab PPU (Dok: pusaranmedia)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mencari bangunan kosong yang cocok untuk dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan.
Bangunan itu nantinya akan difungsikan sebagai alternatif pembelajaran, sembari menunggu pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam dimulai.
Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar mengatakan pemerintah daerah (pemda) membutuhkan bangunan tidak terpakai yang memiliki lima ruangan serta fasilitas asrama sebagai tempat para pelajar menginap.
“Kita butuh bangunan tidak terpakai untuk dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan. Setidaknya ada empat ruang belajar, satu ruang guru dan asrama,” ucap Muhtar, Selasa (30/9/2025).
Ia menyatakan pemda akan menjadwalkan rapat lintas sektor dalam waktu dekat guna menentukan bangunan yang layak untuk dipakai.
Sebelum difungsikan menjadi Sekolah Rakyat Rintisan, bangunan akan diusulkan terlebih dahulu ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dilakukan uji kelayakan.
“Pemerintah akan menggelar rapat untuk membahas hal itu, tapi bangunan kosong yang akan difungsikan menjadi Sekolah Rakyat Rintisan itu tentu akan difoto dulu dan disampaikan dulu ke kementerian apakah memenuhi syarat atau tidak,” jelas Muhtar.
Usulan itu dinilai penting agar pemanfaatan gedung sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat, sehingga proses belajar-mengajar bisa berjalan lancar dan aman.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Potret bangunan Pemkab PPU (Dok: pusaranmedia)
Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) tengah mencari bangunan kosong yang cocok untuk dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan.
Bangunan itu nantinya akan difungsikan sebagai alternatif pembelajaran, sembari menunggu pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam dimulai.
Plt Kepala Dinsos PPU, Muhtar mengatakan pemerintah daerah (pemda) membutuhkan bangunan tidak terpakai yang memiliki lima ruangan serta fasilitas asrama sebagai tempat para pelajar menginap.
“Kita butuh bangunan tidak terpakai untuk dijadikan Sekolah Rakyat Rintisan. Setidaknya ada empat ruang belajar, satu ruang guru dan asrama,” ucap Muhtar, Selasa (30/9/2025).
Ia menyatakan pemda akan menjadwalkan rapat lintas sektor dalam waktu dekat guna menentukan bangunan yang layak untuk dipakai.
Sebelum difungsikan menjadi Sekolah Rakyat Rintisan, bangunan akan diusulkan terlebih dahulu ke Kementerian Sosial (Kemensos) untuk dilakukan uji kelayakan.
“Pemerintah akan menggelar rapat untuk membahas hal itu, tapi bangunan kosong yang akan difungsikan menjadi Sekolah Rakyat Rintisan itu tentu akan difoto dulu dan disampaikan dulu ke kementerian apakah memenuhi syarat atau tidak,” jelas Muhtar.
Usulan itu dinilai penting agar pemanfaatan gedung sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat, sehingga proses belajar-mengajar bisa berjalan lancar dan aman.
(Sf/Lo)