Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Buka Beasiswa 2026, Anggaran Rp1,8 Miliar Disiapkan untuk 300 Penerima

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    20 Mei 2026 pukul 17:09 WITA

    Staf Bagian Kesra Setkab PPU, Bobby. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali membuka program beasiswa pendidikan bagi putra putri daerah tahun 2026. Pendaftaran dibuka sejak 15 Mei-10 Juni mendatang.

    Tahun ini, pemkab menyiapkan kuota bagi 300 penerima dengan total anggaran bersumber dari APBD senilai Rp1,8 miliar.

    Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU, Bobby mengatakan minat pendaftar cukup tinggi sejak pembukaan dimulai. Hingga Rabu (20/5/2026) tercatat lebih dari 190 orang telah mendaftar.

    "Tahun ini pemkab membuka kuota untuk 300 penerima," kata Bobby kepada seputarfakta.com.

    Kategori beasiswa yang dibuka meliputi stimulan, nawasena dan religi. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang Diploma 3, Diploma 4, Strata 1, pendidikan kedokteran, hingga santri.

    Meski nilai anggaran tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,5 miliar, pemerintah daerah disebut tetap mempertahankan program bantuan pendidikan tersebut.

    "Bagaimanapun pemerintah daerah tetap mengupayakan bantuan beasiswa pendidikan meskipun alokasinya turun," ujarnya.

    Dari total anggaran yang disiapkan, kategori stimulan mendapat porsi terbesar dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. Sementara nawasena dialokasikan sekitar Rp715 juta dan kategori religi Rp225 juta.

    Bobby menjelaskan, program beasiswa dibuka setiap tahun sehingga para pendaftar harus bersaing berdasarkan nilai dan persyaratan yang ditentukan.

    "Apabila tahun lalu nilainya tinggi, bisa saja dapat lagi. Yang penting penerima tidak sedang menerima beasiswa lain," ujarnya.

    Seleksi penerima nantinya mempertimbangkan standar Indeks Prestasi (IP) minimal tiga untuk kategori eksak. Selain itu, penilaian juga melihat akreditasi fakultas dan program studi masing-masing peserta.

    Menurutnya, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui bantuan beasiswa bagi pelajar di daerah.

    "Kalau sampai batas akhir kuotanya belum terpenuhi, nanti akan dibuka kembali," pungkas Bobby.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Buka Beasiswa 2026, Anggaran Rp1,8 Miliar Disiapkan untuk 300 Penerima

    Penulis:Cindy|Redaktur:Lodya A
    20 Mei 2026 pukul 17:09 WITA

    Staf Bagian Kesra Setkab PPU, Bobby. (Foto: Cindy/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) kembali membuka program beasiswa pendidikan bagi putra putri daerah tahun 2026. Pendaftaran dibuka sejak 15 Mei-10 Juni mendatang.

    Tahun ini, pemkab menyiapkan kuota bagi 300 penerima dengan total anggaran bersumber dari APBD senilai Rp1,8 miliar.

    Staf Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab PPU, Bobby mengatakan minat pendaftar cukup tinggi sejak pembukaan dimulai. Hingga Rabu (20/5/2026) tercatat lebih dari 190 orang telah mendaftar.

    "Tahun ini pemkab membuka kuota untuk 300 penerima," kata Bobby kepada seputarfakta.com.

    Kategori beasiswa yang dibuka meliputi stimulan, nawasena dan religi. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang Diploma 3, Diploma 4, Strata 1, pendidikan kedokteran, hingga santri.

    Meski nilai anggaran tahun ini menurun dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp4,5 miliar, pemerintah daerah disebut tetap mempertahankan program bantuan pendidikan tersebut.

    "Bagaimanapun pemerintah daerah tetap mengupayakan bantuan beasiswa pendidikan meskipun alokasinya turun," ujarnya.

    Dari total anggaran yang disiapkan, kategori stimulan mendapat porsi terbesar dengan nilai lebih dari Rp1 miliar. Sementara nawasena dialokasikan sekitar Rp715 juta dan kategori religi Rp225 juta.

    Bobby menjelaskan, program beasiswa dibuka setiap tahun sehingga para pendaftar harus bersaing berdasarkan nilai dan persyaratan yang ditentukan.

    "Apabila tahun lalu nilainya tinggi, bisa saja dapat lagi. Yang penting penerima tidak sedang menerima beasiswa lain," ujarnya.

    Seleksi penerima nantinya mempertimbangkan standar Indeks Prestasi (IP) minimal tiga untuk kategori eksak. Selain itu, penilaian juga melihat akreditasi fakultas dan program studi masing-masing peserta.

    Menurutnya, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui bantuan beasiswa bagi pelajar di daerah.

    "Kalau sampai batas akhir kuotanya belum terpenuhi, nanti akan dibuka kembali," pungkas Bobby.

    (Sf/Lo)