Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Belum Berani Pasang Jargas di Sepaku, Ini Alasannya 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2025 pukul 13:54 WITA

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) masih belum berani mengambil tindakan untuk memasang sambungan jaringan gas (jargas) di Kecamatan Sepaku.

    Alasan Pemkab PPU tidak melakukan penyambungan jargas di wilayah yang kini menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu karena dikhawatirkan akan mengenai kabel-kabel listrik yang telah terpasang di dalam tanah.

    “Di sana (Sepaku) sudah masuk IKN, tentu dari sisi penanaman pipa jargas perlu mendapatkan izin dari Otorita IKN agar sesuai dengan kondisi di sana,” ucap Asisten II Bidang Prekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Kamis (10/7/2025).

    “Apalagi di IKN sekarang semua kabel-kabel sudah tidak (bergelantungan) di atas, tapi ditanam di bawah (dalam tanah). Saat dilakukan penyambungan jargas, otomatis pasti digali. Itu yang menjadi pertimbangan kami tidak pasang jargas di sana,” sambungnya.

    Selain menyesuaikan kondisi dan kebijakan yang berlaku di IKN, jarak antara titik distribusi utama jargas dan kawasan tersebut menjadi bahan pertimbangan Pemkab PPU untuk melakukan penyambungan.

    Jarak yang terpaut cukup jauh itu dinilai akan menelan biaya besar untuk pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas, baik dari sisi teknis maupun anggaran meski pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat.

    “Sementara ini kita belum melakukan pemasangan sambungan jargas di sana juga dikarenakan jaraknya yang jauh, sehingga ini menjadi pertimbangan juga,” beber Sodikin.

    Meski begitu, Pemkab PPU tetap berkomitmen untuk memperlebar cakupan jargas, terutama di tiga kecamatan seperti Penajam, Waru dan Babulu agar bisa dinikmati masyarakat secara luas.

    Upaya yang dilakukan yaitu mengusulkan 36 ribu sambungan jargas tambahan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    “Kita ada mengusulkan sekitar 36 ribu sambungan jargas karena baru 18 persen rumah yang punya jargas dan terbanyak di Penajam karena merupakan ibu kota PPU,” tandasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Belum Berani Pasang Jargas di Sepaku, Ini Alasannya 

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    10 Juli 2025 pukul 13:54 WITA

    Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin (Foto: Agus Saputra/Seputarfakta.com)

    Penajam - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Penajam Paser Utara (PPU) masih belum berani mengambil tindakan untuk memasang sambungan jaringan gas (jargas) di Kecamatan Sepaku.

    Alasan Pemkab PPU tidak melakukan penyambungan jargas di wilayah yang kini menjadi kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) itu karena dikhawatirkan akan mengenai kabel-kabel listrik yang telah terpasang di dalam tanah.

    “Di sana (Sepaku) sudah masuk IKN, tentu dari sisi penanaman pipa jargas perlu mendapatkan izin dari Otorita IKN agar sesuai dengan kondisi di sana,” ucap Asisten II Bidang Prekonomian dan Pembangunan Setkab PPU, Sodikin, Kamis (10/7/2025).

    “Apalagi di IKN sekarang semua kabel-kabel sudah tidak (bergelantungan) di atas, tapi ditanam di bawah (dalam tanah). Saat dilakukan penyambungan jargas, otomatis pasti digali. Itu yang menjadi pertimbangan kami tidak pasang jargas di sana,” sambungnya.

    Selain menyesuaikan kondisi dan kebijakan yang berlaku di IKN, jarak antara titik distribusi utama jargas dan kawasan tersebut menjadi bahan pertimbangan Pemkab PPU untuk melakukan penyambungan.

    Jarak yang terpaut cukup jauh itu dinilai akan menelan biaya besar untuk pembangunan infrastruktur jaringan pipa gas, baik dari sisi teknis maupun anggaran meski pembiayaannya ditanggung pemerintah pusat.

    “Sementara ini kita belum melakukan pemasangan sambungan jargas di sana juga dikarenakan jaraknya yang jauh, sehingga ini menjadi pertimbangan juga,” beber Sodikin.

    Meski begitu, Pemkab PPU tetap berkomitmen untuk memperlebar cakupan jargas, terutama di tiga kecamatan seperti Penajam, Waru dan Babulu agar bisa dinikmati masyarakat secara luas.

    Upaya yang dilakukan yaitu mengusulkan 36 ribu sambungan jargas tambahan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

    “Kita ada mengusulkan sekitar 36 ribu sambungan jargas karena baru 18 persen rumah yang punya jargas dan terbanyak di Penajam karena merupakan ibu kota PPU,” tandasnya.

    (Sf/Lo)