Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Alokasikan Rp40 Miliar untuk Bantu Pembangunan SPAM Regional Bendung Telake di 2025

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 Desember 2024 pukul 18:15 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid.(Istimewa)

    Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengalokasikan anggaran senilai Rp40 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di perbatasan antara Kecamatan Babulu, PPU dan Longkali, Kabupaten Paser dengan memanfaatkan Sungai Telake sebagai sumber air baku.

    Proyek ini telah melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kabupaten Paser dan PPU.    

    Dalam proyek tersebut ketiga instansi memiliki tugas masing-masing, di mana pemerintah provinsi bertugas dalam membangun IPA dan menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan.

    Sedangkan Pemkab PPU dan Paser bertanggung jawab untuk membangun jaringan pipa air dari IPA agar bisa tersalurkan hingga ke masyarakat. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan akses air bersih yang selama ini menjadi kendala di beberapa wilayah.  

    “Jumlah anggaran yang akan dialokasikan oleh Pemkab PPU sekitar Rp40 miliar, itu belum termasuk SPAM Regional secara keseluruhan,” ucap Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, Rabu (4/12/2024).

    Ia mengaku SPAM Regional Sungai Telake menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah perbatasan antara PPU dan Paser. 

    Selain itu, anggaran senilai Rp40 miliar itu juga digunakan untuk pembangunan interkoneksi antara Kecamatan Waru dan Babulu, termasuk memperluas pelayanan air bersih hingga ke Desa-desa di Babulu.

    Rasyid mengaku jaringan pipa di wilayah tersebut hanya mampu mengaliri air ke dua desa saja, yaitu Desa Babulu Laut dan Darat. “Masih ada 10 desa di Babulu yang belum terjangkau oleh air bersih, sehingga pemerintah daerah pun turut mengalokasikan anggaran untuk mengakomodir pelayanan air bersih ini,” jelas Rasyid.

    Ia berharap proyek ini tidak hanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saja, tapi juga diharapkan mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

    “Karena anggaran telah disiapkan, pemerintah berkomitmen untuk  menyelesaikan proyek ini sesuai target agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga PPU dan Paser,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Seputar Kaltim

    Pemkab PPU Alokasikan Rp40 Miliar untuk Bantu Pembangunan SPAM Regional Bendung Telake di 2025

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    04 Desember 2024 pukul 18:15 WITA

    Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid.(Istimewa)

    Penajam – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bakal mengalokasikan anggaran senilai Rp40 miliar untuk pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional di perbatasan antara Kecamatan Babulu, PPU dan Longkali, Kabupaten Paser dengan memanfaatkan Sungai Telake sebagai sumber air baku.

    Proyek ini telah melalui kesepakatan bersama antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Kabupaten Paser dan PPU.    

    Dalam proyek tersebut ketiga instansi memiliki tugas masing-masing, di mana pemerintah provinsi bertugas dalam membangun IPA dan menyelesaikan permasalahan pembebasan lahan.

    Sedangkan Pemkab PPU dan Paser bertanggung jawab untuk membangun jaringan pipa air dari IPA agar bisa tersalurkan hingga ke masyarakat. Proyek ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan akses air bersih yang selama ini menjadi kendala di beberapa wilayah.  

    “Jumlah anggaran yang akan dialokasikan oleh Pemkab PPU sekitar Rp40 miliar, itu belum termasuk SPAM Regional secara keseluruhan,” ucap Direktur Perumda Air Minum Danum Taka, Abdul Rasyid, Rabu (4/12/2024).

    Ia mengaku SPAM Regional Sungai Telake menjadi solusi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah perbatasan antara PPU dan Paser. 

    Selain itu, anggaran senilai Rp40 miliar itu juga digunakan untuk pembangunan interkoneksi antara Kecamatan Waru dan Babulu, termasuk memperluas pelayanan air bersih hingga ke Desa-desa di Babulu.

    Rasyid mengaku jaringan pipa di wilayah tersebut hanya mampu mengaliri air ke dua desa saja, yaitu Desa Babulu Laut dan Darat. “Masih ada 10 desa di Babulu yang belum terjangkau oleh air bersih, sehingga pemerintah daerah pun turut mengalokasikan anggaran untuk mengakomodir pelayanan air bersih ini,” jelas Rasyid.

    Ia berharap proyek ini tidak hanya diperuntukkan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat saja, tapi juga diharapkan mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

    “Karena anggaran telah disiapkan, pemerintah berkomitmen untuk  menyelesaikan proyek ini sesuai target agar manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga PPU dan Paser,” tandasnya.

    (Sf/By)