Cari disini...
Seputar Kaltim
Ikhwan Antasari dalam rapat percepatan pembangunan jaringan listrik PLN. (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menargetkan status Zero Desa Gelap atau bebas dari desa tanpa aliran listrik secara menyeluruh pada tahun 2027 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Jajaringan listrik Pwrusahaan Listrik Negara (PLN) pada desa belum berlistrik di Kalimantan Timur (Kaltim).
Langkah percepatan tersebut diambil guna mengatasi belum masuknya kebutuhan dasar listrik yang dinilai menjadi hak seluruh warga.
Ikhwan menegaskan hak untuk mendapatkan fasilitas pembangunan termasuk jaringan listrik PLN wajib dihadirkan secara adil dan merata di Kabupaten Paser.
"Jaringan listrik merupakan gak dasar bagi seluruh masyarakat," kata Ikhwan Antasari, Kamis (16/9/2026).
Dari pemetaan awal yang telah dilakukan, fokus utama penuntasan target tahun 2027 menyasar empat desa tersisa, yakni Desa Harapan Baru, Desa Kepala Telake, Desa Labuang Kallo dan Desa Selengot.
Upaya Pemkab Paser hingga saat ini di empat wilayah prioritas tersebut menghadapi kendala teknis dan administratif, mulai dari kondisi geografis wilayah pesisir hingga perizinan kawasan konservasi.
Khusus Desa Harapan Baru, kendala utama terletak pada penyelesaian proses Perjanjian Kerja Sama antara PT PLN dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.
Sementara itu untuk program berjalan di tahun 2026, perluasan jaringan di Desa Petiku dan Desa Sebakung juga masih terhambat urusan perizinan lahan perkebunan serta kawasan konservasi.
Guna menyikapi regulasi yang mengatur hal tersebut, Pemkab Paser memohon intervensi dan dukungan langsung dari Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, hingga BKSDA Kaltim.
"Tercatat sebanyak 1.777 warga yang tersebar di 48 desa telah diusulkan untuk mendapatkan dukungan elektrifikasi," tambahnya.
Sebagai langkah pendukung di lapangan, Pemkab Paser menyatakan siap menuntaskan pembangunan akses jalan pada 2027 guna mempermudah mobilisasi logistik PLN serta melakukan pendekatan persuasif kepada warga setempat.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Ikhwan Antasari dalam rapat percepatan pembangunan jaringan listrik PLN. (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menargetkan status Zero Desa Gelap atau bebas dari desa tanpa aliran listrik secara menyeluruh pada tahun 2027 mendatang.
Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Paser Ikhwan Antasari dalam rapat koordinasi percepatan pembangunan Jajaringan listrik Pwrusahaan Listrik Negara (PLN) pada desa belum berlistrik di Kalimantan Timur (Kaltim).
Langkah percepatan tersebut diambil guna mengatasi belum masuknya kebutuhan dasar listrik yang dinilai menjadi hak seluruh warga.
Ikhwan menegaskan hak untuk mendapatkan fasilitas pembangunan termasuk jaringan listrik PLN wajib dihadirkan secara adil dan merata di Kabupaten Paser.
"Jaringan listrik merupakan gak dasar bagi seluruh masyarakat," kata Ikhwan Antasari, Kamis (16/9/2026).
Dari pemetaan awal yang telah dilakukan, fokus utama penuntasan target tahun 2027 menyasar empat desa tersisa, yakni Desa Harapan Baru, Desa Kepala Telake, Desa Labuang Kallo dan Desa Selengot.
Upaya Pemkab Paser hingga saat ini di empat wilayah prioritas tersebut menghadapi kendala teknis dan administratif, mulai dari kondisi geografis wilayah pesisir hingga perizinan kawasan konservasi.
Khusus Desa Harapan Baru, kendala utama terletak pada penyelesaian proses Perjanjian Kerja Sama antara PT PLN dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam.
Sementara itu untuk program berjalan di tahun 2026, perluasan jaringan di Desa Petiku dan Desa Sebakung juga masih terhambat urusan perizinan lahan perkebunan serta kawasan konservasi.
Guna menyikapi regulasi yang mengatur hal tersebut, Pemkab Paser memohon intervensi dan dukungan langsung dari Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Kementerian Kehutanan, hingga BKSDA Kaltim.
"Tercatat sebanyak 1.777 warga yang tersebar di 48 desa telah diusulkan untuk mendapatkan dukungan elektrifikasi," tambahnya.
Sebagai langkah pendukung di lapangan, Pemkab Paser menyatakan siap menuntaskan pembangunan akses jalan pada 2027 guna mempermudah mobilisasi logistik PLN serta melakukan pendekatan persuasif kepada warga setempat.
(Sf/Lo)