Cari disini...
Seputar Kaltim
Peninjauan lokasi rencana pembangunan pusat hilirisasi ternak ayam di Desa Suatang (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pembangunan fasilitas Parent Stok (ayam induk) yang telah direncanakan dibangun di Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong berkapasitas minimal 100 ribu ekor per sekali produksi.
Hilirisasi ternak ayam yang merupakan proyek strategis nasional itu dilaksanakan guna mewujudkan program ketahanan pangan melalui groundbreaking pada sektor ayam petelur.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah menyiapkan 10 hektare lahan melalui kerja sama dengan PTPN.
"Luas lahan yang disiapkan ada 10 hektare dan kita sudah melakukan groundbreaking untuk parent stok," kata Djoko Bawono, Sabtu (7/2/2026).
Pihaknya juga tidak menepis kemungkinan untuk dilakukan pengembangan luas lahan jika lokasi tersebut ke depannya menjadi kawasan terintegrasi.
Program hilirisasi tersebut merupakan proyek yang dikelola oleh Danantara dengan total anggaran Rp20 triliun yang dialokasikan untuk enam provinsi se-Indonesia.
"Kaltim mendapatkan porsi sekitar 833 miliar tahun ini dengan Kabupaten Paser menjadi salah satu fokus utama," tambahnya.
Diketahui beberapa pengembangan yang dilakukan pada proyek tersebut di antaranya rencana pembangunan empat unit kandang pulet (ayam remaja) dengan kapasitas ribuan ekor.
Terpilihnya Paser pada program tersebut dikarenakan kesiapan persyaratan dan dokumen yang lengkap. Selain Desa Suatang, rencana pengembangan kandang ayam itu juga menyasar wilayah lain seperti Desa Petangis yang diketahui telah menjadi sentra kandang ayam petelur di Paser.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Peninjauan lokasi rencana pembangunan pusat hilirisasi ternak ayam di Desa Suatang (Foto: Prokopim Paser)
Tana Paser - Pembangunan fasilitas Parent Stok (ayam induk) yang telah direncanakan dibangun di Desa Suatang, Kecamatan Paser Belengkong berkapasitas minimal 100 ribu ekor per sekali produksi.
Hilirisasi ternak ayam yang merupakan proyek strategis nasional itu dilaksanakan guna mewujudkan program ketahanan pangan melalui groundbreaking pada sektor ayam petelur.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Paser, Djoko Bawono menjelaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah menyiapkan 10 hektare lahan melalui kerja sama dengan PTPN.
"Luas lahan yang disiapkan ada 10 hektare dan kita sudah melakukan groundbreaking untuk parent stok," kata Djoko Bawono, Sabtu (7/2/2026).
Pihaknya juga tidak menepis kemungkinan untuk dilakukan pengembangan luas lahan jika lokasi tersebut ke depannya menjadi kawasan terintegrasi.
Program hilirisasi tersebut merupakan proyek yang dikelola oleh Danantara dengan total anggaran Rp20 triliun yang dialokasikan untuk enam provinsi se-Indonesia.
"Kaltim mendapatkan porsi sekitar 833 miliar tahun ini dengan Kabupaten Paser menjadi salah satu fokus utama," tambahnya.
Diketahui beberapa pengembangan yang dilakukan pada proyek tersebut di antaranya rencana pembangunan empat unit kandang pulet (ayam remaja) dengan kapasitas ribuan ekor.
Terpilihnya Paser pada program tersebut dikarenakan kesiapan persyaratan dan dokumen yang lengkap. Selain Desa Suatang, rencana pengembangan kandang ayam itu juga menyasar wilayah lain seperti Desa Petangis yang diketahui telah menjadi sentra kandang ayam petelur di Paser.
(Sf/Lo)