Cari disini...
Seputar Kaltim
Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan tidak akan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak lainnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif pajak daerah.
Menurut Bupati Ardiansyah, kondisi fiskal daerah saat ini masih berada dalam kategori aman dan stabil. Karena itu, pemerintah daerah belum menemukan alasan kuat untuk menaikkan tarif PBB seperti yang dilakukan di sejumlah daerah lain di Indonesia.
"Kita memiliki fiskal yang cukup bagus, jadi kita tidak berniat untuk menaikkan pajak PBB dan segala macamnya," tegas Ardiansyah.
Isu kenaikan PBB menjadi sorotan di berbagai daerah karena dianggap memberatkan masyarakat. Namun Pemkab Kutim memilih mengambil langkah berbeda dengan tetap menjaga tarif pajak saat ini.
Bupati juga menambahkan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah memaksimalkan anggaran yang ada untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia memastikan, kebijakan fiskal yang diambil tidak akan membebani masyarakat.
"Sementara enggak ada, ya. Fokus saat ini bagaimana memaksimalkan anggaran untuk program prioritas tanpa membebani masyarakat," tambahnya.
Pemkab Kutim berkomitmen menjaga keuangan daerah tetap stabil tanpa membebani masyarakat
(Sf/Rs)
Cari disini...
Seputar Kaltim

Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman. (foto:lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan tidak akan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) maupun pajak lainnya.
Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan kenaikan tarif pajak daerah.
Menurut Bupati Ardiansyah, kondisi fiskal daerah saat ini masih berada dalam kategori aman dan stabil. Karena itu, pemerintah daerah belum menemukan alasan kuat untuk menaikkan tarif PBB seperti yang dilakukan di sejumlah daerah lain di Indonesia.
"Kita memiliki fiskal yang cukup bagus, jadi kita tidak berniat untuk menaikkan pajak PBB dan segala macamnya," tegas Ardiansyah.
Isu kenaikan PBB menjadi sorotan di berbagai daerah karena dianggap memberatkan masyarakat. Namun Pemkab Kutim memilih mengambil langkah berbeda dengan tetap menjaga tarif pajak saat ini.
Bupati juga menambahkan bahwa fokus pemerintah daerah saat ini adalah memaksimalkan anggaran yang ada untuk program-program prioritas yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia memastikan, kebijakan fiskal yang diambil tidak akan membebani masyarakat.
"Sementara enggak ada, ya. Fokus saat ini bagaimana memaksimalkan anggaran untuk program prioritas tanpa membebani masyarakat," tambahnya.
Pemkab Kutim berkomitmen menjaga keuangan daerah tetap stabil tanpa membebani masyarakat
(Sf/Rs)