Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Tarik Investor Asing, Fokus pada Kawasan Ekonomi Khusus MBTK

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    05 Maret 2025 pukul 19:45 WITA

    Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Zubair diwawancarai setelah rapat paripurna Rabu, (5/3/25)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) berhasil menarik perhatian investor asing, khususnya dari Cina, Finlandia, dan Estonia, untuk berinvestasi di kawasan ekonomi khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). 

    Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Zubair Menyampaikan bahwa investor Cina akhirnya menyetujui kesepakatan untuk berinvestasi di Kutim setelah 14 kali rapat.

    “Pihak pemerintah provinsi sangat mendukung dan yang jelas intinya sudah ada kesepakatan untuk dia berinvestasi di Kutai Timur,” ujar Zubair saat diwawancarai setelah rapat paripurna Rabu, (5/3/2025).

    Menurut Zubair, selain investor Cina, Kutim juga berhasil menarik minat investor dari Finlandia dan Estonia. Bahkan, dalam pameran yang diadakan di negara-negara tersebut, stan Kutai Timur mencatatkan penjualan barang terbanyak yang membuat Duta Besar Indonesia di Finlandia dan Estonia terkesan. 

    "Stan pameran kita yang dari Kutai Timur itu menjadi yang paling heboh di sana. Banyak yang tertarik berinvestasi," tambahnya.

    Kutai Timur, dengan luas sekitar 35 juta hektare lebih besar dari Jawa Barat, terletak strategis berada dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini menjadikan Kutim sebagai penyangga utama IKN. Selain itu, Kutim juga kaya akan sumber daya alam, baik mineral maupun hasil tanaman, yang membuatnya memiliki potensi ekonomi yang besar.

    “Semua sektor industri yang memberikan nilai ekonomi tinggi ada di Kutai Timur. Ini tercermin dari PDRB dan APBD Kutai Timur yang sekarang berada di posisi terbesar di Kalimantan Timur,” jelas Zubair.

    Pemerintah daerah dan provinsi sedang mempersiapkan regulasi terkait investasi agar prosesnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Pemkab Kutim berharap bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi daerah dan masyarakat setempat.

    (Sf/Mr)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Tarik Investor Asing, Fokus pada Kawasan Ekonomi Khusus MBTK

    Penulis:*/Lisda|Redaktur:Maruly Z
    05 Maret 2025 pukul 19:45 WITA

    Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Zubair diwawancarai setelah rapat paripurna Rabu, (5/3/25)

    Sangatta - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) berhasil menarik perhatian investor asing, khususnya dari Cina, Finlandia, dan Estonia, untuk berinvestasi di kawasan ekonomi khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). 

    Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Kabupaten (Seskab) Zubair Menyampaikan bahwa investor Cina akhirnya menyetujui kesepakatan untuk berinvestasi di Kutim setelah 14 kali rapat.

    “Pihak pemerintah provinsi sangat mendukung dan yang jelas intinya sudah ada kesepakatan untuk dia berinvestasi di Kutai Timur,” ujar Zubair saat diwawancarai setelah rapat paripurna Rabu, (5/3/2025).

    Menurut Zubair, selain investor Cina, Kutim juga berhasil menarik minat investor dari Finlandia dan Estonia. Bahkan, dalam pameran yang diadakan di negara-negara tersebut, stan Kutai Timur mencatatkan penjualan barang terbanyak yang membuat Duta Besar Indonesia di Finlandia dan Estonia terkesan. 

    "Stan pameran kita yang dari Kutai Timur itu menjadi yang paling heboh di sana. Banyak yang tertarik berinvestasi," tambahnya.

    Kutai Timur, dengan luas sekitar 35 juta hektare lebih besar dari Jawa Barat, terletak strategis berada dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN). Hal ini menjadikan Kutim sebagai penyangga utama IKN. Selain itu, Kutim juga kaya akan sumber daya alam, baik mineral maupun hasil tanaman, yang membuatnya memiliki potensi ekonomi yang besar.

    “Semua sektor industri yang memberikan nilai ekonomi tinggi ada di Kutai Timur. Ini tercermin dari PDRB dan APBD Kutai Timur yang sekarang berada di posisi terbesar di Kalimantan Timur,” jelas Zubair.

    Pemerintah daerah dan provinsi sedang mempersiapkan regulasi terkait investasi agar prosesnya berjalan lancar dan tidak menimbulkan masalah hukum di kemudian hari. Pemkab Kutim berharap bisa menciptakan iklim investasi yang kondusif dan memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi daerah dan masyarakat setempat.

    (Sf/Mr)