Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Satukan 15 Aplikasi dalam Satu Portal, Akses Tembus 8 Ribu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 15:18 WITA

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Roni Ronny Bonar H. Siburian. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Berbagai aplikasi layanan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang sebelumnya tersebar di sejumlah OPD kini sudah dihimpun dalam satu platform melalui Portal Terpadu Digital Kutim.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Roni Ronny Bonar H Siburian mengatakan, portal tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai aplikasi yang sebelumnya tersebar di masing-masing OPD.

    “Selama ini kan punya Siap Kawal, punya Disdukcapil, yang ini masing-masing punya. Bingung kan ini yang mana-mana. Tapi dengan terpadu dia buka, cek semuanya itu terkumpul jadi satu,” ujar Roni.

    Saat ini, terdapat 15 aplikasi yang dihimpun dalam portal tersebut. Aplikasi itu meliputi CCTV Kutim, Dokumen, E-STDB, Poktanbun, PPID, Rumah Survey, Satu Data Kutai Timur, SIAP Irigasi Kutim, SIAP Kawal, SIEKTA, SIGAP, Sikarang, Simdatris, UMKMKOP dan SIPETA PSU.

    Selain aplikasi, portal tersebut juga memiliki repository pengetahuan dan repository akademi atau Learning Management System (LMS) yang memuat materi pembelajaran.

    Roni mengatakan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) juga dapat ditempatkan dalam LMS. Peserta yang belum dapat mengikuti Bimtek secara langsung tetap bisa mengakses materi tersebut secara online.

    “Modulnya nanti bisa dilekatkan di sini sehingga nanti yang belum ikut bisa ikut di situ kalau saatnya tidak ada pembiayaannya,” katanya.

    Menurut Roni, penggunaan LMS juga berkaitan dengan kondisi anggaran untuk pelaksanaan Bimtek. Jika jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan secara langsung terbatas, materi dapat tetap diakses melalui platform tersebut.

    Pengembangan Portal Terpadu Digital Kutim dilakukan secara bertahap. Roni menyebut target awal portal dalam tiga bulan sekitar 5.000 akses. Namun, dalam perkembangannya jumlah akses telah menembus 8.000.

    Untuk jangka menengah, Roni menargetkan jumlah akses mencapai 25.000. Sedangkan dalam jangka panjang satu hingga dua tahun, targetnya mencapai 50.000 akses.

    Ia mengatakan portal tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan kondisi yang ada tanpa membutuhkan biaya besar.

    “Bagi yang saya lakukan adalah bagaimana kita memanfaatkan kondisi yang ada tanpa membutuhkan biaya yang besar sehingga masyarakat bisa menggunakan atau memanfaatkan sebuah transformasi digital itu secara maksimal,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)

    Seputar Kaltim

    Pemkab Kutim Satukan 15 Aplikasi dalam Satu Portal, Akses Tembus 8 Ribu

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    10 Oktober 2026 pukul 15:18 WITA

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Roni Ronny Bonar H. Siburian. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta – Berbagai aplikasi layanan milik Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) yang sebelumnya tersebar di sejumlah OPD kini sudah dihimpun dalam satu platform melalui Portal Terpadu Digital Kutim.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kutim, Roni Ronny Bonar H Siburian mengatakan, portal tersebut dibuat untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai aplikasi yang sebelumnya tersebar di masing-masing OPD.

    “Selama ini kan punya Siap Kawal, punya Disdukcapil, yang ini masing-masing punya. Bingung kan ini yang mana-mana. Tapi dengan terpadu dia buka, cek semuanya itu terkumpul jadi satu,” ujar Roni.

    Saat ini, terdapat 15 aplikasi yang dihimpun dalam portal tersebut. Aplikasi itu meliputi CCTV Kutim, Dokumen, E-STDB, Poktanbun, PPID, Rumah Survey, Satu Data Kutai Timur, SIAP Irigasi Kutim, SIAP Kawal, SIEKTA, SIGAP, Sikarang, Simdatris, UMKMKOP dan SIPETA PSU.

    Selain aplikasi, portal tersebut juga memiliki repository pengetahuan dan repository akademi atau Learning Management System (LMS) yang memuat materi pembelajaran.

    Roni mengatakan materi Bimbingan Teknis (Bimtek) juga dapat ditempatkan dalam LMS. Peserta yang belum dapat mengikuti Bimtek secara langsung tetap bisa mengakses materi tersebut secara online.

    “Modulnya nanti bisa dilekatkan di sini sehingga nanti yang belum ikut bisa ikut di situ kalau saatnya tidak ada pembiayaannya,” katanya.

    Menurut Roni, penggunaan LMS juga berkaitan dengan kondisi anggaran untuk pelaksanaan Bimtek. Jika jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan secara langsung terbatas, materi dapat tetap diakses melalui platform tersebut.

    Pengembangan Portal Terpadu Digital Kutim dilakukan secara bertahap. Roni menyebut target awal portal dalam tiga bulan sekitar 5.000 akses. Namun, dalam perkembangannya jumlah akses telah menembus 8.000.

    Untuk jangka menengah, Roni menargetkan jumlah akses mencapai 25.000. Sedangkan dalam jangka panjang satu hingga dua tahun, targetnya mencapai 50.000 akses.

    Ia mengatakan portal tersebut dikembangkan dengan memanfaatkan kondisi yang ada tanpa membutuhkan biaya besar.

    “Bagi yang saya lakukan adalah bagaimana kita memanfaatkan kondisi yang ada tanpa membutuhkan biaya yang besar sehingga masyarakat bisa menggunakan atau memanfaatkan sebuah transformasi digital itu secara maksimal,” pungkasnya.

    (Sf/Lo)