Cari disini...
Seputarfakta.com - Lisda -
Seputar Kaltim
Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) merencanakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pertama kalinya pada April 2026. Ujian ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi mutu pendidikan di Kutim, di tengah menurunnya hasil TKA secara nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan selama ini Kutim belum memiliki data pembanding karena TKA memang belum pernah dilakukan.
"Untuk membandingkan tentu belum bisa, karena belum pernah dilaksanakan. Rencananya TKA akan dilaksanakan April,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan, Disdikbud Kutim saat ini fokus menyiapkan guru dan siswa, khususnya pada tiga mata pelajaran utama TKA, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Guru-guru dibina agar metode mengajarnya sesuai dengan pola soal TKA.
Selain itu, pihaknya juga memperbaiki dan melengkapi fasilitas sekolah, baik di wilayah perkotaan maupun pedalaman.
“Kami ingin kondisi sekolah di kota dan di pedalaman sama-sama siap,” tambahnya.
Mulyono mengatakan, turunnya nilai TKA nasional harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Kutim harus belajar dari kondisi tersebut agar tidak mengalami hal yang sama saat TKA mulai diterapkan.
Ia juga mengingatkan agar proses belajar di kelas tidak membuat siswa tertekan. Guru diminta menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami pelajaran, terutama Matematika yang sering dianggap sulit.
“Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga membuat anak-anak tidak takut belajar,” tutupnya.
Mulyono berharap pelaksanaan TKA nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim ke depan.
(Sf/Rs)
Tim Editorial
Cari disini...
Seputarfakta.com - Lisda -
Seputar Kaltim

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono. (Foto: lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) merencanakan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk pertama kalinya pada April 2026. Ujian ini menjadi langkah awal untuk mengetahui kondisi mutu pendidikan di Kutim, di tengah menurunnya hasil TKA secara nasional.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, menyampaikan selama ini Kutim belum memiliki data pembanding karena TKA memang belum pernah dilakukan.
"Untuk membandingkan tentu belum bisa, karena belum pernah dilaksanakan. Rencananya TKA akan dilaksanakan April,” ujar Mulyono.
Ia menambahkan, Disdikbud Kutim saat ini fokus menyiapkan guru dan siswa, khususnya pada tiga mata pelajaran utama TKA, yaitu Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Guru-guru dibina agar metode mengajarnya sesuai dengan pola soal TKA.
Selain itu, pihaknya juga memperbaiki dan melengkapi fasilitas sekolah, baik di wilayah perkotaan maupun pedalaman.
“Kami ingin kondisi sekolah di kota dan di pedalaman sama-sama siap,” tambahnya.
Mulyono mengatakan, turunnya nilai TKA nasional harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, Kutim harus belajar dari kondisi tersebut agar tidak mengalami hal yang sama saat TKA mulai diterapkan.
Ia juga mengingatkan agar proses belajar di kelas tidak membuat siswa tertekan. Guru diminta menyampaikan materi dengan cara yang lebih menyenangkan agar siswa lebih mudah memahami pelajaran, terutama Matematika yang sering dianggap sulit.
“Tugas guru bukan hanya menyampaikan materi, tapi juga membuat anak-anak tidak takut belajar,” tutupnya.
Mulyono berharap pelaksanaan TKA nantinya dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kutim ke depan.
(Sf/Rs)